Cerita rakyat Jepang mengenal berbagai jenis yokai, yaitu makhluk gaib yang menjadi bagian dari kepercayaan dan budaya masyarakat setempat. Sosok-sosok tersebut memiliki karakter yang beragam, mulai dari makhluk yang usil hingga roh atau iblis yang menakutkan.
Salah satu yokai yang cukup dikenal adalah Dodomeki atau Todomeki. Makhluk gaib ini digambarkan sebagai sosok menyeramkan yang menjadi lambang keserakahan. Dalam berbagai legenda Jepang, Dodomeki hadir bukan hanya sebagai makhluk menakutkan, tetapi juga sebagai pengingat tentang konsekuensi dari sifat tamak.
Kisah mengenai Dodomeki telah diwariskan selama berabad-abad dan menjadi bagian dari khazanah mitologi Jepang bersama berbagai dewa, roh, dan yokai lainnya.
Ciri-ciri fisik Dodomeki
Dodomeki umumnya digambarkan sebagai sosok perempuan dengan penampilan yang tidak wajar. Ciri paling mencolok dari makhluk ini adalah kedua lengannya yang dipenuhi ratusan hingga ribuan mata kecil.
Dalam beberapa cerita, mata-mata tersebut menyerupai mata burung dan memenuhi hampir seluruh bagian lengan. Sementara dalam versi lain, mata tidak hanya terdapat pada lengan, tetapi juga menutupi sebagian besar tubuhnya.
Kulit Dodomeki digambarkan pucat hingga tampak tembus pandang, sedangkan rambutnya panjang dan terurai. Penampilan tersebut membuatnya tampak menyerupai hantu dan semakin memperkuat kesan menyeramkan yang melekat pada sosoknya.
Banyaknya mata pada tubuh Dodomeki memiliki makna simbolis. Dalam bahasa Jepang terdapat istilah chōmoku, yaitu koin tembaga kuno yang memiliki lubang di bagian tengah sehingga menyerupai mata. Kemiripan bentuk tersebut menjadi dasar hubungan antara mata pada tubuh Dodomeki dengan keserakahan terhadap harta benda.
Penggambaran Dodomeki juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Ilustrator Jepang abad ke-18, Toriyama Sekien, menampilkan Dodomeki dalam wujud yang masih menyerupai manusia dengan kedua lengan dipenuhi mata. Sementara dalam interpretasi modern, wujudnya sering digambarkan jauh lebih besar dan mengerikan.
Berbeda dengan sejumlah yokai lain yang memiliki hubungan keluarga atau berasal dari kelompok makhluk tertentu, Dodomeki digambarkan sebagai sosok yang hidup sendirian.
Dalam berbagai legenda, ia sering muncul di lokasi-lokasi terpencil maupun persimpangan jalan, yaitu tempat yang dalam kepercayaan Jepang dianggap sebagai batas antara dunia manusia dan dunia gaib.
Tidak ada kisah mengenai keturunan ataupun garis keluarga Dodomeki. Keberadaannya lebih dipahami sebagai perwujudan dari keserakahan daripada sebagai anggota suatu kelompok yokai.
Sifatnya yang selalu sendirian dianggap mencerminkan akibat dari keinginan yang tidak pernah terpuaskan terhadap kekayaan.
Memiliki beberapa nama
Selain dikenal sebagai Dodomeki, makhluk ini juga memiliki beberapa nama lain dalam cerita rakyat Jepang.
Nama Todomeki (胴目鬼) dapat diartikan sebagai “iblis bermata badan”, sedangkan Hyakume (百目) berarti “seratus mata”. Kedua nama tersebut merujuk pada ciri khas Dodomeki yang memiliki banyak mata di tubuhnya.
Di sejumlah daerah di Jepang, Dodomeki juga dikenal dengan nama Tsurube Otoshi maupun Tsuri Onna. Penyebutan tersebut berkaitan dengan legenda yang menghubungkannya dengan sumur, kolam, maupun tempat-tempat yang dipercaya dihuni roh.
Perbedaan nama ini menunjukkan adanya variasi cerita rakyat di berbagai wilayah Jepang.
Dalam legenda Jepang, kekuatan Dodomeki berpusat pada lengan-lengannya yang dipenuhi mata.
Beberapa cerita menyebutkan bahwa mata-mata tersebut mampu menyerap kekayaan milik korbannya. Harta yang berhasil dirampas kemudian berubah menjadi mata baru yang tumbuh pada tubuh Dodomeki. Gambaran ini menjadi simbol bahwa keserakahan tidak pernah mengenal kata cukup.
Versi legenda lainnya menyebutkan bahwa Dodomeki tidak hanya mencuri harta benda, tetapi juga mampu menguras energi kehidupan bahkan merampas jiwa korbannya. Makna yang ingin disampaikan tetap sama, yakni keserakahan dapat membawa kerusakan, baik secara materi maupun spiritual.
Selain itu, Dodomeki juga dipercaya mampu melepaskan mata-mata pada tubuhnya untuk dijadikan alat pengintai. Mata tersebut digunakan untuk mengawasi calon korban dari kejauhan sehingga memudahkannya memperoleh keuntungan secara tidak sah.
Meskipun terdapat berbagai versi mengenai kemampuannya, hampir semua legenda menempatkan Dodomeki sebagai simbol akibat buruk dari sifat tamak.
Dodomeki dalam budaya populer
Meski berasal dari cerita rakyat kuno, Dodomeki masih sering muncul dalam budaya populer Jepang.
Karakter ini banyak diadaptasi dalam karya sastra, manga, anime, film, permainan video, hingga permainan kartu koleksi. Para kreator biasanya mempertahankan ciri khas Dodomeki sebagai yokai bermata banyak, tetapi memberikan interpretasi baru sesuai kebutuhan cerita.
Salah satu kemunculannya yang cukup dikenal adalah dalam manga dan anime GeGeGe no Kitaro. Dalam serial tersebut, Dodomeki tampil sebagai salah satu antagonis yang berulang dengan penampilan menyeramkan, tetapi tetap membawa pesan mengenai bahaya keserakahan. Di sisi lain, karakternya juga dipadukan dengan unsur komedi khas serial tersebut.
Di luar dunia hiburan, Dodomeki juga menjadi inspirasi bagi berbagai karya seni modern. Sosoknya kerap digunakan sebagai simbol kritik terhadap materialisme dan perilaku manusia yang terlalu mengejar kekayaan. [UN]




