Petugas medis dengan APD
llustrasi: Petugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020)/ANTARA FOTO-Kompas/Heru Sri Kumoro/pool

Koran Sulindo – Jumlah kasus aktif virus corona atau Covid-19 di Indonesia sangat besar hingga mencapai lebih dari 175.000 kasus.

Saking besarnya, juru bicara satuan tugas penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro menganalogikan jumlah pasien yang masih terjangkit Covid-19 di Indonesia itu melebihi dua kali jumlah kapasitas penonton di Stadion Gelora Bung Karno.

“Jumlah yang banyak sekali untuk dirawat. Apabila dapat diibaratkan jumlah ini dua kali lebih besar dari kapasitas penonton Stadion Gelora Bung Karno,” kata Reisa dalam konferensi pers, Senin (1/2).

Angka itu, kata Reisa, merupakan kasus aktif yang masih terkonfirmasi virus corona dan belum dinyatakan sembuh. Saat ini, pasien tersebut berada di Rumah Sakit atau sedang menjalani isolasi mandiri.

Jumlah kasus aktif yang tinggi, kata Reisa, menambah beban rumah sakit. Saat ini, rasio keterpakaian tempat tidur di ruang gawat darurat, ICU, dan ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 sudah lebih dari 60 persen.

Angka keterpakaian tempat tidur pasien Covid-19 di Kalimantan Timur saja, kata Reisa mencapai 75 persen. Begitu juga dengan angka keterpakaian tempat tidur pasien Covid-19 di Banten.

Kemudian di DKI Jakarta, angka keterpakaian tempat tidur pasien Covid-19 mencapai 72 persen. Lalu, di Daerah Istimewa Yogyakarta 70 persen, Bali 69 persen, Jawa Barat 68 persen, Sulawesi Tengah 63 persen, dan Jawa Timur 62 persen.

Kementerian Kesehatan, kata Reisa telah mengerahkan lebih dari 30.000 relawan tenaga kesehatan, tetapi tenaga medis akan kewalahan apabila angka kasus aktif terus bertambah.

“Bukan hanya sistem kesehatan yang terbebani, namun juga kerugian moral dan material si pasien pun tidak terhitung, kehilangan hari produktif dan membuat keluarga besar dan kawan dekat menjadi khawatir,” ujar Reisa.

Reisa meminta masyarakat mengutamakan pencegahan penularan virus Covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Virus corona tidak bosan menjangkiti masyarakat yang lengah pada protokol kesehatan, lengah sedikit kita akan dalam bahaya besar,” kata Reisa. [WIS]