Megawati: Soekarno Kecil itu Pemimpin Sejati

Megawati: Soekarno Kecil itu Pemimpin Sejati

37
Ilustrasi: Presiden Megawati Soekarnoputri dan PM Malaysia Mahathir Mohammad pada 2003/AFP

Koran Sulindo – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan Mahathir Mohamad adalah pemimpin sejati. Presiden RI ke-5 itu mengaku gembira gembira atas terpilihnya Mahathir sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-7.

“Pak Mahathir sosok yang memegang prinsip. Karena keteguhannya dan kepemimpinannya yang membawa kemajuan besar di Malaysia, menjadikan beliau sering dijuluki sebagai Soekarno Kecil,” kata Megawati, di Jakarta, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Megawati, Mahathir adalah sahabat dekatnya. Ketika menjabat sebagai presiden, Megawati merasa persahabatan RI-Malaysia yang merupakan bangsa serumpun semakin kuat, termasuk dalam hal kebudayaan.

“Selamat kepada rakyat Malaysia yang telah menampilkan demokrasi dalam esensi yang paling mendasar, yakni penghormatan atas kedaulatan rakyat di dalam menentukan pemimpinnya secara demokratis,” katanya.

Pemimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) memenangkan Pemilu 2018 secara dramatis dengan mengalahkan Partai UMNO pimpinan petahanan Perdana Menteri Najib Razak.

“Dengan kemenangan di Pemilu Malaysia 2018 itu Mahathir telah membuat sejarah bagi bangsanya. Dengan kemenangan tersebut dipastikan hubungan antara Indonesia dan Malaysia dapat berjalan dengan lebih baik,” kata Megawati.

Hasil akhir pemilu Malaysia menunjukkan keunggulan koalisi PH dalam perolehan kursi parlemen atau Dewan Rakyat. Koalisi PH yang dipimpin Mahathir meraih 113 kursi dari total 222 kursi Dewan Rakyat yang diperebutkan. Sementara Koalisi Barisan Nasional yang dipimpin sang petahana Najib Razak hanya meraih 79 kursi.

Mahathir Mohammad resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia setelah mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Damansara, Malaysia, Kamis (10/5/2018) malam.

Jabatan ini merupakan yang kedua kali bagi Mahathir setelah menjadi perdana menteri pada 1981-2003.

Sementara itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingat, pertemuan terakhir antara Megawati dan Mahathir terjadi pada 14 April 2014.

“Saat itu, Ibu Megawati bersama Pak Jokowi dan Mbak Puan menerima kunjungan kehormatan Bapak Mahathir di kediaman beliau, di Teuku Umar. Pada saat itu, Pak Mahathir mendoakan Bapak Jokowi agar dapat memenangkan pemilu presiden,” kata Hasto. [CHA/DAS]