Ini cara mengatur keuangan pribadi agar dana tidak cepat habis. Lakukan secara berkala dengan menyesuaikan pada keadaan sebenarnya. (Sumber: Pexels)

Mengatur keuangan pribadi merupakan langkah penting untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali dan mencapai tujuan finansial. Tanpa perencanaan yang jelas, penghasilan bulanan akan cepat habis.

Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyediakan berbagai materi edukasi mengenai perencanaan keuangan.

Berikut ini 12 tips mengatur keuangan pribadi yang wajib kamu terapkan.

1. Periksa Kondisi Keuangan Sebelum Membuat Anggaran

Catat penghasilan bersih, pengeluaran bulanan, tabungan, aset, dan utang yang masih harus dibayar (jika ada).

Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan jumlah uang yang dapat dialokasikan bagi kebutuhan sehari-hari dan tujuan finansial. Periksa pula pengeluaran rutin seperti biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, tagihan listrik, serta cicilan.

Kelompokkan pengeluaran tidak rutin secara terpisah agar kebutuhan yang muncul pada waktu tertentu tetap masuk dalam perencanaan.

Jika pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, identifikasi hal-hal yang dapat disesuaikan.

2. Tentukan Tujuan Keuangan Jangka Pendek dan Panjang

Tujuan keuangan membantu menentukan prioritas penggunaan uang. Tetapkan jumlah uang yang dibutuhkan dan batas waktu pencapaiannya.

Sebagai contoh, target tabungan Rp12 juta dalam 12 bulan memerlukan setoran rata-rata Rp1 juta per bulan, dengan asumsi tidak ada bunga atau imbal hasil.

Jika ada beberapa target sekaligus, tentukan prioritas berdasarkan urgensi, kebutuhan, dan kemampuan finansial.

Evaluasi kembali target tersebut ketika penghasilan, tanggungan, atau kewajiban mengalami perubahan.

3. Buat Anggaran Bulanan yang Realistis

Anggaran bulanan membantumu mengatur penghasilan agar penggunaannya sesuai prioritas. Alokasikan uang untuk kebutuhan pokok, tagihan rutin, cicilan, tabungan, dana darurat, dan kebutuhan pribadi.

Susun anggaran berdasarkan penghasilan bersih yang benar-benar diterima. Perhitungkan pula jumlah tanggungan dan biaya hidup karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda.

Hindari menetapkan alokasi yang terlalu ketat hingga sulit diterapkan. Anggaran perlu memberikan ruang bagi pengeluaran berkala yang dapat diperkirakan, seperti biaya pendidikan atau perawatan kendaraan.

4. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan Sebelum Berbelanja

Membedakan kebutuhan dan keinginan merupakan salah satu cara mengendalikan pengeluaran. Kebutuhan mencakup pengeluaran penting untuk kehidupan sehari-hari, seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, dan tagihan wajib.

Sementara itu, keinginan dapat mencakup pembelian barang atau layanan yang masih bisa ditunda.

Sebelum membeli sesuatu, periksa apakah barang tersebut sudah masuk anggaran dan apakah pembeliannya akan mengganggu kebutuhan yang lebih mendesak.

Jika dana belum mencukupi, pertimbangkan untuk menunda pembelian. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi pembelian impulsif ketika menghadapi diskon, promosi, atau penawaran belanja daring.

5. Catat Pemasukan dan Pengeluaran Setiap Hari

Pencatatan keuangan membantu mengetahui ke mana uang digunakan. Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran, termasuk transaksi melalui rekening bank, kartu pembayaran, serta dompet digital.

Gunakan buku catatan, spreadsheet, atau aplikasi keuangan sesuai kebutuhan. Kelompokkan transaksi berdasarkan kategori, misalnya makanan, transportasi, tagihan, hiburan, dan belanja pribadi.

Pada akhir bulan, bandingkan pengeluaran aktual dengan anggaran yang telah dibuat.

Periksa kategori yang mengalami pembengkakan agar penyesuaian pada bulan berikutnya dapat dilakukan berdasarkan data transaksi.

6. Sisihkan Uang Tabungan Setelah Menerima Gaji

Salah satu tips mengatur gaji bulanan adalah menetapkan alokasi tabungan sejak awal. Setelah menerima penghasilan, sisihkan nominal yang sudah direncanakan sebelum menggunakan sisa dana untuk pengeluaran lain.

Jumlah tabungan perlu disesuaikan dengan penghasilan bersih, biaya hidup, tanggungan, dan cicilan. Jika kemampuan menabung masih terbatas, mulailah dengan nominal yang realistis, kemudian tingkatkan ketika kondisi finansial menjadi lebih baik.

7. Siapkan Dana Darurat untuk Kebutuhan Mendesak

Dana darurat adalah simpanan yang diperuntukkan bagi kejadian tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis mendesak, atau perbaikan kendaraan yang diperlukan.

Dana ini membantu menyediakan sumber pembayaran ketika pengeluaran mendadak muncul. Besaran dana darurat dapat dihitung berdasarkan pengeluaran rutin bulanan.

Kementerian Keuangan menyebut tiga hingga enam bulan pengeluaran sebagai salah satu acuan bagi individu lajang tanpa tanggungan. Kebutuhan keluarga, pekerja lepas, atau orang dengan penghasilan tidak tetap dapat memerlukan cadangan yang lebih besar.

Target dana darurat perlu disesuaikan dengan kestabilan penghasilan, jumlah tanggungan, dan risiko finansial.

Simpan dana tersebut pada tempat yang relatif aman dan mudah dicairkan, serta pisahkan penggunaannya dari uang belanja sehari-hari.

8. Kendalikan Utang dan Cicilan Bulanan

Utang dan cicilan perlu masuk dalam anggaran karena mengurangi pendapatan yang tersedia untuk kebutuhan lain. Catat jumlah kewajiban, suku bunga, biaya tambahan, serta tanggal jatuh tempo setiap pembayaran.

Jika memiliki beberapa utang, evaluasi biaya dan bunganya untuk menentukan strategi pelunasan yang sesuai. Pastikan pembayaran dilakukan sesuai jadwal untuk menghindari denda dan tunggakan.

9. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Diperlukan

Periksa kembali pengeluaran yang dapat dikurangi tanpa mengganggu kebutuhan pokok. Contohnya adalah langganan digital yang jarang digunakan, pembelian impulsif, dan pengeluaran hiburan yang melampaui anggaran.

Sebelum memanfaatkan promosi, periksa apakah barang yang ditawarkan memang diperlukan. Diskon tidak otomatis membuat suatu pembelian lebih hemat jika barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan.

Evaluasi pengeluaran secara berkala untuk menemukan biaya yang dapat dihentikan, dikurangi, atau dialihkan ke kebutuhan yang lebih penting.

10. Rencanakan Pengeluaran Tahunan dan Berkala

Pengeluaran yang tidak muncul setiap bulan tetap perlu dimasukkan dalam perencanaan keuangan. Contohnya meliputi pajak kendaraan, biaya pendidikan, premi asuransi tahunan, dan perawatan kendaraan.

Perkirakan nominal serta waktu pembayaran setiap kebutuhan tersebut. Jika biaya yang harus dibayar sebesar Rp2,4 juta dalam 12 bulan, misalnya, alokasi rata-rata Rp200 ribu per bulan dapat digunakan untuk mempersiapkan dana tersebut, dengan asumsi periode persiapan dimulai sejak awal.

Pisahkan alokasi ini dari dana darurat dan tabungan untuk tujuan lain agar penggunaannya lebih terarah.

11. Gunakan Metode 50/30/20 jika Sesuai dengan Kondisi Keuangan

Metode 50/30/20 merupakan salah satu cara membagi penghasilan dalam anggaran pribadi. Dalam metode ini, 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan serta tujuan finansial.

Sebagai ilustrasi, seseorang dengan penghasilan bersih Rp5 juta dapat mengalokasikan Rp2,5 juta untuk kebutuhan, Rp1,5 juta untuk keinginan, dan Rp1 juta untuk tabungan serta tujuan finansial.

Jika biaya hidup dan cicilan sudah menyerap sebagian besar penghasilan, persentasenya perlu disesuaikan dengan keadaan sebenarnya.

Prioritaskan kebutuhan pokok dan kewajiban yang harus dibayar ketika menyusun anggaran.

12. Evaluasi Anggaran Keuangan Setiap Bulan

Evaluasi bulanan membantu mengetahui apakah rencana keuangan berjalan sesuai target.

Bandingkan anggaran dengan transaksi aktual, periksa perkembangan tabungan, dan tinjau pembayaran cicilan. Jika pengeluaran melebihi rencana, cari penyebabnya sebelum menentukan perubahan.

Apabila penghasilan berubah atau muncul kebutuhan baru, sesuaikan alokasi dana berdasarkan prioritas dan kemampuan membayar.

Perbarui pula target tabungan dan dana darurat sesuai perkembangan kondisi finansial. Dengan evaluasi berkala, anggaran dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan yang benar-benar dihadapi. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia dan dapatkan lebih banyak artikel bermanfaat lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I