Meninjau portofolio adalah langkah penting yang harus dilakukan sebelum melamar kerja. (Sumber: Pexels)

Portofolio kerja berfungsi untuk menunjukkan karya dan kemampuan kepada calon pemberi kerja.

Cara membuat portofolio perlu disesuaikan dengan posisi yang ingin dilamar. Pemilihan karya, struktur informasi, format, hingga aksesibilitas menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Berikut 13 tips membuat portofolio kerja yang harus diterapkan sebelum melamar kerja.

1. Tentukan Posisi yang Ingin Dilamar

Sebelum membuat portofolio, tentukan pekerjaan atau bidang yang dituju.

Posisi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan karya dan kemampuan yang perlu ditampilkan.

Misalnya, portofolio untuk posisi Content Writer dapat berisi karya tulis.

Sementara itu, kandidat di bidang desain dapat menampilkan karya visual yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

2. Pelajari Persyaratan dalam Lowongan Kerja

Perhatikan kualifikasi dan keterampilan yang tercantum dalam lowongan pekerjaan.

Informasi tersebut dapat membantu kamu menentukan karya yang relevan untuk dimasukkan ke dalam portofolio.

3. Pilih Karya yang Relevan

Portofolio tidak harus berisi seluruh karya yang pernah dibuat.

Pilih beberapa karya yang paling relevan dengan pekerjaan yang dituju dan dapat menunjukkan kemampuan yang diperlukan.

Karya yang dipilih juga perlu merepresentasikan kualitas pekerjaan yang ingin ditunjukkan kepada perekrut.

4. Berikan Penjelasan pada Setiap Karya

Setiap karya dalam portofolio sebaiknya memiliki konteks yang jelas.

Sertakan informasi singkat mengenai latar belakang atau tujuan proyek serta kontribusi yang dilakukan dalam pengerjaannya.

Penjelasan tersebut membantu perekrut memahami proyek dan peran yang dilakukan dalam menghasilkan karya.

5. Cantumkan Hasil atau Pencapaian jika Tersedia

Jika sebuah proyek memiliki hasil yang dapat diukur, cantumkan informasi tersebut dalam portofolio.

Misalnya, proyek digital marketing dapat dilengkapi data mengenai performa konten atau perubahan engagement rate.

Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai hasil pekerjaan yang ditampilkan.

6. Masukkan Proyek Kuliah atau Proyek Pribadi yang Relevan

Portofolio kerja tidak harus selalu berisi pengalaman profesional.

Mahasiswa atau orang yang masih memiliki pengalaman kerja terbatas dapat menggunakan tugas kuliah, proyek akademik, kegiatan organisasi, atau proyek pribadi.

Karya tersebut dapat dimasukkan selama memiliki relevansi dengan pekerjaan yang dituju dan dapat menunjukkan skill yang diperlukan.

7. Buat Struktur Portofolio yang Jelas

Susun portofolio agar informasi penting mudah ditemukan.

Profil singkat, karya, informasi yang relevan, dan kontak dapat ditempatkan dalam struktur yang teratur.

Bagian karya perlu mendapatkan ruang yang memadai karena menjadi tempat untuk menunjukkan hasil pekerjaan.

8. Gunakan Desain yang Rapi dan Mudah Dibaca

Tampilan portofolio perlu dibuat dengan tata letak yang teratur.

Perhatikan penggunaan tipografi, jarak, gambar, serta elemen visual lainnya agar informasi tetap mudah dibaca.

Untuk portofolio desain, elemen visual juga dapat menunjukkan kemampuan kandidat.

Pada bidang lain, desain yang sederhana dan terstruktur dapat membantu pembaca memahami isi portofolio.

9. Pilih Format Portofolio yang Sesuai

Portofolio kerja dapat dibuat dalam berbagai format, termasuk PDF dan website.

Pilihan format dapat disesuaikan dengan jenis karya yang ingin ditampilkan.

Jenis pekerjaan juga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih platform.

Ini karena karya tulisan, desain, fotografi, video, dan proyek digital memerlukan cara penyajian yang berbeda.

10. Pastikan Portofolio Mudah Diakses

Jika menggunakan portofolio digital, pastikan perekrut dapat membuka dan melihat seluruh karya yang ditampilkan.

Periksa tautan dan pengaturan akses sebelum mengirimkannya.

Versi PDF juga dapat disiapkan sebagai format portofolio yang mudah dikirim ketika diperlukan dalam proses lamaran kerja.

11. Cantumkan Informasi Kontak

Informasi kontak perlu ditempatkan pada bagian yang mudah ditemukan.

Nama, alamat email, nomor telepon, LinkedIn, atau URL portofolio dapat dicantumkan sesuai kebutuhan.

Informasi tersebut akan memudahkan perekrut menghubungi kandidat setelah melihat portofolio.

12. Sesuaikan Portofolio dengan Setiap Lamaran

Isi portofolio harus dikurasi berdasarkan posisi dan perusahaan yang dituju.

Pilih karya yang memiliki hubungan dengan pekerjaan yang sedang dilamar.

Jangan gunakan satu portofolio yang sama untuk semua lamaran kerja, karena setiap posisi dapat memiliki persyaratan dan kebutuhan yang berbeda.

13. Perbarui Portofolio Secara Berkala

Portofolio perlu diperbarui ketika terdapat karya atau pengalaman baru yang relevan.

Karya lama juga dapat ditinjau kembali untuk melihat apakah masih sesuai dengan bidang yang ingin dituju.

Portofolio kerja yang relevan, terstruktur, dan mudah diakses akan membantu perekrut memahami karya serta kemampuan kandidat.

Karena itu, pastikan portofolio siap digunakan sebelum dikirim untuk lamaran kerja. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia dan dapatkan akses ke berbagai artikel bermanfaat lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I