Pertanyaan itu menjadi penting karena surat keterangan penyetaraan yang diterbitkan Disdasmen tersebut kemudian digunakan Gibran dalam pembuktian syarat pendidikannya sebagai calon wakil presiden di Pemilu 2024.
Dalam perkara di MK, surat Nomor 9149/D.D1/KS/2019 tertanggal 6 Agustus 2019 disebut sebagai dokumen yang menjadi dasar administratif tersebut.
Ada pula soal waktu penerbitan. Para pemohon mempersoalkan bahwa permohonan penyetaraan dan penerbitan surat disebut berlangsung pada tanggal yang sama, 6 Agustus 2019. Itu merupakan klaim pihak pemohon yang masih harus dibaca bersama dokumen proses administrasinya.
Jika memang demikian, pertanyaan yang relevan bukan “mengapa bisa cepat?” melainkan: dokumen apa yang diperiksa, proses penilaian apa yang dilakukan, dan apa dasar pihak kementerian menyebut hasil pendidikan itu sebagai Grade 12 di UTS Insearch?
Sebab sekarang kita menghadapi dua hal yang belum bertemu. Dokumen pemerintah menyebut: “telah menyelesaikan pendidikan ‘Grade 12’ di UTS Insearch, Sydney, Australia tahun 2006.”
Sementara ahli dan konsultan pendidikan di persidangan mengatakan: “UTS Insearch tidak punya program Grade 12.”
Di antara dua kalimat itulah persoalannya. Dan surat yang pada 6 Agustus 2019 mungkin hanya tampak sebagai selembar administrasi, kini harus menjelaskan satu hal yang sangat sederhana: Grade 12 itu sebenarnya apa?
Cak AT – Ahmadie Thaha | Kolumnis




