Pada akhir 1960-an, demonstrasi menentang Perang Vietnam meluas di Amerika Serikat. Gerakan mahasiswa, kelompok antiperang, dan berbagai organisasi politik menjadi perhatian pemerintah AS.
Pemerintah AS khawatir terhadap kemungkinan campur tangan negara asing dalam gejolak domestik.
Di tengah situasi tersebut, Central Intelligence Agency (CIA) menjalankan sebuah operasi rahasia yang berlangsung pada 1967–1974.
Apa Itu Operation CHAOS?
Operation CHAOS adalah program intelijen rahasia CIA yang dibentuk pada 1967 untuk menyelidiki kemungkinan hubungan antara warga AS yang terlibat dalam gerakan pembangkang dan kekuatan asing.
Program ini dikenal dengan kode internal MHCHAOS. Pembentukan program berlangsung pada masa pemerintahan Presiden Lyndon B. Johnson.
Pada Agustus 1967, Direktur CIA Richard Helms menginstruksikan pembentukan unit khusus di lingkungan Counterintelligence Staff.
Thomas Karamessines, Deputy Director for Plans CIA, mengeluarkan arahan pembentukan operasi pada 15 Agustus 1967. Unit tersebut dikenal sebagai Special Operations Group.
Tugasnya meliputi pengumpulan, koordinasi, dan evaluasi informasi mengenai kontak asing dengan warga AS yang terlibat dalam gerakan pembangkang.
Mengapa CIA Menjalankan Operation CHAOS?
Pada 1960-an, Amerika Serikat menghadapi demonstrasi antiperang, gerakan mahasiswa, ketegangan rasial, dan meningkatnya aktivitas kelompok politik yang mengkritik kebijakan pemerintah.
Keterlibatan militer AS dalam Perang Vietnam menjadi salah satu sumber utama protes.
Pemerintahan Johnson ingin mengetahui apakah negara asing mendukung atau mengarahkan gerakan tersebut.
Kekhawatiran terhadap kemungkinan pengaruh komunis juga menjadi bagian dari konteks politik Perang Dingin.
CIA mengumpulkan informasi mengenai hubungan antara kelompok pembangkang di AS dan jaringan politik di luar negeri.
Program ini berlanjut setelah Richard Nixon menjabat sebagai presiden pada Januari 1969.
Hasil Penyelidikan Awal CIA pada 1967
Pada 15 November 1967, Richard Helms menyerahkan kajian mengenai gerakan perdamaian AS kepada Presiden Johnson.
Kajian tersebut menemukan sedikit bukti keterlibatan asing dan tidak menemukan bukti dukungan keuangan asing yang signifikan terhadap kegiatan perdamaian di AS.
Pada 20 November 1967, CIA memulai kajian lain berjudul Demonstration Techniques. Kajian tersebut memeriksa teknik demonstrasi antiperang di AS dan negara lain.
Penyelidikan mengenai gerakan mahasiswa dan metode demonstrasi kemudian menambah bahan yang dikumpulkan oleh unit CHAOS.
Cara CIA Mengumpulkan Informasi tentang Aktivis
Operation CHAOS memanfaatkan informasi dari stasiun CIA di luar negeri, laporan FBI, serta bahan lain yang tersedia bagi komunitas intelijen AS.
Petugas berusaha mengidentifikasi hubungan antara warga AS yang terlibat dalam gerakan pembangkang dan individu atau organisasi asing.
Mulai akhir 1969, program ini juga menggunakan agen untuk memperoleh informasi mengenai gerakan pembangkang.
Laporan Rockefeller Commission mencatat keterlibatan 130 agen dalam kegiatan pengumpulan informasi selama perkembangan program tersebut.
CIA mengumpulkan informasi mengenai aktivis antiperang, kelompok mahasiswa, gerakan New Left, serta individu dan organisasi lain yang dianggap relevan.
Informasi tersebut disimpan dalam berkas dan diolah menjadi memorandum untuk penggunaan internal maupun distribusi kepada lembaga pemerintah tertentu.
Sebagian besar dokumen dalam sampel berkas CHAOS yang diperiksa Rockefeller Commission berupa laporan FBI yang belum diolah lebih lanjut atau bahan terbuka, seperti kliping berita.
Artinya, arsip program memuat beragam jenis informasi dengan tingkat pengolahan yang berbeda-beda.
Program ini juga berkaitan dengan intersepsi surat CIA yang memeriksa korespondensi pos antara AS dan Uni Soviet.
Informasi dari program tersebut digunakan untuk melengkapi sejumlah berkas CHAOS.
Lebih dari 300.000 Nama dalam Indeks Operation CHAOS
Laporan Rockefeller Commission mencatat bahwa CIA mengompilasi sekitar 13.000 berkas berbeda selama Operation CHAOS.
Sekitar 7.200 warga negara AS memiliki berkas individual yang lebih terperinci.
Selain itu, program tersebut menghasilkan indeks komputer yang memuat lebih dari 300.000 nama individu dan organisasi.
Selama operasi berlangsung, CHAOS menyiapkan sekitar 3.500 memorandum untuk penggunaan internal CIA.
Sekitar 3.000 memorandum didistribusikan kepada FBI, sedangkan 37 memorandum disampaikan kepada pejabat tinggi pemerintah.
Pada tahap akhirnya, program ini tercatat memiliki 52 personel sebagai staf.
Kontroversi Pengawasan Warga AS oleh CIA
CIA menjalankan fungsi intelijen yang terutama berkaitan dengan kepentingan luar negeri AS.
Operation CHAOS dibentuk untuk menyelidiki dugaan hubungan asing dengan gerakan domestik, tetapi pelaksanaannya menghasilkan informasi mengenai aktivitas politik warga AS.
Persoalan yang kemudian diperiksa adalah batas kewenangan CIA dalam mengumpulkan dan menyimpan informasi tersebut.
Arsip program mencakup aktivitas politik dan hubungan sosial yang tidak selalu menunjukkan adanya keterlibatan dengan kekuatan asing.
Keberadaan nama seseorang dalam berkas intelijen juga tidak membuktikan bahwa orang tersebut melakukan tindakan ilegal.
Untuk menilai legalitas tindakan tertentu, diperlukan bukti mengenai tindakan yang dilakukan, dasar kewenangannya, dan hasil pemeriksaan yang relevan.
Seymour Hersh Mengungkap Operation CHAOS pada 1974
Operation CHAOS menjadi perhatian publik pada Desember 1974 setelah jurnalis investigasi Seymour M. Hersh menyelidiki kegiatan CIA di dalam AS.
Pada 20 Desember 1974, Hersh bertemu dengan Direktur CIA William E. Colby dalam rangka pelaporan tersebut.
Pada 22 Desember 1974, The New York Times menerbitkan artikel Hersh berjudul Huge C.I.A. Operation Reported in U.S. Against Anti-War Forces, Other Dissidents in Nixon Years.
Artikel tersebut mengungkap operasi CIA untuk mengumpulkan informasi mengenai aktivis antiperang dan kelompok pembangkang lainnya.
Pada 23 Desember 1974, Departemen Kehakiman mengumumkan penyelidikan terhadap tuduhan tersebut. Sejumlah komite Kongres juga mulai memeriksa kegiatan CIA.
Operation CHAOS dihentikan pada 1974 ketika William Colby menjabat sebagai direktur CIA. Penghentian program berlangsung sebelum artikel Hersh diterbitkan.
Setelah pengungkapan itu, penyelidikan pemerintah terhadap kegiatan domestik CIA berlanjut.
Rockefeller Commission Menyelidiki Kegiatan Domestik CIA
Pada 4 Januari 1975, Presiden Gerald Ford membentuk President’s Commission on CIA Activities Within the United States, yang dipimpin Wakil Presiden Nelson Rockefeller.
Komisi ini bertugas memeriksa kegiatan CIA di dalam AS, termasuk pengumpulan informasi terhadap warga negara dan program intersepsi surat.
Laporan Rockefeller Commission membahas Operation CHAOS, sistem pengarsipan informasi, dan persoalan yang muncul dari kegiatan CIA di wilayah domestik.
Laporan akhirnya diterbitkan pada Juni 1975 dan mengidentifikasi berbagai persoalan mengenai batas kewenangan serta pengawasan kegiatan CIA.
Church Committee dan Penyelidikan Intelijen AS
Pada 27 Januari 1975, Senat AS membentuk Senate Select Committee to Study Governmental Operations with Respect to Intelligence Activities, yang dipimpin Senator Frank Church.
Komite tersebut menyelidiki kegiatan CIA, FBI, National Security Agency (NSA), dan lembaga pemerintah lainnya.
Penyelidikan berlangsung dalam skala besar, dengan 126 pertemuan komite penuh, 40 sidang subkomite, sekitar 800 saksi, dan sekitar 110.000 dokumen yang ditelaah.
Laporan akhir Church Committee diterbitkan pada 29 April 1976 dan memuat 96 rekomendasi legislatif serta regulasi.
Komite mengidentifikasi persoalan serius mengenai kegiatan intelijen dan perlindungan hak konstitusional warga AS.
Operation CHAOS menjadi salah satu kasus yang relevan dalam pemeriksaan pengumpulan informasi domestik. Namun, laporan Church Committee juga membahas berbagai program lain, termasuk COINTELPRO milik FBI.
Dampak Operation CHAOS terhadap Pengawasan Intelijen
Penyelidikan terhadap kegiatan intelijen pada 1970-an mendorong perubahan dalam mekanisme pengawasan pemerintah AS.
Pada 1976, Senat membentuk Senate Select Committee on Intelligence melalui Senate Resolution 400 untuk memperkuat pengawasan legislatif terhadap komunitas intelijen.
Pada 1978, Kongres mengesahkan Foreign Intelligence Surveillance Act (FISA), yang menetapkan kerangka hukum untuk bentuk pengawasan elektronik tertentu demi kepentingan intelijen asing, termasuk mekanisme permohonan surat perintah melalui pengadilan khusus.
Pada tahun yang sama, pemerintah menerbitkan Executive Order 12036 untuk menetapkan pedoman kegiatan intelijen.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari respons yang lebih luas terhadap penyelidikan mengenai berbagai kegiatan intelijen pada 1970-an.
Operation CHAOS menjadi salah satu kasus yang terdokumentasi dalam pembahasan mengenai kewenangan pemerintah, pengawasan lembaga intelijen, dan perlindungan hak warga negara.
Dokumen resmi CIA, laporan Rockefeller Commission, dan laporan Church Committee menyediakan sumber penting untuk menelusuri bagaimana operasi tersebut dijalankan dan diperiksa.
Catatan sejarah itu juga menjadi rujukan dalam pembahasan mengenai batas kegiatan intelijen di AS. [BP]
Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia agar tidak ketinggalan artikel sejarah, investigasi, dan informasi menarik lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I





