Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa, di Istana Presiden Jakarta, Rabu (22/10). (Sumber: Yotube Sekretariat Presiden)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa, di Istana Presiden Jakarta, Rabu (22/10). (Sumber: Yotube Sekretariat Presiden)

JAKARTA Presiden Republik Indonesia, PrabowoSubianto,menerima kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan,Matamela CyrilRamaphosa, di IstanaPresiden Jakarta, Rabu (22/10).Kunjungan tersebut menjadi momentumdalam memperkuat hubungan bilateralkedua negara yangtelah terjalin selama lebih dari tiga dekade sejak dibukanya hubungan diplomatic Indonesia-Afrika padatahun 1994.

Hubungan Indonesia dan Afrika Selatansudah berjalan selama 31tahun dimana hubungan tersebut diresmikan dengan pendirian hubungan diplomatik padaAgustus 1994 dankedutaan besar Afrikadidirikan di Jakartasetahun setelahnya yakni padaJanuari 1995. Padatahun yangsama, Indonesia jugamembuka kedutaan besarnya di Pretoria Afrika Selatan,atau lebih tepatnya di 949 Francis Baard Street, Hatfield, Pretoria 0083.

Meski hubungan Indonesia dan Afrikasecara resmi dibentuk padatahun 90-annamun secara histori hubungan Indonesia-Afrikasudah terjalin padaabad ke 16yakni pada 1693dimana Syekh Yusuf AbulMahasin Tajul Khalwati Al-Makassari Al-Bantani yangsaat itu diasingkan olehPemerintah Kolonial Belandake Afrika Selatan padaJuli 1693 yangsebelumnya diasingkan terlebih dahulu ke SriLangka. Karenajasanya,Syeh Yusufdianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2005.

Presiden Afrika Selatan,Matamela CyrilRamaphosa merupakan seorang politikus,aktivis danpemimpin serikat dagang Afrika Selatan yangmenjabat sebagai Deputi Presiden saat kepemimpinan Jacob Zumasejak 2014.Dirinya terpilih sebagai Deputi African National Congress (ANC)saat konferensi ANC yangdiselenggarakan diMangaung padaDesember 2012.Ia jugamenjadi Ketua Komisi Perencanaan Nasionaldimana dirinya bertanggung jawab untuk melakukan perencanaan stategis pada negaratersebut.

Ramaphosa lahir di Soweto Johannesburg pada 17 November 1952.Ia merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara dari pasangan Erdmuth dan SamuelRamaphosa,seorang pensiunan polisi.Ia menikah dengan Dr. Tshepo Motsepe dandikaruniai empat oranganak.

Ramaphosa sempat mengenyam Pendidikan di Universitas Afrika Selatan,Damelin danmendapat gelar Sarjana Kejaksaan (B.Proc) padatahun 1981.

Ramaphosa jugasempat terpilih sebagai sekretaris jenderal ANC dibawah presiden ANC Nelson Mandela danmenjadi kepala negosiator ANCselama negosiasi yangmengakhiri apartheid.

Sebelum menjadi Presiden,Ramaphosa sempat menjabat sebagai wakilpresiden Afrika Selatan dibawah Presiden Jacob Zumadari tahun 2014hingga 2018. PadaKonferensi Nasional ke-54 ANC padatanggal 18Desember 2017,ia terpilih sebagai presiden ANC.Dua bulan kemudian,atau sehari setelah Zumamengundurkan diri padatanggal 14Februari 2018,Majelis Nasional (NA)memilih Ramaphosa sebagai presiden Afrika Selatan.

Ia memulai masajabatan penuh pertamanya sebagai presiden padabulan Mei 2019setelah kemenangan ANCdalam pemilihan umum tahun 2019.Saat menjadi presiden,Ramaphosa menjabat sebagai ketua Uni Afrikadari tahun 2020hingga 2021  danmemimpin tanggapan Afrika Selatanterhadap pandemi COVID-19. [IQT]