Ilustrasi: Pengemudi Gojek antre sembari menunggu pesanan di sebuah warung kopi di Jakarta Reuters/Beawiharta

Koran Sulindo – Penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi, GO-JEK, mengumumkan ekspansi ke negara tetangga.

“GO-JEK hari ini mengumumkan rencana ekspansi ke empat negara di Asia Tenggara, yaitu Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina dalam beberapa bulan ke depan untuk menghadirkan kompetisi serta pilihan layanan ride-haliling bagi masyarakat di negara-negara tersebut,” rilis resmi GO-JEK, di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

GO-JEK berkordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan setempat untuk kebutuhan operasional, sedangkan bisnis di masing-masing negara akan dijalankan oleh tim lokal yang memanfaatkan teknologi GO-JEK.

“Masing-masing perusahaan lokal akan menentukan merk dan identitasnya sendiri,” tulis rilis itu.

GO-JEK menyiapkan dana sebesar 500 juta dolar AS untuk ekspansi internasional ini setelah mendapatkan injeksi dana dari Astra, Google, Tencent, JD.COM, Meituan.

Pada 19 Januari 2018 lalu, Google menyuntikkan dana sebanyak 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 16 triliun) ke perusahaan penyedia transportasi berbasis aplikasi ini. Google tak sendirian, ada juga Temasek Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLC dan platform online China Meituan-Dianping.

Tahun lalu, JD.com asal China juga menyuntik dana sebanyak US$100 juta (sekitar Rp1,4 triliun).

Pada 12 Februari 2018 lalu, Astra International berinvestasi sebesar 150 juta dolar AS (sekitar Rp2 triliun) di GO-JEK. Dana ini lebih besar daripada yang disuntikkan Google.

Latar Belakang

Sejak awal berdiri, GO-JEK menciptakan lapangan pekerjaan kepada jutaan penduduk Indonesia. Jumlah pengemudi GO-JEK yang terdaftar saat ini mencapai lebih dari 1 juta pengemudi, dengan lebih dari 125.000 mitra usaha, dan 30.000 penyedia jasa di platformnya, yang menyediakan berbagai jenis jasa seperti transportasi, pengantaran makanan, kurir barang, jasa kebersihan, hingga keperluan pembayaran.

GO-JEK memfasilitasi lebih dari 100 juta transaksi setiap bulannya.

Bisnis awal GO-JEK adalah aplikasi transportasi online yang menghubungkan ojek motor dengan pelanggan pada 2011. Kini bisnisnya meluas ke pengantaran kuliner, kurir, pemindahan barang, dan yang terbaru adalah alat pembayaran mobile, GoPay. [DAS]