Serangan Balik dari Alam

Serangan Balik dari Alam

PADA PERTEMUAN tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) tahun 2015 lampau, sebagaimana dikutip laman BBC, sebuah hasil riset mengungkapkan, ada kurang-lebih 8 juta ton sampah plastik beredar di lautan dunia setiap tahun. Jumlah itu kira-kira sama dengan satu truk sampah plastik ditumpahkan ke laut setiap detiknya.

Riset itu dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, yang dikepalai Dr. Jenna Jembeck. Menurut dia, riset itu berupaya mengetahui seberapa banyak sampah plastik yang beredar di lautan dunia. Caranya dengan mengumpulkan data internasional mengenai populasi, sampah yang dihasilkan, tata kelola sampah, dan kesalahan dalam mengelola sampah.

Jembeck dan para sejawatnya kemudian menciptakan beberapa model skenario dari data-data tersebut untuk menghitung estimasi jumlah plastik yang masuk ke laut. Untuk tahun 2010, umpamanya, jumlah sampah diperkirakan mencapai 4,8 juta ton hingga 12,7 juta ton.

Dari kisaran angka-angka itulah para peneliti menetapkan 8 juta ton sampah plastik sebagai perkiraan rata-rata. Jumlah 8 juta ton sampah plastik itu hanyalah sekian persen dari total sampah plastik yang dihasilkan penduduk dunia setiap tahun.

“Kuantitas sampah plastik yang ditemukan di laut sama dengan sekitar lima kantong belanja berisi plastik untuk setiap meter garis pantai di dunia,” ungkap Jembeck kepada BBC.

Dari hasil penelitian tersebut, Jembeck dan kawan-kawan membuat daftar negara-negara yang berkontribusi atas begitu banyaknya sampah plastik di lautan. Ada 20 yang dinilai bertanggung jawab atas 83% jumlah sampah yang beredar di lautan.

Posisi teratas dari daftar itu diduduki oleh Cina, yang menghasilkan lebih dari satu juta ton sampah di laut. Posisi kedua: Indonesia. Yang juga masuk dalam daftar 20 negara teratas penghasil sampah plastik adalah Amerika Serikat.