Presiden Jokowi melakukan pemeriksaan prajurit TNI, saat Apel Kebesaran, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (16/4/2015)/setkab.go.id

Koran Sulindo – Peningkatan profesionalisme TNI perlu ditingkatkan dalam menghadapi masalah nasional, regional dan global. Peningkatan tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteran. Dengan demikian, prajurit TNI tidak akan sempat memikirkan masalah politik.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko menyatakan hal tersebut dalam sebuah diskusi untuk menanggapi sorotan terhadap Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang dianggap berpolitik. Menurutnya, tuntuan profesionalisme sebelum reformasi datang dari rakyat. Sedangkan, saat ini tuntuan itu justru datang dari internal TNI.

“Saya yakin kalau semua prajurit berpikir ke sana, maka tidak akan sempat mikir masalah politik,” katanya seperti dikutip CNN Indonesia pada Rabu (4/10).

Moeldoko menuturkan, TNI semestinya membangun pertahanan dengan konsep aliansi dengan masyarakat. Apalagi Indonesia menerapkan sistem pertahanan rakyat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilyaha dan sumber daya nasional. Menjelang hari lahir ke-72, TNI diharapkan mampu membangun kekuatan yang handal dengan mengedepankan akuntabilitas dan transparansi.

Soal tuduhan berpolitik sebelumnya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengakuinya. Namun, politiknya bersumber kepada konstitusi negara bukan politik praktis. Panglima, kata Gatot, tentu saja berpolitik, tapi politik negara. Ia berjanji akan menjalankan tugasnya secara konstitusional. [KRG]