Selama Perang Dunia II, Inggris mengembangkan berbagai penelitian mengenai senjata biologis.
Salah satu proyek yang paling tidak biasa adalah Operation Vegetarian.
Apa Itu Operation Vegetarian?
Operation Vegetarian adalah rencana perang biologis Inggris pada Perang Dunia II yang secara khusus menargetkan sektor peternakan Jerman.
Inti rencananya adalah menggunakan linseed cattle cakes, yaitu pakan ternak berbahan biji rami (linseed), yang telah diberi spora bakteri Bacillus anthracis, penyebab penyakit anthrax.
Pakan tersebut rencananya dijatuhkan oleh pesawat pengebom Inggris di atas wilayah pertanian Jerman.
Jika dimakan oleh ternak, pakan itu dapat menyebabkan infeksi dan kematian.
Dengan berkurangnya populasi ternak, Inggris memperkirakan sektor pertanian dan persediaan pangan Jerman akan sangat terganggu.
Program ini merupakan bagian dari penelitian senjata biologis Inggris yang lebih luas di Porton Down.
Latar Belakang Penelitian Senjata Biologis Inggris
Pada 1940, Inggris mendirikan departemen biologi di fasilitas penelitian rahasia Porton Down.
Paul Fildes ditunjuk menjadi kepala departemen tersebut dan memimpin penelitian mengenai kemungkinan penggunaan agen biologis sebagai senjata.
Porton Down sebelumnya telah memiliki sejarah penelitian terkait perang kimia.
Dalam perkembangan program selama Perang Dunia II, penelitian kemudian mencakup agen biologis seperti anthrax.
Pada 7 Desember 1941, Winston Churchill menerima memo rahasia mengenai perkembangan penelitian biologis di Porton Down.
Memo tersebut menyebut cattle cakes yang diberi anthrax sebagai salah satu senjata biologis yang dapat digunakan pada saat itu.
Beberapa minggu kemudian, pada 2 Januari 1942, Defense Committee setuju untuk memproduksi pakan tersebut.
Perkembangan ini menjadi titik penting dalam persiapan Operation Vegetarian.
Mengapa Peternakan Jerman Menjadi Sasaran?
Latar belakangnya berkaitan dengan kekhawatiran Inggris terhadap kemungkinan penggunaan senjata biologis oleh Jerman.
Namun, bukti mengenai keberadaan program senjata biologis Jerman yang secara khusus ditujukan untuk menghancurkan ternak Inggris sangat terbatas.
Publikasi WHO/WOAH menyebut bahwa persepsi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh persoalan intelijen atau kesalahan dalam pengkodean informasi.
Karena itu, Operation Vegetarian lebih tepat dipahami sebagai bagian dari persiapan Inggris untuk menghadapi kemungkinan perang biologis.
Operasi itu juga merupakan kemampuan Inggris untuk melakukan pembalasan jika senjata semacam itu digunakan.
Salah satu agen yang dipilih adalah anthrax. Para ilmuwan Inggris telah berpengalaman dalam meneliti bakteri tersebut, sementara anthrax juga dikenal dapat menyerang berbagai hewan herbivora.
Selain anthrax, Inggris sebelumnya juga mempertimbangkan penyakit hewan lain, termasuk foot-and-mouth disease (FMD), dalam konteks perang biologis terhadap ternak.
WHO/WOAH mencatat bahwa Operation Vegetarian dikaitkan dengan kekhawatiran Inggris mengenai kemungkinan penggunaan FMD oleh Jerman, meskipun bukti mengenai program semacam itu di pihak Jerman sangat terbatas.
Produksi Dimulai
Setelah mendapat persetujuan pada Januari 1942, Inggris mulai mempersiapkan produksi dalam jumlah besar.
Menurut Anthrax in Humans and Animals yang diterbitkan WHO, sekitar lima juta cattle cakes disiapkan antara September 1942 dan April 1943 untuk digunakan terhadap pertanian Jerman.
Setiap kue pakan tersebut mengandung sekitar 500 juta spora anthrax dari strain Vollum.
Angka tersebut menunjukkan skala persiapan Operation Vegetarian.
Gruinard Island dan Percobaan Anthrax
Salah satu bagian paling terkenal dari program biologis Inggris berlangsung di Gruinard Island, sebuah pulau kecil di lepas pantai barat laut Skotlandia.
Gruinard dipilih sebagai lokasi uji lapangan karena jauh dari permukiman.
Pulau tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui apakah anthrax dapat disebarkan secara efektif menggunakan bom dan apakah agen tersebut mampu menginfeksi hewan.
Pada 15 Juli 1942, tim Porton Down melakukan percobaan terhadap 15 ekor domba.
Bom yang mengandung spora anthrax diledakkan di dekat kelompok hewan tersebut.
Gejala anthrax mulai terlihat beberapa hari kemudian dan 13 dari 15 domba akhirnya mati. Percobaan serupa kembali dilakukan pada 24 Juli 1942.
Pada 26 September 1942, sebuah bom anthrax dijatuhkan dari pesawat ke Gruinard.
Namun, bom tersebut masuk ke area rawa dan tidak melepaskan muatannya sebagaimana yang diharapkan.
Akibatnya, domba yang disasar tidak terinfeksi.
Sekitar satu bulan kemudian, percobaan serupa dilakukan di sebuah pantai di Wales.
Kali ini, mekanisme bom bekerja dengan lebih baik. Hasilnya memberikan informasi penting bagi ilmuwan Inggris mengenai kemungkinan penggunaan bom biologis.
Percobaan di Gruinard membantu penelitian Inggris mengenai efektivitas anthrax sebagai senjata biologis.
Paul Fildes dan Bantuan dari Amerika Serikat
Paul Fildes menjadi salah satu tokoh utama dalam perkembangan program biologis Inggris selama perang.
Pada November 1942, Fildes pergi ke Washington bersama seorang koleganya untuk meminta bantuan Amerika Serikat dalam produksi agen biologis dalam skala besar.
Inggris membutuhkan kapasitas produksi yang lebih besar, sementara AS memiliki kemampuan industri yang jauh lebih besar.
Permintaan Inggris tersebut ikut mendorong perkembangan program senjata biologis AS.
Pada 1943, fasilitas di Camp Detrick, Maryland, menjadi pusat penting dalam program biologis AS.
Program tersebut memiliki cakupan yang lebih luas daripada Operation Vegetarian.
Karena itu, Camp Detrick tidak boleh dianggap sebagai tempat produksi lima juta cattle cakes Operation Vegetarian.
Keduanya merupakan bagian dari perkembangan program senjata biologis Inggris-AS yang lebih luas.
Rencana Senjata Anthrax Inggris pada 1944
Program biologis Inggris berkembang lebih jauh pada 1944.
Pada 8 Maret 1944, Churchill memerintahkan pemesanan 500.000 bom anthrax dari AS.
Senjata tersebut berbeda dari cattle cakes untuk Operation Vegetarian.
Cattle cakes dirancang untuk menginfeksi ternak melalui pakan, sedangkan bom anthrax merupakan senjata biologis dalam bentuk munisi.
Pada musim panas 1944, Fildes juga menyusun rencana serangan anthrax dalam skala besar terhadap Jerman, termasuk kemungkinan melanjutkan kembali Operation Vegetarian.
Pada tahap ini, persiapan Operation Vegetarian sudah jauh lebih maju. Rencana tersebut dirancang agar cattle cakes dapat disebarkan ketika ternak berada di padang rumput pada musim yang dianggap paling sesuai.
Namun, situasi perang di Eropa berubah secara drastis setelah pendaratan Sekutu di Normandia pada Juni 1944.
Operation Vegetarian akhirnya tidak pernah digunakan.
Mengapa Operation Vegetarian Tidak Pernah Dilaksanakan?
Alasan utamanya berkaitan dengan perkembangan perang di Eropa.
Operation Vegetarian disiapkan untuk digunakan terhadap pertanian Jerman pada saat perang masih berlangsung.
Ketika rencana tersebut mencapai tahap operasional pada 1944, Sekutu telah melancarkan invasi Normandia dan mulai merebut kembali wilayah Eropa Barat.
Pasukan Sekutu bergerak semakin jauh ke wilayah Eropa yang diduduki Jerman.
Dengan perkembangan tersebut, kebutuhan untuk menjalankan rencana serangan biologis terhadap pertanian Jerman berubah.
Perang di Eropa berakhir pada Mei 1945 sebelum Operation Vegetarian pernah digunakan.
Karena itu, tidak ada korban di Jerman akibat Operation Vegetarian.
Lima juta cattle cakes yang telah disiapkan juga tidak pernah dijatuhkan ke wilayah Jerman.
Menurut WHO/WOAH, sebagian besar stok itu dihancurkan tidak lama setelah berakhirnya perang dan sisanya dimusnahkan pada 1972.
Dampak Percobaan di Gruinard Island
Operation Vegetarian tidak pernah digunakan di Jerman.
Tetapi eksperimen biologis Inggris di Gruinard meninggalkan dampak lingkungan yang berlangsung selama beberapa dekade.
Spora anthrax yang digunakan dalam percobaan mencemari tanah di pulau tersebut. Akibatnya, Gruinard ditutup selama bertahun-tahun.
Pemerintah Inggris baru melakukan dekontaminasi secara serius di tahun 1980-an.
Pada 1986, tanah di area yang terkontaminasi ditangani menggunakan larutan formaldehida dalam air laut.
Penelitian dan pengujian lanjutan dilakukan untuk memastikan efektivitas proses tersebut.
Tahun itu merupakan tahun pelaksanaan utama dekontaminasi.
Catatan Parlemen Inggris kemudian menyebut Gruinard berhasil didekontaminasi pada musim panas 1986.
Namun, proses verifikasi dan pemantauan masih berlangsung setelahnya.
Pada 1990, Gruinard secara resmi dikembalikan kepada pemiliknya.
Penelitian sejarah mengenai pulau tersebut juga mencatat bahwa pulau itu dinyatakan aman di tahun yang sama. [BP]
Baca artikel sejarah dan informasi menarik lainnya di channel WhatsApp Suluh Indonesia.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I


