Menhub: Konektivitas Infrastruktur Baru harus Diberdayagunakan

Menhub: Konektivitas Infrastruktur Baru harus Diberdayagunakan

Ilustrasi: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau saat meninjau progres penutupan Gerbang Tol Cikarang Utama, Minggu (19/5/2019)/Kemenhub

Koran Sulindo – Pemerintah membuka masukan dari masyarakat untuk meningkatkan kemanfaatan infrastruktur yang sudah dibangun.

“Kita butuh pemikiran fresh dari anak-anak muda, pengusaha, dan unsur masyarakat lainnya yang bisa menjadi breakthrough dalam rangka memberdayagunakan konektivitas untuk meningkatkan daya saing Indonesia,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, ketika menjadi pembicara utama dalam diskusi CORE Economic Forum yang bertema “Konektivitas Memacu Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas” di Jakarta, Rabu, (12/6/2019).

Pembangunan infrastruktur secara masif oleh pemerintah diharapkan bisa memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Masukan-masukan tersebut tentunya menjadi pekerjaan rumah untuk kita. Tapi paling tidak kita sudah memulai. Indikasinya terlihat jelas bahwa investment grade kita naik dan indeks logistik kita juga naik,” katanya.

Menhub menekankan perlunya kolaborasi antara Pemerintah, BUMN, Swasta dan masyarakat untuk menciptakan kegiatan-kegiatan ekonomi memanfaatkan konektivitas itu.

“Itu bisa menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang juga bisa mencegah urbanisasi ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya,” kata Menhub.

Arus Mudik dan Balik

Dalam diskusi tersebut Menhub juga mengatakan infrastruktur pelayanan mudik dan balik tahun ini sudah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Bahwa mudik masih ada kekurangan waktu balik ke Jakarta ada yang kurang maksimal harus jadi perhatian kita. Kalau senang ya selamat, kalau kurang ya maaf. Insyaallah kita bisa lakukan dengan baik,” kata Budi Karya.

Menurut Menhub, karena membaiknya konektivitas perjalanan mudik menjadi lebih cepat.

“Tol Jakarta-Surabaya memberi kontribusi berhasil tidaknya dua tahun ini konektivitas. Bagaimana 4-5 tahun lalu bahwa kita hanya bicara mengenai Simpang Jomin yang menakutkan, bahkan saat mulai itu ada horor Brexit (Exit Tol Brebes Timur),” kata Budi.

Namun di beberapa lokasi masih terjadi kemacetan pada arus balik Lebaran 2019 ini, terutama di Gerbang Tol Cikampek Utama dan jalur tol Cikampek, dan pertemuan antara Cikampek dan Cipularang. Jalur non-tol pantai utara (Pantura) juga mengalami kemacetan imbas penerapan sistem satu arah atau one way di jalan tol. Kemacetan itu misalnya terjadi pada jalur arteri Karawang.

Selama libur Lebaran tahun ini, mayoritas masyarakat menggunakan jalan tol, khususnya Trans Jawa.

Secara umum penyelenggaraan mudik dan arus balik tahun ini sudah mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu, terutama skala kemacetan dan turunnya angka kecelakaan.

“Jalan tol Jakarta-Surabaya telah memberikan kontribusi besar dalam penyelenggaraan mudik tahun ini lebih baik,” kata Menhub.

Jumlah Penumpang Naik

Sebelumnya, Menhub mengatakan jumlah penumpang seluruh moda transportasi saat Lebaran 2019 semuanya naik, kecuali penumpang pesawat yang turun.

Jumlah peningkatan penumpang paling banyak adalah  kereta api yang sebanyak 9,5 persen. Untuk angkutan bus naik 10-15 persen dan kapal laut naik 10-15 persen.

Namun angkutan udara turun sekitar 15 persen, antara lain karena jumlah armada yang terbatas. [Didit Sidarta]