Prabowo Subianto/time.com

Koran Sulindo – Partai Gerindra secara resmi mengajukan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden pada 16 April 2019 nanti.

“Sekaligus memberikan mandat penuh untuk membangun koalisi dan memilih cawapresnya,” kata Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Rabu (11/4/2018), melalui rilis media.

Muzani memimpin Rakornas Gerindra di kediaman Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, yang juga dihadiri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKS Sohibul Iman, Amien Rais, dan Salim Assegaf.

Menurut Muzani, Prabowo langsung memerintahkan seluruh kader untuk turun berjuang bersama rakyat.

“Siang dan malam berjuang bersama rakyat,” katanya.

Wakil Ketua MPR itu juga mengatakan pada dalam pidatonya, Prabowo menyatakan menerima mandat sebagai calon presiden dan meminta untuk segera membangun koalisi Pilpres.

Rapat Partai Gerindra yang berlangsung pada Selasa (10/4/2018) kemarin dinyatakannya sebagai menentukan arah kebijakan nasional tentang rekrutmen dan seleksi caleg serta aspirasi rakyat Indonesia tentang desakan Prabowo kembali dicalonkan secara resmi oleh Gerindra.

Menurut Muzani, sebanyak 34 Dewan Pimpina Daerah dan 529 Dewan Pimpinan Cabang dan ribuan anggota DPRD secara bergantian menyampaikan aspirasi konstituennya yang menginginkan Prabowo maju sebagai capres.

“Atas desakan itu, akhirnya Pak Prabowo menerima mandat dari kader Gerindra,” kata Muzani.

PPP

Sementara itu Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi, mengatakan deklarasi Prabowo sebagai calon presiden memastikan Pemilu 2019 tidak akan ada calon tunggal.

“Hal ini mengingat sebelumnya lima partai politik di parlemen mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo sebagai calon presiden,” kata Baidowi, di Jakarta, Rabu (11/4/2018), seperti dikutip antaranews.com.

Menurut Baidowi, tugas Prabowo selanjutnya  adalah melengkapi syarat dukungan sebesar minimal 20 persen jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu Legislatif sebelumnya, sesuai ketentuan Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

PAN

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengatakan partainya belum memutuskan mendukung Prabowo dalam Pilpres 2019, meski hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Rabu (11/4/2018).

“Saat ditanya apakah PAN akan mendukung Prabowo, kami belum belum ambil keputusan,” kata Zulkifli, ¬†di Kompleks DPR Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2018), seperti dikutip antaranews.com.

Arah koalisi dan dukungan PAN dalam Pilpres 2019 baru terlihat usai PAN menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada awal Mei 2018 nanti.

Ketua MPR RI itu mengakui sudah bertemu dengan petinggi parpol lain seperti Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Partai Gerindra. [DAS]