Perusakan Nisan di Magelang Meluas, Polisi Tepis Isu SARA

Perusakan Nisan di Magelang Meluas, Polisi Tepis Isu SARA

Koran Sulindo – Perusakan nisan makam di Magelang, Jawa Tengah dilaporkan meluas ke beberapa wilayah.

Perusakan nisan yang semula hanya terjadi di TPU Giriloyo, kini juga terjadi di tempat pemakaman umum (TPI) Kampung Kiringan dan Malangan di Magelang Selatan juga dirusak.

Polisi menyebut perusakan nisan itu tak hanya menimpa makam Nasrani namun juga terjadi pada makam warga Muslim.

Rinciannya, di TPU Kiringan ada delapan makam yang rusak. Enam makam milik umat Nasrani dan dua kepunyaan umat Muslim.

“Dipatahkan juga nisannya. Kalau di Malangan cuma satu,” kata Kapolres Magelang AKBP Kristanto Yoga Darmawan seperti dikutip JawaPos.com, Rabu (3/1).

Kristanto menambahkan saat ini polisi terus memperkaya informasi yang diperoleh melalui keterangan sejumlah saksi di antaranya Kasi Pemakaman, petugas jaga hingga warga.  Sementara ini dari petunjuk yang didapat, pelaku beraksi pada dini hari.

“Di Malangan itu ketika dia menggedor terdengar oleh warga, warga bangun dan melihat sekelebat,” kata dia.

Meski demikian Kristanto menolak membeberkan ciri-ciri pelaku yang didapat dari keterangan saksi-saksi itu karena masih dalam proses penyelidikan.

Kristanto juga sejauh ini belum dapat menyimpulkan apa motif pelaku sementara polisi masih terus melakukan penyelidikan dengan olah tempat kejadian perkara.

“Kami mempunyai keinginan yang sama, bahwa pelaku dapat tertangkap dan terungkap motifnya serta tetap terciptanya kondusifitas di Kota Magelang,” kata Kristanto.

Ia meminta masyarakat agar tak terprovokasi karena bukan merupakan isu SARA maupun agama dan merupakan kriminal murni. Lebih lanjut, pihaknya mengusulkan kepada Pemkot Magelang agar segera dilakukan perbaikan fisik terhadap makam yang dirusak itu.

“Di Giriloyo itu pun kami masih mengumpulkan rekaman CCTV dari akses manapun. Supaya bisa menjadi terang untuk kasus ini,” kata dia.

Sebelumnya, perusakan nisan makam juga terjadi di TPU Giriloyo yang memiliki luas hingga 16,8 hektar dengan jumlah 22 ribu makam. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara terdapat 12 makam yang dirusak di antaranya 11 makam Nasrani dan satu makam Muslim.

Umumnya makam-makam itu mengalami kerusakan pada simbol Salib di batu nisan, dan dinding makam. Beberapa nisan salib dari bahan kayu tercabut dari makam dengan keadaan tak berbentuk sedangankan salib berbahan marmer hancur berserakan di sekitar makam.

Penjaga dan petugas kebersihan makam menyebut nisan makam yang dirusak tersebar di empat blok makam, yaitu A1, A2, B1, dan B2.

Ismailiyah, salah satau penjaga makam tersebut seperti dikatakan kepada Merdeka.com mengatakan nisan makam yang dirusak rata-rata rusak parah dan dibuang begitu saja.

Bahkan ada salah satu makam yang tutup makamnya sampai dicongkel dari atas pusara, padahal terbuat dari beton. Ia juga menyebut saat Natal nisan masih utuh karena banyak yang berziarah ke makam dan orang yang merusak nisan tersebut kemungkinan naik melalui pagar makam yang memang tak terlalu tinggi.

Sementara itu Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang Ismudiyono seperti dikutip ANtara menyebut kasus peruskan nisan di TPU Giriloyo itu perlu diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan tokoh agama.

Lebih lanjut ia menambahkan belum tahu persis posisi makam yang dirusak nisannya karena berdasarkan peraturan daerah sudah ada pembagian blok untuk masing-masing agama sesuai blok yang ditentukan.

Ia menduga kalau nisan yang dirusak itu ada di beberapablok kemungkinan tidak sesuai dengan blok yang sudah ditentukan,  “Saya kira nanti dipertemukan satu pihak dulu, kemudian dengan pihak lain untuk mencapai kesepakatan,” kata Ismudiyono.[TGU]