Ilustrasi Naga Besukih. (Wikipedia)

Kisah tentang makhluk mitologi selama ini kerap dikaitkan dengan legenda Yunani, seperti Medusa, Minotaur hingga Pegasus. Namun, Indonesia juga memiliki beragam cerita tentang makhluk fantastis yang berkembang dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat di berbagai daerah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitologi berkaitan dengan ilmu tentang bentuk sastra yang memuat konsepsi serta dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan. Sementara itu, makhluk mitologi merupakan sosok yang keberadaannya diceritakan dalam mitos, legenda, fabel maupun folklor suatu masyarakat.

Hewan atau makhluk mitologi umumnya digambarkan memiliki bentuk dan kemampuan yang tidak biasa. Bagi masyarakat yang meyakini cerita tersebut, keberadaannya dapat menjadi bagian dari kepercayaan dan warisan budaya. Sementara bagi masyarakat di luar tradisi tersebut, kisahnya kerap dipandang sebagai cerita imajinatif.

Di era modern, sejumlah makhluk yang hanya dikenal melalui cerita, laporan penampakan, atau rumor juga kerap dikaitkan dengan istilah kriptid, yakni makhluk yang keberadaannya belum terbukti secara ilmiah.

Lantas, apa saja makhluk mitologi yang dikenal dalam cerita masyarakat Indonesia? Mengutip berbagai sumber, berikut daftarnya!

1. Leak

Salah satu makhluk yang paling dikenal dalam cerita mistis Indonesia adalah Leak. Sosok ini berasal dari mitologi Bali dan kerap digambarkan sebagai manusia yang memiliki kemampuan ilmu sihir.

Dalam berbagai cerita, Leak disebut hanya memperlihatkan wujud aslinya pada malam hari. Pada siang hari, sosok tersebut diyakini dapat terlihat seperti manusia biasa. Sementara ketika malam tiba, Leak dipercaya berkeliaran di sekitar tempat-tempat tertentu, termasuk kuburan, untuk mencari bahan yang digunakan dalam praktik ilmu gaib.

Wujud Leak dalam cerita juga beragam. Ia dipercaya dapat berubah menjadi sejumlah bentuk, seperti harimau, kera, babi, bola api, maupun sosok menyeramkan yang menyerupai Rangda.

Leak juga sering digambarkan sebagai kepala manusia yang terpisah dari tubuh dengan organ tubuh yang masih menggantung. Dalam sejumlah kepercayaan masyarakat Bali, Leak dikaitkan dengan ilmu hitam dan praktik pengiwa.

Kisah tentang Leak memiliki banyak versi. Bahkan, dalam lontar Durganing Purwa disebutkan berbagai jenis Leak, di antaranya Leak Pemoroan, Leak Nengkleng dan Leak Ugig.

2. Naga Besukih

Indonesia juga memiliki cerita tentang naga raksasa yang sangat erat dengan mitologi Bali, yakni Naga Besukih.

Dalam legenda masyarakat Bali, Naga Besukih dipercaya tinggal di kawasan Gunung Agung. Kisahnya juga berkaitan dengan cerita mengenai terbentuknya Selat Bali yang memisahkan Pulau Bali dan Pulau Jawa.

Dikisahkan, seorang Brahmana sakti bernama Sidi Mantra melakukan pertapaan di Gunung Agung. Ia meminta pertolongan Naga Besukih untuk menyelesaikan persoalan utang yang ditimbulkan oleh anaknya, Manik Angkeran, yang gemar berjudi.

Naga Besukih kemudian bersedia membantu dengan sebuah syarat, yakni Manik Angkeran harus menghentikan kebiasaannya berjudi. Namun, Manik Angkeran ternyata kembali mengulangi perbuatannya.

Dalam kelanjutan cerita, Sidi Mantra menggunakan kesaktiannya hingga akhirnya tercipta sebuah selat yang memisahkan Bali dan Jawa. Kisah inilah yang kemudian dikenal sebagai salah satu legenda asal-usul Selat Bali.

3. Garuda

Berbeda dengan sejumlah makhluk lain yang masih berupa legenda lokal, Garuda memiliki kedudukan yang sangat dikenal dalam kebudayaan Indonesia.

Garuda merupakan makhluk mitologis yang juga dikenal dalam tradisi Hindu, Buddha dan Jainisme. Dalam kepercayaan Hindu, Garuda dikenal sebagai wahana atau kendaraan Dewa Wisnu.

Sosoknya biasanya digambarkan sebagai makhluk berukuran besar dengan tubuh menyerupai manusia dan memiliki sayap serta paruh seperti burung. Dalam berbagai kisah, Garuda digambarkan memiliki kekuatan luar biasa. Ukurannya bahkan disebut sangat besar hingga mampu menghalangi cahaya matahari.

Kisah Garuda antara lain terdapat dalam Mahabharata dan berbagai kitab Purana yang berasal dari India. Sosok serupa juga dikenal dalam kebudayaan sejumlah negara Asia, seperti Karura di Jepang dan Krut atau Pha Krut di Thailand.

Di Indonesia, Garuda kemudian memiliki kedudukan penting sebagai lambang negara melalui Garuda Pancasila.

Menariknya, Thailand juga menggunakan sosok Garuda sebagai simbol negara. Hal ini menunjukkan bagaimana figur mitologis tersebut memiliki pengaruh budaya yang luas di kawasan Asia.

4. Ahool

Dari makhluk yang telah menjadi simbol negara, beralih ke sosok yang keberadaannya justru masih menjadi misteri. Namanya Ahool.

Ahool merupakan makhluk kriptid yang dalam cerita masyarakat disebut-sebut pernah muncul di wilayah hutan tropis Pulau Jawa, termasuk kawasan Gunung Salak.

Makhluk ini digambarkan memiliki bentuk menyerupai kelelawar berukuran raksasa. Kepalanya disebut menyerupai kera dengan mata besar berwarna hitam, sementara tubuhnya ditutupi bulu abu-abu. Ia juga memiliki cakar dan sayap dengan bentangan yang disebut dapat mencapai sekitar tiga meter.

Dalam cerita yang berkembang, Ahool lebih banyak beraktivitas pada malam hari. Makhluk tersebut dipercaya bersembunyi di gua-gua yang berada di sekitar atau di balik air terjun pada siang hari.

Ketika malam datang, Ahool dikisahkan keluar dari persembunyiannya dan menyusuri aliran sungai untuk mencari ikan.

Karena bentuk dan kebiasaannya tersebut, Ahool kerap dibandingkan dengan kelelawar. Namun, ada pula teori yang menghubungkannya dengan berbagai cerita mengenai makhluk terbang misterius di sejumlah wilayah dunia.

Di Afrika, misalnya, terdapat legenda mengenai Kongamato yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan gambaran Ahool. Sementara di Amerika Utara dikenal legenda Thunderbird, sosok burung raksasa yang telah lama muncul dalam cerita masyarakat setempat.

Sampai sekarang, keberadaan Ahool belum memiliki bukti fisik yang dapat diverifikasi secara ilmiah. Karena itu, Ahool masih berada dalam kategori makhluk kriptid.

5. Orang Bati

Jika Jawa memiliki legenda tentang Ahool, Maluku mengenal sosok yang memiliki gambaran hampir serupa, yakni Orang Bati.

Orang Bati digambarkan sebagai makhluk bersayap dengan tubuh menyerupai kera besar. Sayapnya disebut menyerupai kelelawar. Dalam cerita masyarakat, makhluk ini dipercaya tinggal di kawasan Gunung Kairatu, Pulau Seram.

Orang Bati konon hanya keluar ketika malam tiba. Cerita yang berkembang bahkan menggambarkan sosok ini sebagai makhluk yang dapat memangsa anak-anak dan ternak sehingga keberadaannya menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Seperti Ahool, Orang Bati juga disebut kerap mengeluarkan suara atau teriakan yang membuat suasana malam semakin mencekam.

Cerita mengenai manusia bersayap semacam ini ternyata tidak hanya berkembang di Maluku. Sosok dengan gambaran serupa juga dikenal dalam legenda di beberapa wilayah dunia, termasuk Zambia, Papua Nugini dan Kongo.

Namun, hingga saat ini tidak terdapat bukti ilmiah yang dapat memastikan keberadaan Orang Bati sebagai spesies makhluk hidup.

Bukan Sekadar Cerita, Mitologi Menjadi Bagian dari Budaya

Beragam kisah tentang Garuda, Leak, Naga Besukih, Ahool hingga Orang Bati menunjukkan bahwa cerita mengenai makhluk fantastis bukan hanya milik kebudayaan Yunani atau Eropa.

Indonesia yang memiliki ratusan kelompok etnis dan kekayaan tradisi juga menyimpan banyak cerita mengenai makhluk gaib, hewan raksasa dan sosok supernatural. Sebagian menjadi bagian dari kepercayaan, sementara sebagian lainnya berkembang sebagai cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan makhluk-makhluk tersebut, cerita mitologi tetap memiliki nilai penting sebagai bagian dari kekayaan folklor dan budaya masyarakat Indonesia. [UN]