Di perairan biru jernih sekitar Nusa Penida, tepatnya di kawasan Crystal Bay, sesekali muncul sosok raksasa laut yang bergerak tenang dari kedalaman. Itulah ikan mola-mola, spesies yang dikenal sebagai ikan bertulang terberat di dunia, makhluk laut yang unik dan rentan. Ikan ini memiliki banyak fakta unik, mengutip dari berbagai sumber berikut fakta uniknya.
Kemunculan ikan ini bukan peristiwa harian. Para penyelam biasanya menantikan momen tertentu, antara Juni hingga awal November, ketika suhu perairan dalam menurun. Pada waktu inilah mola-mola kerap naik dari kedalaman sekitar 40 meter menuju permukaan. Di sana, ia tampak seperti berjemur, mengapung dengan tubuh miring, seolah menikmati hangat matahari. Kebiasaan unik inilah yang membuatnya dijuluki ocean sunfish atau ikan yang mencari kehangatan di permukaan laut.
Di balik ukurannya yang luar biasa, kehidupan mola-mola justru penuh kerentanan. Populasinya kini berstatus rentan terhadap kepunahan. Ancaman datang dari berbagai arah, seperti perburuan, praktik bycatch atau tertangkapnya ikan secara tidak sengaja, hingga karakter tubuhnya sendiri. Ikan mola mola seringkali memakan sampah plastik yang dianggapnya ubur ubur, makanan favoritnya.
Sirip yang tidak lazim membuat gerakannya lambat, bahkan kerap menyebabkan ikan ini terdampar di pantai. Padahal, habitat alaminya membentang luas, dari perairan tropis hingga subtropis dengan suhu antara 10 hingga 27,5 derajat Celsius, meliputi Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, Samudra Hindia, hingga Laut Mediterania. Di Indonesia, keberadaannya paling dikenal di sekitar perairan Bali, khususnya Nusa Penida.
Secara morfologi, mola-mola adalah anomali di antara ikan. Tubuhnya nyaris tanpa ekor, digantikan oleh struktur unik bernama clavus semacam sirip yang menyatu dari bagian atas hingga bawah tubuh. Sirip punggung dan sirip duburnya justru menjadi sumber utama tenaga dorong saat berenang. Dengan bobot rata-rata mencapai satu ton, panjang tubuh antara 2,8 hingga 3,3 meter, serta bentangan sirip yang bisa mencapai lebih dari 4 meter, ia tampil sebagai raksasa laut yang tidak lazim.
Kulitnya pun berbeda dari kebanyakan ikan. Tanpa sisik, permukaan tubuh mola-mola mampu menampilkan gradasi warna, terutama saat merasa terancam. Di dalam rantai makanan, ia dikenal sebagai pemangsa ubur-ubur hewan laut tanpa tulang belakang yang menjadi santapan utamanya. Meski berukuran besar, mola-mola sama sekali tidak berbahaya bagi manusia.
Namun, ada sisi lain yang jarang terlihat. Mola-mola merupakan rumah bagi puluhan parasit bahkan hingga 54 spesies berbeda. Untuk mengatasinya, ikan ini memiliki strategi unik, yaitu naik ke permukaan untuk menarik burung laut, atau mendekat ke ikan lain agar tubuhnya dibersihkan. Pemandangan ini sering disalahartikan sebagai kondisi sekarat, karena mola-mola kerap terlihat mengapung miring, seolah tak bergerak.
Kemampuan reproduksinya juga luar biasa. Dalam sekali bertelur, seekor mola-mola betina dapat menghasilkan hingga 300 juta telur, jumlah yang menjadikannya salah satu vertebrata dengan reproduksi terbanyak di dunia. Tak heran jika dalam berbagai bahasa, ikan ini mendapat nama-nama unik yang merujuk pada bentuknya. Dalam bahasa Jerman disebut Schwimmender Kopf atau “kepala berenang,” sementara dalam bahasa Polandia dikenal sebagai samogłów, yang berarti “hanya kepala.”
Setelah menyelam hingga kedalaman 400 hingga 600 meter untuk berburu di perairan gelap, mola-mola akan kembali ke permukaan. Di sana, ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk menghangatkan tubuhnya demi kelangsungan hidupnya.
Nah, tadi merupakan beberapa fakta unik dari ikan mola mola yang perlu kamu ketahui. [UN]

