Bamusi: Muslim Cyber Army Menodai Citra Islam

Bamusi: Muslim Cyber Army Menodai Citra Islam

Ilustrasi/Screen Shot Youtube

Koran Sulindo – Ketua Pengurus Pusat Baitul Muslimin IndonesiaFaozan Amar mengapresiasi kinerja kepolisian menangkap para penyebar berita bohong berbau suku, agama, ras dan antargolongan.

Menurutnya, jaringan atau pun kelompok MCA sudah meresahkan masyarakat, khususnya pengguna media sosial. “Penggunaan kata Muslim sangat menodai citra Islam itu sendiri,” kata Faozan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Faozan mengatakan, penyebaran konten hoaks berbau SARA tidak hanya bertentangan dengan hukum positif yang ada di Indonesia tetapi juga hukum agama.

Apalagi, Majelis Ulama Indonesua sudah mengeluarkan fatwa yang isinya bahwa setiap Muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan melakukan gibah atau membicarakan aib orang lain. “Fitnah, adu domba, ujaran kebencian itu tak dibenarkan oleh agama mana pun,” kata Faozan.

Karenanya, perlu peran publik guna mengantisipasi adanya
gerakan-gerakan yang ingin melepaskan diri dalam bingkai NKRI.

“Kita dukung Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut sampai ke akar-akarnya. Sehingga diketahui motif dan tujuan penyebaran berita bohong berbau SARÀ tersebut,” ujar Faozan.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Fadil Imran mengatakan, anggota kelompok ini mencapai ratusan ribu yang tergabung dalam MCA United. Kelompok ini terdiri dari beberapa grup kecil lainnya.

Di media sosial, kata Fadil, cukup banyak juga akun yang menggunakan nama MCA. MCA United merupakan grup terbuka sehingga siapa pun bisa bergabung ke dalamnya.
“Grup ini sebagai wadah untuk menampung unggahan dari anggota MCA yang upload berita, video, gambar, untuk disebarluaskan,” kata Fadil.

Dalam grup MCA tersebut, ternyata masih ada beberapa grup lagi yang bisa dirunut dan memiliki spesifikasi.

Fadil menyebut grup tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan jumlah member mencapai ratusan ribu. Grup juga memiliki grup inti eksklusif yang anggotanya dipersyaratkan menguasi teknologi dan kesamaan visi dan misi dengan MCA. Anggota inti juga menjalani pembaiatan.

Selain MCA United, terdapat juga grup Sniper MCA yang beranggotakan 177 orang yang bertuga mereport dan menyebarkan virus ke akun-akun yang dianggap sebagai lawan mereka.[CHA]