Basarnas: Korban Meninggal Sungai Sempor jadi 8 Orang

Basarnas: Korban Meninggal Sungai Sempor jadi 8 Orang

Ilustasi/Antara

Koran Sulindo – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta menyatakan jumlah korban yang ditemukan tewas akibat hanyut di Sungai Sempor, Turi, Sleman saat ini menjadi delapan orang.

“Ada 8 ditemukan meninggal. Masih ada 2 yang belum ketemu,” kata Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, di Puskesmas Turi, Sleman, Sabtu (22/2/2020) seperti dikutip antaranews.com.

Dengan kembali ditemukan satu korban meninggal, maka korban yang belum ditemukan atau masih dalam pencarian berjumlah dua orang. Sebanyak 23 orang terkonfirmasi luka-luka dan 216 orang terkonfirmasi selamat.

Salah seorang korban yang ditemukan pada Sabtu (22/1), atas nama Nadine Fadilah ditemukan di dasar sungai di Dam Lengkong yang lokasinya sekitar 2 kilometer dari lokasi kegiatan susur sungai di Sungai Sempor. Setelah diidentifikasi di Puskesmas Turi, korban langsung diserahkan ke pihak keluarga.

Pada Jumat sore (21/2/2020), siswa-siswi SMPN 1 Turi Sleman yang sedang menyelenggarakan kegiatan susur sungai dalam acara Pramuka. Di tengah acara sungai tiba-tiba meluap. Total siswa yang mengikuti acara itu sebanyak 249 orang, terdiri kelas 7 sebanyak 124 siswa, dan kelas 8 sebanyak 125 siswa.

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan dua dari tiga siswa SMPN 1 Turi yang hanyut dalam musibah terseret banjir di Sungai Sempor, pada Jumat 21 Februari berhasil ditemukan.

“Alhamdulillah dua korban berhasil ditemukan, tinggal satu korban lagi yang masih dalam pencarian,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito mengapresiasi kinerja seluruh personel gabungan yang ikut serta dalam pencarian dan evakuasi siswa-siswi SMPN 1 Turi tersebut.

“Kita dibantu semua unsur, hari ini sebanyak 851 personel sangat kompak dan ini luar biasa. Terima kasih sekali mudah-mudahan dengan usaha seperti ini mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Bagus, di sela meninjau lokasi insiden hanyutnya ratusan siswa-siswi SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Turi, Sleman, Sabtu.

Sebanyak 851 personel gabungan yang terbagi dalam delapan tim mampu mencari korban yang hingga kini masih belum ditemukan. Pencarian korban menghadapi sejumlah kendala di antaranya kondisi sungai yang berbatu dan dasar sungai mengandung embung, sejenis danau di dasar sungai. [sulindox@gmail.com]