Vaksinasi
Ilustrasi/AFP

Koran Sulindo – Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional menyatakan pemerintah sudah mengalokasikan belanja fiskal yang memadai untuk pengadaan dan peredaran vaksin COVID-19.

“Kami persiapkan, kalau implementasinya butuh waktu kami memastikan bahwa untuk tahun depan kita memiliki ruang fiskal yang cukup. Dan kami sudah persiapkan, sudah mengajukan, dan kami sudah anggarkan ruang fiskal yang cukup,” kata Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers daring dari Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/7/2020), seperti dikutip antaranews.com.

Menurut Budi, pemerintah juga menyediakan ruang fiskal yang cukup untuk belanja stimulus dalam penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional dalam RAPBN 2021.

Tahun 2020 ini pemerintah mengalokasikan anggaran penanganan pandemi COVID-19 dan PEN sebesar Rp695,2 triliun.

“Stimulus yang sudah disiapkan Rp695 triliun itu belum terpakai semua. Jadi kita masih punya ruang yang cukup banyak untuk bisa memberikan stimulus fiskal mengganjal kelambatan ekonomi karena memang tidak adanya kontak fisik akibat pandemi ini,” katanya.

Sampai saat ini vaksin masih dalam proses uji klinis.

“Kalau misalnya agak lambat ditemukan vaksinnya, saya sampaikan bahwa dengan disiplin kesehatan yang baik harusnya secara bertahap kita mulai beraktivitas dengan perubahan perilaku yang berbeda,” kata Budi.

Pemerintah saat ini sedang memfinalisasi RAPBN 2021. Pidato nota keuangan RAPBN 2021 akan dibacakan Presiden Joko Widodo pada 14 Agustus 2020 nanti. Pemerintah mengusulkan defisit anggaran dalam RAPBN 2021 sebesar 5,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), untuk mendukung belanja program prioritas, termasuk penanganan dampak COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu PT Kimia Farma Tbk menyatakan siap mendistribusi vaksin Covid-19 yang akan diproduksi Holding BUMN Farmasi, Bio Farma.

“Pada intinya baik Kimia Farma maupun Indofarma siap untuk melakukan distribusi tersebut,” kata Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo, dalam Public Expose, di Jakarta, Rabu (29/7/2020), seperti dikutip antaranews.com.

Menurut Verdi, Kimia Farma dan Indofarma memiliki jaringan distribusi di seluruh Indonesia. [RED]