Peringati ‘Hari Patriotik’ Gorontalo Seminggu Kibarkan Merah Putih

Peringati ‘Hari Patriotik’ Gorontalo Seminggu Kibarkan Merah Putih

Koran Sulindo – Segenap warga Gorontalo diharapkan untuk mengibarkan bendera merah putih selama seminggu dari 20 hingga 26 Januari 2019 mendatang.

Pengibaran bendera tersebut dilakukan memperingati Hari Patriotik yang jatuh pada tanggal 23 Januari 1943 ketika Nani Wartabone dan beberapa tokoh Gorontalo mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Pemintaan pengibaran bendera selama seminggu itu  disampaikan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menyiapkan peringatan Hari Patriotik bersama jajarannya. Itu adalah tiga tahun sebelum Soekarno-Hatta memprokalamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

“Bendera merah putih biasanya dipasang setiap peringatan 17 Agustus, sekarang saya inginkan di hari Juang Patriotik, 23 Januari seluruh masyarakat wajib mengibarkan bendera pada H-3 hingga H+3,” kata Rusli Habibie.

Lebih lanjut Rusli menambahkan, permintaan itu telah ditindaklanjuti dengan menerbitkan surat edaran kepada seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Gorontalo.

Rusli berharap edaran dan permintaan ini bisa diteruskan hingga ke kecamatan, desa serta RT/RW. “Hari bersejarah ini harus selalu dikenang oleh seluruh warga Gorontalo di mana pun berada,” kata dia.

Selain itu Rusli juga menyebut Pemprov Gorontali juga kembali mengagendakan kehadiran Presiden Joko Widodo. Jika rencana itu terwujud, hal tersebut merupakan kali kedua setelah sebelumnya berkunjung di peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 20 Desember lalu .

Menurut rencana, kehadiran Jokowi untuk mengikuti jalan sehat bersama 50 ribu masyarakat Gorontalo tanggal 20 Januari 2019.

“Setelah kemarin sempat tertunda, maka hari ini kita bicarakan lagi konsepnya. Rencananya tanggal 20 januari nanti Pak Presiden akan ikut jalan sehat. Kehadiran presiden nantinya harus kita matangkan. Tanggal 7 Januari saya dan beberapa pimpinan OPD rencananya akan rapat dengan Setneg di Jakarta untuk membahasnya,” kata Rusli.

Selain menghadirkan Presiden Jokowi, berbagai kegiatan memperingati 23 Januari 1942. Selain jalan sehat dan pembagian door prize rumah, sepeda motor, sepeda dan lainnya akan ada penyerahan bantuan bantuan dan NKRI peduli.

“Selanjutnya pada tanggal 21 Januari akan ada Napak Tilas Patriotik. Napak tilas menelusuri lima titik yakni gedung nasional, kantor pos, taruna remaja, Jembatan Pabean dan finis di benteng Otanaha,” kata Rusli.

Seperti diketahui, pernyataan kemerdekaan Indonesia yang dideklarasikan Nani Wartabone

memberi nilai penting pergerakan di wilayah timur Indonesia. Pernyataan itu menginspirasi beberapa daerah di kawasan Teluk Tomini untuk bergerak melakukan konsolidasi melawan penguasa asing.

Nani Wartanobe adalah putra Zakaria Watabone, seorang aparat yang bekerja untuk Pemerintah Hindia Belanda. Meskipun ayahnya bekerja untuk Belanda, Nani memiliki pandangan yang berbeda.

Ia bahkan tak betah bersekolah karena menurutnya guru berkebangsaan Belanda terlalu mengagung-agungkan bangsa Barat dan merendahkan Indonesia. Ia bahkan pernah membebaskan tahanan orangtuanya karena tak sampai hati melihat rakyat dihukum.

Ia aktif memperjuangkan Indonesia sejak bersekolah di Surabaya termasuk mendirikan organisasi Jong Gorontalo di Surabaya. Ketika tahun 1928, kembali ke Gorontalo, ia membentuk perkumpulan tani dan cabang PNI dan Partindo. Setelah organisasi itu dibubarkan, Nani Wartabone aktif di Muhammadiyah.

Suatu ketika, saat mendengar Jepang telah menduduki Manado dan Belanda melarikan diri ke Poso. Nani menyiapkan senjata dan para pemuda. Jumat pagi, 23 Januari 1942, pasukan yang dipimpin langsung olehnya berangkat dari Suwawa menuju Gorontalo.

Sepanjang perjalanan, banyak rakyat ikut bergabung dan berhasil menangkap semua pejabat Belanda di Gorontalo berhasil ditangkap. Ia segera memimpin rakyat menurunkan bendera Belanda dan mengibarkan bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya dan berpidato.

“Pada hari ini, 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada disini sudah merdeka, bebas, lepas dari penjajahan bangsa manapun juga. Bendera kita adalah Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya, pemerintahan Belanda telah diambil alih oleh pemerintahan nasional,” kata Nani menandai pernyataan kemerdekaan itu.[TGU]