Pembangunan Sejuta Rumah Harus Tampilkan Wajah Indonesia

Pembangunan Sejuta Rumah Harus Tampilkan Wajah Indonesia

Koran Sulindo – Aturan pembangunan rumah baik yang berupa tapak maupun vertikal sebaiknya tetap memperhatikan dampak sosial. Juga tetap mengakomodir desain arsitektur yang sesuai dengan nilai-nilai budaya daerah sehingga memiliki ciri khas tertentu.

Pernyataan ini disampaikan sosiolog Imam B. Prasodjo ketika berdiskusi bersama dengan Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid pada Rabu (16/1). Dalam diskusi itu, Imam mengatakan, pembangunan perumahan yang menjadi program utama pemerintahan Joko Widodo menjadi sangat penting dan dibutuhkan masyarakat.

Terlebih, masih banyak masyarakat perkotaan yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Melalui program Satu Juta Rumah diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif sehingga merasa memiliki terhadap hasil pembangunan hunian tersebut.

“Pembangunan perumahan jangan hanya mengejar fisik rumah semata. Tapi, juga harus diikuti dengan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunannya sehingga mereka juga ikut memiliki hunian yang dibangun,” kata Imam dalam rilis yang disampaikan Humas Kementerian PUPR.

Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan rumah, menurut Imam, menjadi penting terutama untuk wilayah konflik dan terkena bencana alam. Waktu pengerjaannya akan lebih cepat apabila masyarakat terlibat aktif dalam pembangunannya. Juga penting memanfaatkan bahan bangunan yang sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal sehingga sesuai dengan identitas tiap-tiap daerah.

Dikatakan Imam, membangun rumah karena itu tidak semata soal fisik dan dampak ekonomi. Perlu dipertimbangkan dari sisi kebahagiaan masyarakat.

Menanggapi penapat Imam itu, Dirjen Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pihaknya menerima masukan-masukan dari pengamat serta aspek sosial terkait dengan program pembangunan perumahan di Indonesia. Masukan itu menjadi penting untuk menyusun pedoman bidang perumahan untuk pemimpin Indonesia di masa mendatang.

“Kami terbuka dan senang jika ada masukan-masukan terkait dengan program perumahan yang saat ini sedang didorong pemerintah. Kami juga berusaha agar nilai-nilai budaya daerah bisa terlihat dalam hasil pembangunan yang kami laksanakan di seluruh Indonesia,” katanya. [KRG]