Mitos mengenai setiap manusia memiliki 7 kembaran di dunia merupakan mitos yang berkembang secara global. Mitos tersebut menyebutkan mengenai setiap orang memiliki 7 orang lain dengan wajah yang mirip atau identik meski tidak memiliki ikatan darah. Fenomena tersebut sering disebut juga doppelganger (kembaran) namun belum ada penelitian yang spesifik menyatakan angka 7 sebagai jumlah kembaran manusia.
Seperti yang dialami Raja Umberto I dari Italia dimana Ia memiliki kembaran yang merupakan seorang pemilik restoran dengan wajah, tinggi, serta perawakan yang identik dengannya.
Kisah ini populer karena diceritakan mengenai kebetulan yang sangat tidak terduga.
Umberto Ranieri Carlo Emanuele Giovanni Maria Ferdinando Eugenio di Savoia (14 Maret 1844 – 29 Juli 1900) adalah Raja Italia dari 9 Januari 1878 hingga meninggal pada 29 Juli 1900. Ia naik tahta menggantikan ayahnya, Victor Emmanuel II yang turun tahta karena meninggal dunia.
Raja Umberto I sangat dibenci di kalangan sayap kiri karena konservatismenya dan dukungannya terhadap pembantaian Bava Beccaris di Milan, di mana demonstrasi atas kenaikan harga pangan ditindas secara brutal oleh militer. Ia juga sangat dibenci oleh kaum anarkis Italia, yang berupaya membunuhnya pada tahun pertama pemerintahannya.
Dilansir dari Medium, Raja Umberto I dari Italia pada 28 Juli 1900 saat dirinya akan menghadiri acara atletik, Ia sempat singgah disebuah restoran di Monza. Mendengar restoran tersebut didatangi seorang Raja, pemilik restoran tersebut kemudian mendatangi sang Raja yang sedang duduk di meja makan restoran miliknya.
Keduanya mengobrol dan serangkaian kebetulan aneh terungkap dalam obrolan tersebut.
Raja dan pemilik restoran sama-sama memiliki nama Umberto. Lahir di kota yang sama yakni kota Turin dengan hari yang juga sama. Kebetulan ini berlanjut dimana Raja Umberto I dan Umberto si pemilik restoran menikah dihari yang sama, dengan istri yang memiliki nama yang sama yakni Margherita. Restoran milik Umberto juga didirikan di hari yang sama saat penobatan Umberto I menjadi raja.
Atas hal tersebut, Raja Umberto I kemudian mengundang Umberto si Pemilik Restoran untuk ikut menghadiri acara Atletik bersama dengannya. Namun saat Raja Umberto I tiba di Stadion tempat acara berlangsung, Ia mendapat kabar kalau Umberto si pemilik restoran telah meninggal dunia dalam insiden penembakan misterius. Tak lama berselang, seorang anarkis bernama Gaetano Bresci di Monza membunuh Raja Umberto I pada 29 Juli 1900.
Cerita ini memang sangat menarik dan populer namun para sejarawan menganggap kisah kebetulan tragis ini sebagai legenda urban atau fiksi. Meski demikian kejadian pembunuhan Raja Umberto I oleh Gaetano Bresci merupakan kejadian nyata. [IQT]




