Ilustrasi: Ribuan ikan mati mengapung di Sungai Batang Alin, Kecamatan Sungai Aua, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat/klikpositif.com

Koran Sulindo – Ribuan ekor ikan mati mengapung di Sungai Batang Alin, Kecamatan Sungai Aua, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Ikan itu mengeluarkan bau busuk. Kejadian ini pertama kali diketahui warga setempat Jumat (17/3) sore. Namun Sabtu (18/3) jumlah ikan yang mati semakin banyak.

“Kejadian ini sempat menyita perhatian warga yang mengambil ikan yang mengapung tersebut untuk dikonsumsi. Namun karena jumlahnya semakin banyak pada hari ini, warga jadi tidak berani mengambil ikan itu,” kata Walinagari Sungai Aua, Pasbar, Erwin Lubis, kepada situs lokal, ┬áklikpositif.com

Jumlah ikan yang mati itu sekitar 5 ton. Erwin menduga ribuan ekor ikan tersebut mati karena tercemar limbah perusahaan kelapa sawit di hulu sungai itu.

“Namun tidak bisa memastikannya, itu hanya dugaan. Kejadian matinya ikan sungai ini terjadi di empat jorong (dusun adat) yang ada di sini,” kata Erwin.

Sementara itu Camat Sungai Aua, Yandra Hanafi, mengatakan  sudah melaporkan kejadian ini pada Dinas Lingkungan Hidup dan Polres Pasbar.

“Ini sudah yang kedua kalinya, kejadian serupa pernah terjadi tahun 2015 lalu. Hanya saja sekarang jumlahnya lebih banyak,” kata Yandra.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Edi Busti, membenarkan kejadian itu,

“Hasil observasi kami bersama anggota, ikan yang mati di hilir dan saat ini masih menunggu hasil labor karena sampel air dan ikan sudah diambil,” kata Edi, di Simpang Empat, Minggu (19/3), seperti dikutip Antaranews.

Dinas LH masih menunggu hasil uji ke UPTD Balai laboratorium kesehatan di Provinsi Sumbar.

“Nanti akan diketahui penyebab ikan mati tersebut dari hasil uji laboratorium. Apakah betul karena limbah cair pabrik kelapa sawit atau karena ada penyebab lain,” kata Edi.

Komentar sama dinyatakan Kepala Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat, Iptu Farel. [DAS]