Pendiri Pink Floyd Sebut White Helmets Pendukung Teroris

Pendiri Pink Floyd Sebut White Helmets Pendukung Teroris

49
Roger Waters mengecam White Helmets dalam konsernya di Barcelona.

Koran Sulindo – Roger Waters pendiri Pink Floyd mengecam White Helmets kelompok sukarelawan Suriah dan nominasi Hadiah Nobel Perdamaian sebagai organisasi palsu yang mendorong propaganda bagi “jihadis dan teroris.”

Kecaman yang disampaikan Roger saat konser di Barcelona menyebut White Helmet tak lebih dari penanggung jawab propaganda jihadis dan kelompok terror.

Kepada penonton, Roger bercerita bahwa seseorang telah memintanya untuk berbicara pada konser tentang serangan kimia di Douma, Suriah. Roger menolak dan menyebut ia memiliki pendapat sendiri tentang situasi tersebut.

“Saya berpikir dia sepenuhnya salah, saya percaya organisasi ia dukung, White Helmets, adalah organisasi palsu yang menciptakan propaganda untuk jihadis dan para teroris, itulah yang saya percaya,” kata Rogers.

“Jika kita mendengarkan propaganda White Helmet, kita hanya akan mendorong pemerintah kita mulai menjatuhkan bom pada orang-orang di Suriah. Ini akan menjadi kesalahan monumental bagi kita sebagai manusia,” kata Roger dari atas panggung.

Sebaliknya, menurut Roger, yang harus dilakukan justru membujuk pemerintah agar tak menjatuhkan bom sampai penyelidikian member bukti siapa yang sebenarnya menggunakan senjata kimia itu.

“Kita hidup di dunia di mana propaganda menjadi lebih penting daripada kenyataan,” kata Roger.

White Helmet adalah sebuah organisasi pertahanan sipil yang beroperasi di wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok militan di Suriah. Lembaga ini menerima uang dari berbagai negara barat termasuk AS dan Inggris.

Kelompok inilah yang selalu menghasilkan gambar atau rekaman video yang diklaim yang menunjukkan kekejaman pemerintah Suriah. Di antara cuplikan -cuplikan termasuk tuduhan ‘serangan senjata kimia’ di Douma yang memicu respon AS, Inggris dan Prancis.

Berkali-kali kelompok ini menerima pujian secara luas dari media Barat, termasuk ketika mereka memenangkan Academy Award untuk sebuah film dokumenter tentang Suriah.

Pada berbagai kesempatan, relawan White Helmets tertangkap basah melakukan hal-hal meragukan seperti membantu eksekusi publik oleh militan atau melakukan operasi penyelamatan palsu.

Banyak kritik menyebut, operasi penyelamatan yang dikerjakan White Helmet hanyalah samaran dari tujuan mereka yang sebenarnya yakni memproduksi foto dan rekaman yang menguntungkan musuh Damaskus.

Bukti-bukti ini bakal berguna sebagai pembenaran bagi intervensi Barat untuk mendongkel Presiden Bashar al-Assad.

Penduduk yang wilayahnya dibebaskan oleh tentara pemerintah dari kelompok militan mengakui kecenderungan White Helmets tersebut dan menyebut beberapa anggotanya merupakan tentara para pemberontak.(TGU)