Kembangkan Ekosistem Internet of Things, Telkomsel Buat Inkubator TINC

Kembangkan Ekosistem Internet of Things, Telkomsel Buat Inkubator TINC

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dalam peresmian Telkomsel Innovation Center di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018.

Koran Sulindo – Indonesia punya potensi besar dalam perkembangan Internet of things (IoT). Soal potensi besar itu pernah diungkapkan dalam  Tech in Asia-Jakarta pada tahun 2015 lampau. Namun, menurut Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, pasar IoT di Indonesia masih kecil.

Selama ini, produk IoT yang beredar di Indonesia pun masih produk impor. “Kita tidak bisa selalu mengandalkan atau membeli produk luar. Kita harus develop sendiri,” ujar Ririek di, Jakarta, Rabu (25/7).

Pihak Telkomsel sendiri mengaku hendak membuka diri untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan rintisan (startup), meski IoT saat ini masih terbatas penggunanya, seperti industri dan lembaga. Telkomsel pun kini membuat inkubator Telkomsel Innovation Center (TINC).

Program TINC merangkum berbagai kegiatan dalam membentuk ekosistem IoT Indonesia. Kegiatan tersebut antara lain berupa penyediaan laboratorium IoT, program mentoring dan bootcamp bersama expertise dalam bidang IoT, serta networking access bagi para startup, developer, maupun system integrator dengan para pemain industri terkait.

Menurut Manager Media Relation Telkomsel Singue Kilatmaka, IoT bertujuan untuk mempermudah kehidupan sehari-hari. “Target utamanya IoT adalah mempermudah orang dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, kalau melihat possibility [terutama] faktor industrinya, segmen industri dan kelembagaan yang paling memungkinkan, antara korporasi atau lembaga,” kata Singue.

Telkomsel membuka diri bagi startup yang memiliki ide produk IoT. Mereka dapat mengajukan proposal ke Telkomsel. Jika ide itu dinilai sejalan dan mendukung bisnis utama Telkomsel, startup akan dapat menggunakan fasilitas di TINC dan menerima pembiayaan riset dan pengembangan  sampai ide tersebut diwujudkan menjadi produk IoT.

Kendati pasar IoT di Indonesia masih relatif kecil, Singue memandang saat ini adalah waktu yang baik untuk memulai bisnis IoT, sebelum produk-produk IoT dari luar negeri banyak diimpor ke dalam negeri. “Kalau nanti yang dari luar masuk, itu barangnya sudah jadi. Kita tidak mau sekadar jadi pipa jaringan, ketika IoT masuk hanya menggunakan jaringan kita [Telkomsel]. Kami sedang transform, agar kita yang membuat produk, walaupun kolaborasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto  secara resmi membuka Telkomsel Innovation Center. Selain didampingi Ririek, Airlangga didampingi Dirjen Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan.  [RAF]