Ilustrasi: Gedung Graha Saba Buwana/chilliparicatering.com

Koran Sulindo – Para pedagang yang biasa berjualan di kawasan Gedung Graha Saba Buwana, Surakarta, Jawa Tengah, yang akan menjadi tempat pelaksanaan pernikahan anak kedua Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, berharap ada kompensasi selama penyelenggaraan acara tersebut. Selama acara itu mereka tidak bisa berdagang.

“Kemarin kebetulan ada beberapa polisi yang makan di warung saya, saat itu mereka bilang siap siap tutup agak lama bu, mungkin sekitar satu minggu,” kata salah satu penjual makanan, Yeni, di warungnya di Jalan Letjend Suprapto, Banyuanyar, Solo, Selasa (17/10), seperti dikutip Antaranews.com..

Yeni berharap ada kompensasi karena tidak bisa berjualan, agar tetap ada pemasukan.

“Kalau melihat pengalaman saat pernikahan Mas Gibran (Rakabuming, anak sulung Presiden Jokowi), warung saya tutup dua hari. Sebetulnya tidak ada larangan untuk tutup tetapi kan sepanjang jalan ini ditutup, jadi nggak ada yang beli,” katanya.

Pada 8 November 2017 nanti acara pasti berlangsung lebih lama dibandingkan saat rangkaian resepsi anak sulung, karena saat ini yang melaksanakan resepsi pesta pernikahan adalah orang tua mempelai wanita.

Sementara itu penjual perabot rumah tangga, Husnul Khotimah, mengatakan sejauh ini belum ada pemberitahuan dari pihak manapun untuk menutup toko sementara waktu selama acara pernikahan.

“Kalau waktu acaranya Mas Gibran juga tidak ada pemberitahuan penutupan. Jadi memang dipersilahkan mau tetap buka atau tidak,” kata pemilik Toko Muslim tersebut.

Namun saat itu Husnul sulit ke tokonya karena seluruh akses menuju toko miliknya ditutup.

“Kemungkinan saat Mbak Ayang juga begitu, kalaupun buka pasti tidak ada yang beli. Kan orang-orang tidak bisa lewat,” katanya.

Husnul juga berharap ada sedikit kompensasi yang diberikan kepada pemilik usaha di kawasan tersebut yang tak bisa berusaha.

“Yang penting bisa diberikan ke karyawan, tetapi saya ikut saja. Ini cuma harapan saya,” kata Husnul. [DAS]