Xi Jinping Tiba di Moskow, Ini Agenda Pembicaraan Rusia-China

Xi Jinping tiba di Moskow. (Sumber: South China Morning Post)

Jakarta – Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping telah tiba di Moskow pada Rabu (07/05/2025) sore waktu setempat untuk kunjungan kenegaraan penting yang dapat memperkuat hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Saat mendarat di bandara Vnukovo-2 Moskow, Xi menyatakan keyakinannya bahwa perjalanan tersebut akan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua negara.

“Saya akan bertemu dengan Presiden Putin untuk bertukar pandangan secara mendalam mengenai hubungan bilateral, kerja sama praktis, serta isu-isu internasional dan regional utama yang menjadi kepentingan bersama,” kata Xi dalam pernyataan tertulisnya, dikutip dari South China Morning Post.

“[Ini] akan menyuntikkan dorongan kuat ke dalam pertumbuhan kemitraan strategis komprehensif China-Rusia untuk koordinasi di era baru.”

Ia juga memuji persahabatan antara China dan Rusia, menyebut kedua negara sebagai “tetangga baik yang tidak dapat dipisahkan, sahabat sejati yang berbagi suka dan duka, dan mitra baik yang memungkinkan keberhasilan satu sama lain”.

Beberapa jam sebelum Xi mendarat, otoritas setempat mengatakan sejumlah pesawat tak berawak Ukraina ditembak jatuh di dekat ibu kota, dan sejumlah bandara di Moskow terpaksa ditutup sementara.

Ini akan menjadi kunjungan Xi yang ke-11 ke Rusia sejak menjabat pada tahun 2013, dan pembicaraan ketiganya dengan Putin tahun ini.

Pesawat Xi dikawal oleh jet tempur Angkatan Udara Rusia setelah memasuki wilayah udara Rusia pada hari Rabu, menurut penyiar pemerintah China CCTV.

Pemimpin China tersebut disambut di bandara oleh pejabat senior Rusia, termasuk wakil perdana menteri Tatyana Golikova. Di antara delegasi China terdapat kepala staf Xi, Cai Qi, dan Wang Yi, menteri luar negeri.

Xi akan mengadakan pertemuan formal dengan Putin pada Kamis. Perang di Ukraina, hubungan Rusia-AS, beserta kerja sama di bawah kelompok ekonomi berkembang Brics, dan G20 akan menjadi agenda utama, menurut ajudan kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov.

Mereka berdua juga akan membahas isu ekonomi dan energi, termasuk usulan pembangunan jaringan pipa gas Power of Siberia 2, sebelum mengeluarkan pernyataan bersama dan memberi pengarahan kepada wartawan, kata Ushakov, menurut kantor berita Rusia TASS. [BP]