Menteri pemuda dan olahraga, Dito Ariotedjo (memukul gong) membuka acara kongres tahunan PSSI, 10 Juni 2024. Foto: Sulindo/WIEN GPM

PSSI menggelar kongres tahunan 2024 dan dibuka oleh Ketua umum PSSI, Erick Thohir hari ini, Senin 10 Juni 2024, di hotel Shangri-La Jakarta,

Ada 11 agenda yang akan dibahas dalan kongres kali ini. Para peserta menyetujui laporan PSSI tahun 2023 dan program PSSI untuk tahun 2024.

Sementara itu, agenda lainnya terkait penolakan dari pemain lokal terhadap rencana penggunaan 8 pemain asing masih dalam pembahasan, dan akan dibahas dalam agenda berikutnya.

Prihal wacana untuk menggelar Liga 4 sebagaimana diutarakan ketua umum saat pembukaan kongres, masih akan dikaji lebih dalam lagi.

“Kami beri kesempatan liga (PT Liga Indonesia Baru) dan klub untuk me-review. Apalagi ada aturan AFC sekarang yang terbaru. Yang penting kita mendukung,” kata Erick Thohir kepada wartawan saat ditanya mengenai regulasi pemain asing seusai kongres.

“Tetapi yang paling penting bagaimana liga, klub-klub harus bertransformasi seperti kita juga mendorong transformasi di ASPROV. Nanti 1-2 hari ini baru nanti yang pasti kita minggu depan menginginkan liga sudah bisa mengumumkan jadwal liga selama 3 tahun ke depan,” ujarnya menambahkan.

“Jadi jadwal liga selama tiga tahun ke depan sudah ada. Jadi nanti kita urus dengan pihak keamanan, kepolisian dll. Sudah transparan.”

Saat ditanya mengenai laporan keuangan dan lainnya, Erick Tohir menjelaskan bahwa laporan keuangan PSSI telah lolos audit.

Erick Thohir menjelaskan bahwa pendapatan federasi mencapai hampir Rp 700 miliar, yang Rp 300 miliar di antaranya didapat dari bantuan pemerintah untuk Piala Dunia U17 2023. Kurang lebih ada Rp 49 miliar dana tersisa yang menurut Erick Thohir baru terjadi pertama kalinya.

“Tapi sebagian dananya tentu kembali kepada tadi ASPROV, yang tadinya Rp 300 juta menjadi Rp 500 juta sehingga ada penaikan yang tadinya Rp 10 miliar menjadi hampir Rp 20 miliar,” tutur Erick Thohir.

“Lalu juga sisa dananya lain juga kami lakukan pembayaran-pembayaran yang kemarin sempat tertunda, yaitu Rp 90 miliar, kita sudah mulai cicil Rp 20 miliar, masih ada Rp 70 miliar,” ucapnya.

“Ya mudah-mudahan 2-3 tahun depan kami bisa cicil, sehingga nanti PSSI-nya punya dana abadi, punya kesehatan yang baik untuk siapapun pengurusan yang terdepan.”

Pada agenda lainnya, kongres tahunan ini adalah penyelarasan Permendagri Nomor 22 Tahun 2011, Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menjelaskan sinkronisasi telah dilakukan sebagai upaya untuk kemungkinan penggunaan dana APBD untuk kompetisi sekolah dan pertandingan sepak bola amatir. Diungkapkan bahwa antara perwakilan PSSI dan Kemendagri sudah bertemu dalam rangka sinkronisasi tersebut.

“Alhamdulillah komitmen dari Presiden kita, Bapak Joko Widodo dan dilanjutkan komitmen yang sudah disampaikan Presiden terpilih, Bapak Prabowo Subianto, telah dilakukan sinkronisasi. Setelah itu akan dibentuk tim untuk menyelaraskan Permendagri 22/2011 agar bisa direvisi,” kata Erick Thohir.

Erick menekankan apa yang dilakukan ini sebagai upaya mencari payung hukum. Terutama berkaitan dengan banyaknya aset yang sudah dibangun, tetapi kemudian terbengkalai dan membuat pemerintah daerah harus mengeluarkan ongkos tambahan. Nantinya pemerintah daerah dan pusat, bisa melakukan skema kerja sama dengan klub atau pihak-pihak yang bisa melakukan komersialisasi secara terukur.

“Tentu di situ ada peran PSSI untuk menilai, seperti apa kerja samanya. Namun, payung hukum harus dari Kemendagri yang hadir,” ucap Erick Thohir.

Menurut Erick, upaya revisi Permendagri untuk kompetisi sekolah dan sepak bola amatir, sekaligus pembiayaan sarpras olahraga menggunakan APBD ini merupakan bukti keseriusan Pemerintah. Bahwa pemerintah serius membangun sepak bola, tidak hanya sektor timnas tetapi juga sekolah atau amatir. [Wien]