Basarah: Nilai Positif Soeharto Dilanjutkan, yang Buruk Tinggalkan!

Basarah: Nilai Positif Soeharto Dilanjutkan, yang Buruk Tinggalkan!

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah (kanan) bersama Ketua DPP bidang Hukum dan Perundang-undangan Trimedya Pandjaitan/CHA

Koran Sulindo – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional ((TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Ahmad Basarah menghormati hak hukum setiap warga negara untuk melaporkan dirinya ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. Hal ini terkait atas pernyataan politik Basarah menanggapi pernyataan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa “penyakit kanker korupsi” di Indonesia sudah sangat parah dan masuk stadium 4.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu, dalam kesempatan yang lain, koalisi parpol pendukung paslon Capres 02 juga mengkampanyekan keinginannya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kekuasaan di era Orde Baru dengan slogan kampanye “Masih enak jaman ku (Orde Baru) tho…”.

“Saya anggap laporan ke polisi tersebut sebagai peristiwa hukum yang biasa dalam sistem negara hukum Indonesia dan tidak perlu ditanggapi secara luar biasa apalagi dibesar-besarkan. Sebagai warga negara, saya akan hadapi dan ikuti proses hukum tersebut sesuai hukum yang berlaku,” kata Basarah di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Basarah yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan, bahwa apa yang disampaikan tidak terlepas dari tanggungjawab untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Termasuk menyampaikan informasi dengan cara yang benar dan seimbang terhadap berbagai upaya yang ingin menghidupkan kembali nilai-nilai kekuasaan pada masa jaman Orde Baru.

“Sebagai Orde yang telah kita koreksi bersama sesuai kesepakatan agenda reformasi nasional bangsa Indonesia tahun 1998 yang lalu. Hal-hal positif yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto kita lanjutkan tetapi hal-hal buruk dan menyakitkan bagi rakyat dan bangsa Indonesia harus dibuang dan ditinggalkan,” ucap Basarah.

Menyoal praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), Presiden RI kedua itu serta dampak sistemik yang ditimbulkannya hingga penyakit korupsi di Indonesia sudah mencapai “stadium 4” pada saat ini harus ditinggalkan dan buang jauh-jauh.

“Sebagai sebuah bangsa, kita tidak boleh lagi mundur ke belakang, mari kita siapkan masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik lagi dengan prinsip kejujuran dan gotong-royong. Semua jasa-jasa baik para pemimpin bangsa kita terdahulu kita hormati dan lestarikan. Namun, kesalahan-kesalahan dan kekeliruannya jangan dibenar-benarkan apalagi akan dilanjutkan, agar kita dapat memetik hikmahnya dan generasi-generasi muda bangsa kita berikutnya dapat hidup lebih lebih baik lagi dan bermartabat,” kata Ketua PA Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) itu.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan perlindungan bagi segenap rakyat Indonesia dan segera mengangkat derajat bangsa Indonesia ke tangga peradaban kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih tinggi lagi. Amiiin Ya Robbal Alamiin,” kata Basarah. [CHA]