PDI Perjuangan Kembali Menangi Pemilu

PDI Perjuangan Kembali Menangi Pemilu

Ilustrasi: Megawati Soekarnoputri/gesuri.id

Koran Sulindo – PDI Perjuangan kembali memenangi pemilihan umum (Pemilu). Pada Pemilu serentak 17 April 2019 kemarin, hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei kredibel, hingga pukul 14.00 WIB ini menyatakan perolehan suara secara nasional partai berambang Banteng Bermoncong Putih tersebut mencapai sekitar 20 persen dari total suara.

Pada Pemilu 2014 lalu PDI Perjuangan menjadi pemenang Pemilu dengan perolehan suara yang hampir setara dengan Pemilu kali ini.

Lembaga survei LSI Denny JA mencatat PDI Perjuangan meraih 19,86 persen suara. Indo Barometer mencatat PDIP meraih 19,54 persen setelah data yang masuk sebesar 83,75 persen. Indikator Politik menunjukkan PDI Perjuangan teratas dengan mengantongi 19,11 persen suara, dan Charta Politika mencatat PDIP meraih 19,83 persen.

Partai Gerindra berada di peringkat kedua (naik setingkat dibanding hasil resmi Pemilu 2014), meraih suara pada kisaran 12,33 persen hingga 13,74 persen versi empat lembaga survei itu. Partai Golkar, partai penguasa rezim Orde Baru, anjlok setingkat ke posisi ketiga, dibanding hasil resmi Pemilu 2014, menggondol suara pada rentang 10,97 persen sampai 12,29 persen.

Sejumlah partai baru, seperti Perindo, PSI, Garuda, dan Berkarya, dari hasil hitung cepat, bakal tak bisa melenggangkan calon-calon anggota legislatifnya ke Senayan untuk menjadi wakil rakyat di DPR RI karena mendapat perolehan suara di bawah 4 persen, ambang batas memperoleh kursi di DPR RI. Berdasarkan hasil hitung cepat, Perindo hanya meraih 2,47 persen, PSI 2,13 persen, Partai Garuda 0,52 persen, dan Partai Berkarya meraih 1,97 persen.

Terima Kasih Seluruh Rakyat Indonesia

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Sebagai ketua umum saya ingin mengucapkan beribu terima kasih atas kerja sama kita. Kepada media, media cetak, TV, maupun medsos dan sebagainya. Dan juga kepada seluruh kader, simpatisan, rakyat yang telah bersusah payah selama ini untuk memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa,” kata Megawati, di Jalan Kebagusan IV Nomor 45 Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019) kemarin.

Dalam jumpa pers tersebut, Megawati ditemani dua anaknya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani, serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Presiden RI ke-5 itu mengimbau para pendukung untuk tidak euforia. Megawati meminta pendukung Jokowi-Ma’ruf menunggu pengumuman resmi kemenangan dari KPU RI.

Megawati menceritakan pernah tampil sebagai peserta pemilu pada Pemilu Presiden 2004 dan Pemilu Presiden 2009 tetapi gagal.

“Meskipun tidak menang, saya menerimanya dengan jiwa besar,” katanya.

Megawati meminta siapapun yang menangkan Pemilu 2019, harus merangkul semua pihak, sedangkan siapapun yang gagal dalam harus menerimanya dengan jiwa besar dan tidak boleh marah.

“Pilihan yang diberikan langsung oleh rakyat, akan menentukan siapa pemimpin nasional selama lima tahun ke depan, serta bagaimana masa depan Indonesia,” kata Megawati.

PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati selama 26 tahun ini unggul 5 tahun lalu pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 dan Pemilu pertama era reformasi pada 7 Juni 1999. Kemenangannya pada Pemilu 2014 juga mampu mengantarkan calon presiden yang diusungnya, Joko Widodo yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta, melenggang ke Istana Merdeka dan Istana Negara sebagai Presiden.

Pada Pemilu 2014, PDI Perjuangan berhasil mengantongi 23.681.471 suara atau 18,95 persen dari 124.972. 491 suara sah dan menduduki 109 kursi atau 19,46 persen dari 560 kursi di DPR RI.

PDI Perjuangan diperkirakan bakal mendominasi perolehan kursi dari 575 kursi di DPR RI yang diperebutkan oleh 16 partai politik tingkat nasional pada Pemilu 2019 ini.

Tunggu Hasil KPU

Sementara itu Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan berdasarkan hasil survei baik internal maupun exit poll, rakyat ternyata masih mempercayai PDIP.

“Meskipun kami sadari dan kami taat pada seluruh peraturan perundang-undangan bahwa rekapitulasi manual lah yang akan kita jadikan sebagai sebuah acuan,” kata Hasto, di kediaman Megawati Soekarnoputri daerah Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019) kemarin.

Hasto mengimbau seluruh simpatisan dan kader PDI Perjuangan untuk tidak usah terlalu larut dalam euforia kemenangan yang berlebihan. PDIP masih harus tetap memperbaiki diri dan terutama ada banyak tantangan yang hsrus dihadapi ke depannya.

“Ini menjadi sebuah tanggung jawab bagi kita bersama, tanggung jawab bahwa kepercayaan rakyat itu harus dipakai untuk membangun Indonesia raya kita membawa kemajuan bagi Indonesia raya kita,” kata Hasto. [Didit Sidarta]