Ilustrasi: Suasana Apel Siaga 'Tetap Setia Megawati-Setia NKRI, di Lapangan Manahan Solo, Mei 2018/Antarafoto

Koran Sulindo – Pasca Pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) usai aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), ramai menjadi perbincangan di jagat media sosial termasuk Twitter. Bahkan, para kader partai berlambang banteng itu mulai turun ke jalan melancarkan aksi protes.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto pun bergerak cepat. Keduanya langsung mengeluarkan pernyataan yang menyatakan pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa itu ke kepolisian.

Salah satu influencer dan pegiat media sosial yang menanggapi kejadian ini adalah Denny Siregar. Dalam akunnya @dennysiregar7, dia memberi perspektif makna pembakaran bendera partai itu bagi kader PDIP.

“Membakar bendera @PDI_Perjuangan sama dengan membakar simbol partai dan jutaan kader2nya,” tulis Denny dalam laman akunnya, Jumat (26/6/2020).

Denny juga menilai bahwa ketika pembakaran bendera partai itu dilakukan, maka ini bukan lagi masalah personal. Namun dia memuji cara para elite PDI Perjuangan yang sejak awal langsung bisa memahami situasi dengan menegaskan bahwa mereka akan memilih cara konstitusional lewat jalur hukum dalam menyelesaikan dugaan tindak pidana itu.

“Untungnya @PDI_Perjuangan bukan partai barbar. Mereka menempuh jalur hukum, itu bagus,” tulisnya lagi.”Kalau mereka mau gerakkan kadernya, sudah habis kalian.”

Selain itu, di cuitan lainnya, Denny juga menyarankan pihak kepolisian untuk mengusut bukan hanya pembakar bendera PDI Perjuangan. Tetapi juga orang-orang di balik unjuk rasa tersebut.

“Motor pergerakan mereka, yang memang sudah berniat memantik kerusuhan sejak awal. Kalau mereka dibiarkan, maka masalah seperti ini tidak akan pernah selesai..,” cuit Denny.

Seperti diketahui, baik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto memang sama-sama menegaskan pilihan sikap partainya yang menghormati proses hukum. Dalam surat perintah hariannya, kemarin malam, Megawati meminta para kader untuk terus merapatkan barisan dan jangan terprovokasi. Sikap kedua elit itu untuk menghindari upaya memecah belah bangsa.

“Saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa,” ungkap Megawati dalam surat perintahnya. [CHA]

BAGIKAN