Mantan Menpora, Dito Ariotedjo usai menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi dugaan penyimpangan kuota haji. (Foto: Sulindo)

Jakarta — Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, memberikan keterangan usai dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan penyimpangan kuota haji di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

​Dito mengaku lega dapat memberikan penjelasan secara terbuka di hadapan majelis hakim terkait agenda kunjungan kerja bersama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke Arab Saudi yang belakangan disorot penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

​”Alhamdulillah saya senang di sidang. Kalau di pemeriksaan KPK kan kami tidak bisa menyuarakan dan didengar oleh banyak orang. Sekarang di sidang sudah kami jelaskan dan terbuka untuk umum, jadi clear-lah maksud dan tujuan waktu saya diperiksa KPK dan kenapa saya ikut mendampingi Bapak Presiden ke Arab Saudi,” ujar Dito kepada wartawan di PN Jakarta Pusat.

​Dito meyakini kunjungan kerja tersebut murni dilakukan untuk memperjuangkan tambahan kuota haji bagi jamaah Indonesia. “Prinsipnya saya yakin kunjungan bersama Pak Jokowi ini menghasilkan kuota tambahan baik untuk umat, ya tapi kita sedih juga kalau memang ada salah-salah,” katanya.

​Dalam persidangan, Dito turut dicecar mengenai foto pertemuannya dengan Fuad Hasan Masyhur yang sempat diperlihatkan oleh penyidik KPK saat proses penyidikan. Dito menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan pembagian kuota haji 2024.

​”Saya tadi sampaikan di sidang, saya rasa tidak ada korelasinya. Itu pertemuan saat Olimpiade, dan itu jauh setelah haji 2024,” jelasnya.

​Terkait pembahasan kuota haji dalam pertemuan bilateral dengan Kerajaan Arab Saudi, Dito mengungkapkan bahwa saat pertemuan tingkat kepala negara, tidak ada pembahasan mengenai jumlah spesifik maupun pembagian kuota haji. Mengenai ketiadaan Menteri Agama dalam kunjungan tersebut, Dito menduga hal itu berkaitan dengan fokus forum.

​”Pas pertemuan dengan Raja Arab itu tidak ada pembahasan jumlah maupun pembagiannya. Mungkin kan itu forum ekonomi dan ada lanjut bilateral yang ada kerja sama MoU antara pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi,” tutur Dito.

​Dito juga membantah adanya intervensi atau lobi-lobi dari pihak tertentu, termasuk Fuad Hasan Masyhur, yang mempengaruhi pembagian kuota haji melalui dirinya.

​”Kalau ke saya tidak, setahu saya tidak. Itu semuanya proper apa yang dilakukan beliau sebagai asosiasi dengan Kementerian Agama. Jadi saya tidak tahu detailnya,” pungkasnya. [IQT]