FAO Ungkap Negara Penghasil Ikan Laut Terbesar di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Ilustrasi Nelayan

Setiap tanggal 29 Juni, dunia memperingati Hari Nelayan Internasional sebagai bentuk penghargaan kepada para nelayan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyediakan sumber pangan bergizi sekaligus menopang perekonomian melalui sektor perikanan.

Dikutip dari National Today, Hari Nelayan Internasional merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Komite Hari Nelayan di berbagai negara untuk mempromosikan pengembangan sekaligus pelestarian industri perikanan. Peringatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara nelayan, pedagang, pengolah hasil perikanan, pemerintah, organisasi nonpemerintah, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan.

Di sejumlah negara, Hari Nelayan Internasional diperingati melalui berbagai kegiatan, mulai dari festival kuliner berbahan dasar ikan, kampanye konsumsi ikan, hingga edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut.

Peran nelayan tidak hanya memastikan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Ikan laut dikenal sebagai sumber protein yang kaya nutrisi dan mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk perkembangan otak, menjaga kesehatan jantung, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Momentum ini juga sejalan dengan laporan terbaru The State of World Fisheries and Aquaculture (SOFIA) 2024 yang diterbitkan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Laporan tersebut mencatat produksi perikanan dan akuakultur dunia mencapai rekor 223,2 juta ton pada 2022, meningkat sekitar 4,4 persen dibandingkan 2020.

Dari jumlah tersebut, 185,4 juta ton merupakan produksi hewan akuatik, sedangkan 37,8 juta ton berasal dari alga. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, produksi akuakultur juga melampaui hasil perikanan tangkap sebagai sumber utama produksi hewan akuatik dunia.

Di tengah meningkatnya produksi global tersebut, Indonesia tetap menjadi salah satu negara dengan peran penting dalam sektor perikanan dunia. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), Indonesia masih berada di jajaran negara dengan hasil tangkapan ikan laut terbesar di dunia, hanya berada di bawah China.

Lantas, negara mana saja yang menjadi penghasil ikan laut terbesar di dunia? Berikut daftarnya berdasarkan data FAO.

1. China

China berada di peringkat pertama dengan total hasil tangkapan ikan laut mencapai 11,70 juta ton pada 2020.

Besarnya produksi tersebut didukung oleh jumlah nelayan yang sangat banyak. Data World Atlas mencatat sekitar 25 persen atau sekitar 14 juta penduduk China bekerja sebagai nelayan.

Sebagai pemasok utama hasil perikanan dunia, pemerintah China juga terus memperkuat sektor ini melalui penyediaan teknologi modern dan berbagai fasilitas penunjang bagi para nelayan.

2. Indonesia

Indonesia menempati posisi kedua dengan total hasil tangkapan mencapai 6,43 juta ton pada 2020.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah dengan beragam spesies ikan bernilai ekonomi tinggi, seperti tuna dan berbagai jenis ikan laut lainnya.

Produksi tersebut turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional, baik melalui pemenuhan kebutuhan domestik maupun ekspor hasil perikanan ke berbagai negara.

3. Peru

Peru berada di posisi ketiga dengan produksi ikan laut mencapai 5,61 juta ton.

Negara di kawasan Amerika Selatan ini dikenal sebagai salah satu produsen ikan terbesar di dunia. Namun, FAO mencatat produksi perikanannya mengalami penurunan akibat penangkapan ikan yang berlebihan sehingga mengancam keberlangsungan sejumlah spesies.

4. Rusia

Rusia menempati urutan keempat dengan hasil tangkapan ikan laut sebesar 4,79 juta ton.

Pencapaian tersebut didukung oleh garis pantai Rusia yang termasuk terpanjang keempat di dunia setelah Kanada dan Indonesia.

Meski demikian, FAO menilai konflik antara Rusia dan Ukraina berpotensi memengaruhi sektor perikanan, terutama terhadap aktivitas perdagangan dan distribusi hasil laut di pasar global.

5. Amerika Serikat

Amerika Serikat melengkapi lima besar negara dengan hasil tangkapan ikan laut terbesar di dunia. Pada 2020, produksinya mencapai 4,23 juta ton.

Negara tersebut terus mengembangkan industri perikanan melalui pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas penangkapan ikan. Langkah tersebut turut mendukung pemenuhan kebutuhan ikan di dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing sektor perikanannya.

Data FAO menunjukkan bahwa China masih menjadi produsen ikan laut terbesar di dunia, disusul Indonesia di posisi kedua. Capaian tersebut mencerminkan besarnya potensi sektor perikanan Indonesia, sekaligus menjadi tantangan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut agar tetap mampu mendukung ketahanan pangan dan perekonomian nasional. [UN]