Kondisi Waduk Darma yang terlihat surut. [Foto: Sulindo/Ulfa Nurfauziah]

Kuningan – Volume air Waduk Darma di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tersisa sekitar 9 juta meter kubik atau 30 persen dari volume normal pada Oktober 2026.

Surutnya air Waduk Darma juga memperlihatkan area di bagian pinggiran waduk yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Pada sejumlah bagian, lahan yang terlihat di tepian waduk tampak digunakan untuk menanam padi.

Pesisir Waduk Darma yang surut dimanfaatkan warga untuk menanam padi, 14/10/2026. [Foto: Sulindo/Ulfa Nurfauziah]
Kondisi ini terjadi di tengah kemarau panjang, sementara waduk tersebut menjadi sumber pengairan bagi lahan sawah seluas 19.680 hektare.

Petugas OP di UPB Darma, Ahmad Mansubun Z mengatakan penyusutan air mulai terlihat sejak Juni 2026, ketika pengeluaran air untuk kebutuhan irigasi dilakukan secara rutin setelah musim hujan berakhir.

“Untuk sekarang di sekitar 9 juta meter kubik, itu sudah 30 persen dari volume normal,” kata Ahmad saat diwawancarai pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, volume normal Waduk Darma mencapai sekitar 32 juta meter kubik. Menurutnya, kondisi surut pada 2026 lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya karena kemarau panjang dan kebutuhan pengairan yang lebih luas.

Pengeluaran air dilakukan untuk memenuhi kebutuhan irigasi di wilayah yang mendapat pasokan dari Waduk Darma, termasuk daerah Kuningan dan sekitar Cirebon. Ahmad mengatakan, pengelola berupaya mengoptimalkan distribusi air untuk mengurangi risiko kekeringan lahan dan gagal panen.

Meski demikian, ia mengakui dampak kekurangan air masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

“Untuk dampaknya mungkin di beberapa wilayah ada yang kekeringan atau tidak bisa panen,” ujarnya.

Untuk mengatur penyaluran air, pengelola menggunakan Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW). Melalui perencanaan tersebut, jadwal pengeluaran air untuk kebutuhan irigasi disusun untuk satu tahun ke depan.

Ahmad menambahkan, penyusutan air waduk sebenarnya merupakan kondisi yang rutin terjadi setiap tahun. Namun, tingkat surut pada tahun ini termasuk salah satu yang paling rendah dalam riwayat Waduk Darma dan disebut hampir mendekati kondisi yang pernah terjadi pada 2012.

Di tengah kondisi tersebut, pengelola masih memiliki tampungan sekitar 6 juta meter kubik yang masuk kategori dead storage atau tampungan mati. Air dalam tampungan tersebut tidak boleh dikeluarkan.

Penyusutan volume Waduk Darma menjadi tantangan dalam pengelolaan air, terutama untuk menjaga kebutuhan pengairan lahan pertanian selama kemarau panjang.

Dengan luas sawah yang mendapat pasokan mencapai 19.680 hektare, pengaturan distribusi menjadi salah satu upaya untuk menekan dampak kekurangan air terhadap sektor pertanian. [UN]