Lintang Sukma Rahmawati Tenaga Ahli Kementerian PPN/Bappenas, (Foto: Sulindo/Ulfa Nurfauziah)

KUNINGAN, koransulindo.com – Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, menjadi lokasi piloting verifikasi kelembagaan Posyandu dalam Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Phase 2, Jumat (28/8/2026).

Verifikasi yang melibatkan tim Kementerian PPN/Bappenas bersama sejumlah kementerian dan pemerintah daerah tersebut tidak hanya untuk melihat kelengkapan kelembagaan Posyandu, tetapi juga menguji mekanisme verifikasi yang akan digunakan dalam pelaksanaan program ke depan.

Tenaga Ahli Kementerian PPN/Bappenas, Lintang Sukma Rahmawati, mengatakan Desa Cimenga dipilih setelah melalui proses penyaringan terhadap desa-desa di Indonesia. Desa tersebut dinilai telah memiliki sejumlah kelengkapan kelembagaan Posyandu.

“Tujuannya lebih ke piloting bagaimana kita memverifikasi untuk project ini ke depannya. Salah satunya adalah untuk memverifikasi kelembagaan Posyandu yang ada di Desa Cimenga,” ujar Lintang.

Menurut Lintang, Desa Cimenga telah memiliki SK Tim Pembina Posyandu serta melaksanakan peningkatan kapasitas. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk melihat secara langsung bagaimana kelembagaan Posyandu yang telah dibentuk berjalan di tingkat desa.

Hasil verifikasi menunjukkan kelengkapan tersebut memang telah tersedia dan berjalan. Karena itu, Desa Cimenga dinilai dapat menjadi salah satu acuan dalam proses verifikasi kelembagaan Posyandu berikutnya.

“Memang ketika diverifikasi benar sudah ada seperti itu, dan ini bisa menjadi benchmark kita juga untuk verifikasi ke depannya,” katanya.

Lintang menegaskan, proses piloting tersebut bukan ditujukan untuk mencari kekurangan di Desa Cimenga. Sebaliknya, praktik yang dinilai sudah baik di desa tersebut akan dipelajari untuk menjadi contoh bagi daerah atau desa lainnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan, H. Emon Rukmana, S.Sos., mengatakan hasil verifikasi tersebut akan menjadi bahan untuk memperkuat pembinaan Posyandu di wilayah Kuningan.

DPMD, kata Emon, akan menyampaikan hasil kegiatan kepada Posyandu yang belum menjalani proses verifikasi. Pembinaan juga akan diperkuat melalui peningkatan kapasitas kader.

“Untuk ke depan mungkin akan lebih meningkatkan karena hasil verifikasi ini akan saya sampaikan ke Posyandu-Posyandu yang belum terverifikasi,” ujar Emon.

Ia berharap dukungan anggaran dapat memperkuat program peningkatan kapasitas kader sehingga para kader semakin memahami tugas dan fungsinya dalam menjalankan pelayanan Posyandu.

“Memang di antaranya sudah kita pembinaan, sekalian pembinaan ke tiap Posyandu sudah, tapi kita akan lebih kuat lagi. Mudah-mudahan anggarannya ada, ada peningkatan kapasitas kader Posyandu,” katanya. [UN]