Sempat di kritik oleh Amerika Serikat (AS), dugaan kasus pelanggaran etik oleh wakil ketua KPK Lili Pintauli Siregar masih dalam proses penelusuran. Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan masih menelusuri dugaan pelanggaran kode etik itu. Lili diduga menerima gratifikasi saat menonton MotoGP di Mandalika.

Sebelumnya laporan HAM dari AS juga menyoroti pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku Lili Pintauli Siregar terkait kasus berbeda, yaitu korupsi Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara Muhamad Syahrial.

Menurut anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan sejumlah pihak terkait dugaan gratifikasi Lili.

“Sabar ya, Dewas masih proses pengumpulan bahan dan keterangan dari semua pihak terkait,” kata Haris, Jumat, 29 April 2022.

Dewas tengah menelisik laporan yang menuduh Lili menerima gratifikasi saat menonton balapan MotoGP Mandalika. Lili dan rombongannya diduga menerima fasilitas berupa tiket hingga penginapan di Lombok dari Pertamina.

Lili diduga mendapat tiket kategori Premium Grandstand Zona A selama tiga hari. Harga tiket itu Rp 2,82 juta per orang. Dia diduga juga mendapatkan fasilitas menginap di Hotel Amber Lombok Beach Resort selama sepekan pada 16-22 Maret 2022.

Perkembangan pengusutan

Beberapa waktu lalu Dewas KPK menilai Pertamina menghambat pengusutan kasus dugaan pelanggaran kode etik oleh Lili. Haris menyatakan ini karena Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sempat tak memenuhi panggilan mereka, meski pada akhirnya dia hadir.

“Klarifikasi terhadap pihak Pertamina belum tuntas karena Dirut Pertamina tidak kooperatif,” kata anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris, Selasa, 26 April 2022.

Haris mengatakan Dewas telah memanggil Nicke. Namun, Nicke tidak hadir. Menurut Haris, mangkirnya Nicke ini menghambat upaya Dewas untuk mengumpulkan bahan dan keterangan dalam kasus ini. Dewas, kata dia, jadi belum bisa memeriksa Lili karena informasi dari pihak eksternal belum rampung.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati akhirnya hadir pada Rabu, 27 April 2022. Namun Nicke bungkam dan tak menanggapi satu pun pertanyaan wartawan mengenai kasus tersebut.

Dewas memanggil Nicke untuk dimintai keterangan mengenai dugaan pemberian gratifikasi kepada Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di ajang balapan MotoGP yang digelar di Mandalika.

“Dewas memerlukan klarifikasi Dirut Pertamina atas keterangan anak buahnya,” kata anggota Dewas KPK Haris Syamsuddin, (20/04).

Hingga saat ini, Lili Pintauli belum membalas permintaan konfirmasi dari media. Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan lembaganya menyerahkan laporan itu kepada Dewas. Ia meminta masyarakat menghormati proses pemeriksaan. [DES]