Rekomendasi buku untuk mempelajari komunisme melalui karya Marx, Engels, Lenin, Stalin, dan tokoh Marxis lainnya. (Sumber: Dokumen Pribadi)

Komunisme merupakan gagasan politik dan ekonomi yang berkembang melalui pemikiran sejumlah tokoh sejak abad ke-19.

Mempelajari karya para tokoh komunis dan Marxis dapat menjadi salah satu cara untuk melihat langsung gagasan yang mereka tulis mengenai kapitalisme, kelas sosial, negara, revolusi, ekonomi, dan masyarakat.

Berikut 23 rekomendasi buku untuk mempelajari komunisme sebagai cara mengedukasi diri sendiri.

1. The Communist Manifesto

The Communist Manifesto, yang juga dikenal sebagai Manifesto of the Communist Party, ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels pada akhir 1847 dan pertama kali diterbitkan pada Februari 1848.

Karya ini terdiri atas pembahasan mengenai borjuasi dan proletariat, proletariat dan kaum komunis, literatur sosialis dan komunis, serta posisi kaum komunis terhadap berbagai kelompok oposisi pada masa tersebut.

Marx dan Engels membahas perkembangan masyarakat kelas, perkembangan kapitalisme, hubungan antara borjuasi dan proletariat, serta tujuan politik gerakan komunis.

Karya ini menjadi salah satu teks primer yang dapat digunakan untuk mengenal pemikiran Marx dan Engels mengenai komunisme.

2. The Principles of Communism

The Principles of Communism ditulis Friedrich Engels pada Oktober–November 1847 sebagai draf program untuk Communist League.

Karya ini pertama kali diterbitkan pada 1914, sehingga teks yang ditulis Engels pada 1847 baru dipublikasikan beberapa dekade kemudian.

Karya ini disusun dalam bentuk tanya jawab dan membahas sejumlah dasar pemikiran komunisme, seperti pengertian komunisme, proletariat, perkembangan industri, kepemilikan pribadi, hubungan kelas, serta perubahan masyarakat.

Engels juga membahas revolusi, hubungan antara proletariat dan kelompok sosial lainnya, serta sejumlah persoalan yang berkaitan dengan masyarakat komunis.

The Principles of Communism merupakan salah satu teks Friedrich Engels yang dapat digunakan untuk mempelajari pemikiran komunisme pada periode awal.

3. Das Kapital: Kritik der Politischen Ökonomie, Volume I

Das Kapital: Kritik der politischen Ökonomie, Volume I pertama kali diterbitkan pada 1867.

Dalam karya ini, Karl Marx menganalisis sistem produksi kapitalis melalui pembahasan mengenai komoditas, nilai, tenaga kerja, nilai lebih, dan modal.

Pembahasan Marx dimulai dari analisis terhadap komoditas dan berkembang ke berbagai aspek hubungan produksi kapitalis.

Buku Ini menjadi salah satu karya utama Marx dalam bidang kritik ekonomi politik.

4. The German Ideology

The German Ideology ditulis Karl Marx dan Friedrich Engels pada 1845–1846.

Naskah tersebut membahas materialisme, sejarah, pembagian kerja, kepemilikan pribadi, kelas, negara, dan komunisme.

Karya ini tidak diterbitkan secara lengkap ketika Marx dan Engels masih hidup, dan baru diterbitkan secara lengkap pada 1932.

5. Critique of the Gotha Programme

Karl Marx menulis Critique of the Gotha Programme pada 1875 sebagai kritik terhadap rancangan program Partai Buruh Jerman.

Dalam karya tersebut, Marx membahas persoalan kerja, distribusi hasil produksi, negara, kelas pekerja, serta perkembangan masyarakat setelah kapitalisme.

Karya ini juga memuat pembahasan Marx mengenai tahapan perkembangan masyarakat komunis dan prinsip distribusi yang berkaitan dengan tingkat perkembangan masyarakat.

6. Socialism: Utopian and Scientific

Socialism: Utopian and Scientific berasal dari bagian-bagian Anti-Dühring yang kemudian disusun Friedrich Engels menjadi pamflet tersendiri.

Karya tersebut pertama kali diterbitkan dalam bahasa Prancis pada 1880, kemudian diterbitkan dalam bahasa Jerman dan bahasa lainnya.

Engels membahas sosialisme utopis, materialisme dialektis, materialisme historis, serta perkembangan sosialisme dalam kaitannya dengan perkembangan masyarakat dan produksi.

7. What Is to Be Done?

Vladimir Lenin menulis What Is to Be Done? antara akhir 1901 dan awal 1902.

Karya tersebut pertama kali diterbitkan sebagai buku tersendiri pada Maret 1902.

Lenin membahas persoalan gerakan politik, hubungan antara gerakan buruh dan perjuangan politik, organisasi kaum revolusioner, serta kebutuhan terhadap surat kabar politik untuk gerakan tersebut.

Struktur buku ini mencakup pembahasan mengenai spontanitas gerakan massa, politik serikat pekerja, politik sosial-demokrat, organisasi kaum revolusioner, dan rencana surat kabar politik seluruh Rusia.

8. The State and Revolution

Lenin menulis The State and Revolution pada Agustus–September 1917 dan karya tersebut pertama kali diterbitkan pada 1918.

Buku ini membahas negara dan masyarakat kelas, hubungan negara dengan kelas, revolusi, pengalaman Komune Paris 1871, serta konsep mengenai “withering away” atau melenyapnya negara.

Dalam pembahasannya, Lenin banyak menggunakan tulisan Karl Marx dan Friedrich Engels mengenai negara dan revolusi sebagai bahan analisis.

9. Social Reform or Revolution?

Rosa Luxemburg menulis Social Reform or Revolution? dalam konteks perdebatan mengenai arah gerakan sosial-demokrat pada akhir abad ke-19.

Karya ini pertama kali diterbitkan sebagai pamflet pada 1899 dan berkaitan dengan perdebatan Luxemburg terhadap gagasan revisionisme yang dikaitkan dengan Eduard Bernstein.

Luxemburg membahas hubungan antara reformasi sosial dan tujuan sosialisme serta persoalan strategi politik gerakan buruh.

10. The Mass Strike, the Political Party and the Trade Unions

Rosa Luxemburg menulis karya ini pada 1906 setelah Revolusi Rusia 1905.

Dia membahas pemogokan massal, perjuangan politik dan ekonomi, organisasi buruh, serta hubungan antara partai politik dan serikat pekerja.

Pembahasan Luxemburg menempatkan pemogokan massal sebagai salah satu persoalan penting dalam gerakan buruh dan revolusi.

11. The Foundations of Leninism

The Foundations of Leninism berasal dari serangkaian kuliah Joseph Stalin mengenai Leninisme pada 1924.

Dalam karya tersebut, Stalin membahas akar historis Leninisme, metode dan teori, kediktatoran proletariat, persoalan petani, persoalan nasional, strategi dan taktik, serta organisasi partai.

Karya ini memperlihatkan bagaimana Stalin menjelaskan Leninisme melalui tulisan politiknya pada periode setelah kematian Lenin.

12. Dialectical and Historical Materialism

Dialectical and Historical Materialism pertama kali diterbitkan pada September 1938.

Stalin menjelaskan materialisme dialektis sebagai pandangan dunia dan metode yang dia kaitkan dengan Marxisme-Leninisme, kemudian menjelaskan materialisme historis sebagai penerapan prinsip tersebut dalam kajian kehidupan sosial dan sejarah.

Tulisan ini membahas hubungan antargejala, perubahan, kontradiksi, materialisme filosofis, kondisi material kehidupan masyarakat, serta hubungan antara struktur ekonomi dan kehidupan sosial.

13. The ABC of Communism

The ABC of Communism ditulis Nikolai Bukharin dan Evgenii Preobrazhensky pada 1920.

Kedua penulis menjelaskan dalam bagian pengantar bahwa buku tersebut dirancang sebagai buku dasar pengetahuan komunisme yang dapat digunakan di sekolah-sekolah partai maupun untuk belajar mandiri.

Bagian awal membahas masyarakat kapitalis, ekonomi komoditas, alat produksi, tenaga kerja, kondisi produksi, dan eksploitasi tenaga kerja.

Bagian berikutnya membahas imperialisme, perang, revolusi komunis, perang saudara, Internasional Kedua dan Ketiga, kediktatoran proletariat, serta pembangunan komunisme.

14. The Permanent Revolution

The Permanent Revolution merupakan karya Leon Trotsky mengenai teori revolusi permanen.

Karya ini membahas persoalan perkembangan revolusi, hubungan antara revolusi demokratis dan revolusi sosialis, serta hubungan perkembangan revolusi dengan kondisi internasional.

Buku tersebut diterbitkan di Berlin pada 1930. Karya ini menjadi salah satu tulisan Trotsky mengenai teori revolusi permanen.

15. The Revolution Betrayed

The Revolution Betrayed diterbitkan pada 1936 dan berisi analisis Trotsky mengenai perkembangan Uni Soviet pada masa pemerintahan Stalin.

Trotsky membahas kondisi ekonomi, struktur negara, perubahan sosial, politik, serta perkembangan hubungan antara negara dan masyarakat Soviet.

Karya ini merupakan tulisan politik Trotsky mengenai arah perkembangan Uni Soviet pada periode tersebut.

16. Prison Notebooks

Prison Notebooks merupakan kumpulan catatan yang ditulis Antonio Gramsci selama berada dalam tahanan pada 1929–1935.

Catatan tersebut terdiri atas sejumlah notebook dan membahas filsafat, materialisme dan idealisme, sejarah Italia, politik, kebudayaan, serta berbagai persoalan sosial.

Karena bentuk aslinya berupa kumpulan catatan, Prison Notebooks bukan satu buku tunggal yang disusun Gramsci untuk diterbitkan dalam bentuk final.

Karya tersebut kemudian diterbitkan melalui berbagai edisi.

17. Report on an Investigation of the Peasant Movement in Hunan

Report on an Investigation of the Peasant Movement in Hunan ditulis Mao Zedong pada Maret 1927 setelah melakukan penyelidikan langsung terhadap gerakan petani di Provinsi Hunan.

Mao menghabiskan 32 hari untuk melakukan penyelidikan di lima wilayah, yaitu Hsiangtan, Hsianghsiang, Hengshan, Liling, dan Changsha.

Selama penyelidikan tersebut, dia mengadakan pertemuan dengan petani dan anggota gerakan petani untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi serta perkembangan gerakan tersebut.

Dalam karya ini, pembahasan mencakup persoalan petani, organisasi gerakan petani, kelas-kelas dalam masyarakat pedesaan, serta posisi gerakan petani dalam revolusi China.

18. On Practice

On Practice, dengan subjudul On the Relation Between Knowledge and Practice, Between Knowing and Doing, ditulis Mao Zedong pada Juli 1937.

Mao menulis karya ini dalam konteks persoalan dogmatisme dan empirisme dalam Partai Komunis China.

Dia membahas hubungan antara pengetahuan dan praktik serta bagaimana pengetahuan berkembang melalui aktivitas praktis.

Dia juga menggunakan kerangka teori pengetahuan Marxis untuk membahas hubungan antara teori dan praktik.

Karya ini menjadi salah satu tulisan Mao Zedong yang membahas aspek filosofis dari pemikiran Marxis.

19. On Contradiction

On Contradiction ditulis Mao Zedong pada Agustus 1937 setelah On Practice.

Karya ini awalnya disampaikan dalam bentuk kuliah di Anti-Japanese Military and Political College di Yan’an dan kemudian direvisi Mao untuk dimasukkan ke dalam Selected Works.

Dalam On Contradiction, Mao membahas hukum kontradiksi atau kesatuan dari pertentangan sebagai salah satu prinsip utama materialisme dialektis.

Pembahasannya mencakup persoalan kontradiksi dalam proses perubahan dan perkembangan, serta sejumlah persoalan filsafat yang berkaitan dengan materialisme dialektis.

20. Naar de Republiek Indonesia

Naar de Republiek Indonesia atau Menuju Republik Indonesia ditulis Tan Malaka pada 1925 ketika dia berada di luar Indonesia.

Buku ini membahas situasi dunia, kondisi Indonesia, serta tujuan politik menuju pembentukan Republik Indonesia.

Dalam karya Tan Malaka ini, pembahasan mencakup persoalan imperialisme, kondisi politik Indonesia, persatuan Indonesia, serta program politik yang berkaitan dengan perjuangan menuju Republik Indonesia.

Karya ini dapat digunakan untuk mempelajari pemikiran Tan Malaka mengenai kemerdekaan Indonesia dan hubungannya dengan pemikiran Marxis pada 1920-an.

21. Massa Actie
Massa Actie atau Aksi Massa ditulis dan pertama kali diterbitkan di Singapura pada 1926.

Karya Tan Malaka ini membahas aksi massa sebagai bentuk perjuangan politik serta persoalan gerakan dan organisasi dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dalam Massa Actie, Tan Malaka membahas hubungan antara perjuangan politik, gerakan massa, dan organisasi pergerakan.

22. Madilog
Madilog, singkatan dari Materialisme, Dialektika, dan Logika, ditulis Tan Malaka di Rawajati, dekat Kalibata, Jakarta, selama sekitar delapan bulan dari 15 Juli 1942 hingga 30 Maret 1943.

Karya ini kemudian dikenal sebagai salah satu tulisan utama Tan Malaka mengenai filsafat dan metode berpikir.

Dalam Madilog, Tan Malaka membahas logika, filsafat, ilmu pengetahuan, dialektika, dan logika melalui kerangka pemikiran yang ia sebut Madilog.

23. Gerpolek

Gerpolek merupakan singkatan dari Gerilya, Politik, dan Ekonomi dan ditulis Tan Malaka pada Mei 1948 ketika dia berada dalam tahanan.

Karya ini membahas hubungan antara perjuangan gerilya, persoalan politik, dan persoalan ekonomi dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Mempelajari komunisme secara lebih utuh penting agar pemahaman kita tidak berhenti pada stigma dan anggapan yang tidak benar. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia untuk mendapatkan artikel edukatif mengenai sejarah, politik, ekonomi, dan berbagai isu sosial lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I