Ketua Pimpinan Pusat Perfilman Usmar Ismail, Sonny Pudjisasono. (Foto: Sulindo/Iqyanut Taufik)

Jakarta, koransulindo.com – Yayasan Pusat Perfilman Usmar Ismail (YPPUI) melalui Museum Perfilman Sinematek Indonesia resmi meluncurkan panggung ekspresi seni budaya sebagai agenda rutin setiap kegiatan Car Free Day (CFD). Acara ini digelar di halaman Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026).

Panggung ekspresi yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB ini disediakan secara gratis bagi masyarakat dan para pelaku seni budaya yang ingin mempromosikan karya mereka, mulai dari lagu, film, hingga pertunjukan tradisional.

Ketua Pimpinan Pusat Perfilman Usmar Ismail, Sonny Pudjisasono, menyatakan bahwa fasilitas ini disiapkan lengkap dengan dukungan teknis demi memberikan ruang kreatif bagi publik sekaligus mendekatkan aset sejarah perfilman kepada masyarakat luas.

“Jadi di sini yang kita berikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat seni budaya untuk memanfaatkan secara gratis, tanpa kita pungut biaya. Kita siapkan panggungnya, kita siapkan sound system-nya. Kegiatan ini kita harapkan menjadi kegiatan yang atraktif dan dimanfaatkan oleh semua pihak untuk mereka mau promosi lagu, promosi film, promosi apa pun yang kaitan dengan seni budaya,” ujar Sonny saat ditemui di Gedung PPHUI, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026).

Selain menjadi wadah unjuk gigi komunitas lokal seperti kelompok angklung, senam zumba, hingga olahraga taekwondo, momentum CFD ini juga dimanfaatkan untuk mengampanyekan Gerakan Penyelamatan Pengarsipan Film Nasional. PPHUI yang selama 55 tahun berdiri sejak 1971 secara mandiri tanpa subsidi APBN ini, terus berkomitmen menyelamatkan fisik film-film historis Indonesia dari ancaman kepunahan.

Emban Amanah Baru di Pemerintahan

Di tengah peluncuran program kebudayaan tersebut, momentum ini sekaligus menandai peran baru Sonny Pudjisasono di kancah nasional. Dirinya baru saja dipercaya mengemban amanah sebagai Deputi 1 Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto di bidang Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, mendampingi Said Iqbal yang ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden.

Sony mengungkapkan bahwa jajaran deputi dan penasihat khusus baru saja menggelar rapat perdana pada Jumat lampau guna menerima arahan langsung mengenai ruang lingkup kerja lintas kementerian. Kendati mengakui tanggung jawab ini berat, ia menegaskan komitmennya untuk langsung bekerja nyata.

“Tugas dan ruang lingkupnya kita untuk menginisiasi semua persoalan-persoalan masalah tenaga kerja. Arahan presiden, enggak usah banyak ngomong, enggak usah banyak statement, turun langsung ke daerah-daerah, turba (turun bawah),” tegas Sony.

Langkah konkret bahkan sudah dibuktikan dalam hitungan hari. Sony menceritakan pihaknya berhasil menjembatani penyelesaian sengketa hak-hak pekerja di PT Pakrin yang telah terkatung-katung selama 7 tahun, melalui koordinasi kilat bersama lembaga Danantara. Selain itu, ia juga tengah mengawal dialog intensif demi menghapuskan pajak ganda pada Tunjangan Hari Raya (THR) dan Jaminan Hari Tua (JHT) bagi para buruh.

Melalui posisi strategis ini, Sony juga memastikan tidak akan melupakan industri yang membesarkannya. Ia berkomitmen memanfaatkan kewenangan lintas kementerian ini untuk memperjuangkan regulasi jaminan sosial (social security) serta penyediaan rumah layak bagi para pekerja perfilman nasional yang mayoritas masih terjebak dalam sistem kerja outsourcing[IQT]