Mensos: E-Warong Efektif Kurangi Angka Kemiskinan

Mensos: E-Warong Efektif Kurangi Angka Kemiskinan

Ilustrasi: Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengunjungi Elektronik Warung Gotong Royong (e-Warong) Sambikerep Sukses di Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 12 Deseember 2019 lalu/kemsos.go.id

Koran Sulindo – Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan “E-Warong” Kelompok Usaha Bersama (KUBE), bagian dari Program Sembako Kementerian Sosial efektif mengurangi angka kemiskinan dan penderita “stunting” (anak kerdil) di berbagai daerah.

“Ini juga dari warga dan merupakan pemberdayaan ekonomi. Di samping menjadi tempat penyaluran sembako dan agen dari bank, warga bisa berwirausaha,” kata Mensos, usai acara penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BNPT) di E-Warong Kelompok Usaha Bersama “Mandiri Jaya” di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020), melalui rilis media.

E-Warong KUBE merupakan bantuan sosial dari Kemensos yang bertujuan memberdayakan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk memiliki kemampuan sebagai subjek yang mengelola dana bantuan sosial. Sebelumnya KPM bantuan sosial sebagai objek yang hanya sebagai penerima bantuan sosial, tapi dengan bantuan sosial E-Warong KUBE maka KPM diberikan penguatan untuk mengelola bantuan sosialnya sebagai agen bank yang dapat memfasilitasi penyaluran bantuan sosial bagi KPM lainnya.

Mitra-mitra yang digandeng itu dilatih untuk bisa berwirausaha guna peningkatan kesejahteraan keluarganya masing-masing.

“Pada tahun 2020 indeks bantuan dari BPNT mengalami kenaikan dari semula Rp110 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi Rp150 ribu per KPM untuk tiap bula,” kata Juliari.

Masing-masing KPM juga akan didampingi dan diarahkan agar bisa naik kelas menjadi keluarga sejahtera.

“Kita harapkan juga Program Sembako bisa membantu pemerintah dalam pengurangan angka stunting karena disediakan bahan makanan bergizi. Sekarang sembakonya bervariasi, dulu beras dan telur saja, sekarang ditambah ada daging ayam atau ikan dan sayuran,” katanya.

Penambahan bahan pangan pada Program Sembako ini juga mendukung Program Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kekurangan Gizi (stunting). Bahan pangan tambahan seperti sayur-mayur, buah-buahan, ikan segar, daging atau kacang-kacangan dapat diolah menjadi makanan pendamping air susu ibu (ASI), serta dapat meningkatkan varian gizi yang didapat oleh ibu hamil. [sulindox@gmail.com]