Rakyat AS berterima kasih atas bantuan Kanada dalam melindungi dan menyelamatkan para diplomat AS selama krisis sandera Iran tahun 1980. (Sumber: Wikimedia Commons)

Pada Januari 1980, enam warga Amerika Serikat bersiap meninggalkan Teheran, Iran, di tengah krisis penyanderaan yang belum berakhir.

Selama hampir tiga bulan, mereka bersembunyi di kediaman diplomat Kanada setelah berhasil menghindari penangkapan dalam penyerbuan Kedutaan Besar AS.

Untuk membawa mereka keluar dari Iran, Central Intelligence Agency (CIA) menyusun operasi penyelamatan dengan penyamaran yang tidak biasa.

Sebuah perusahaan produksi film fiktif di Hollywood menjadi bagian dari rencana yang memungkinkan keenam warga Amerika itu berpura-pura sebagai kru film Kanada.

Latar Belakang Operation ARGO dan Krisis Sandera Iran

Operation ARGO berawal dari krisis politik yang melanda Iran setelah Revolusi Iran 1979.

Revolusi tersebut menggulingkan pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi, yang selama bertahun-tahun menjalin hubungan dekat dengan Amerika Serikat.

Ayatollah Ruhollah Khomeini kemudian menjadi tokoh utama dalam pemerintahan baru Iran.

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat setelah Presiden AS Jimmy Carter mengizinkan Shah memasuki Amerika Serikat pada Oktober 1979 untuk mendapatkan perawatan medis.

Keputusan tersebut memicu kemarahan kelompok revolusioner Iran yang mencurigai Washington akan berusaha mengembalikan Shah ke tampuk kekuasaan.

Pada 4 November 1979, sekelompok mahasiswa pendukung revolusi menduduki Kedutaan Besar AS di Teheran.

Sebanyak 66 personel AS ditahan pada awal pendudukan tersebut.

Namun, enam warga AS berhasil menghindari penangkapan dan meninggalkan kompleks kedutaan.

Mereka adalah Robert Anders, Mark Lijek, Cora Lijek, Joseph Stafford, Kathleen Stafford, dan Lee Schatz.

Lima orang berhasil meloloskan diri pada hari penyerbuan, sedangkan Schatz sempat berlindung di Kedutaan Besar Swedia sebelum bergabung dengan kelompok tersebut.

Keenam orang itu kemudian memperoleh perlindungan dari diplomat Kanada.

Duta Besar Kanada Ken Taylor dan pejabat imigrasi John Sheardown membantu menyediakan tempat persembunyian di Teheran.

Joe dan Kathleen Stafford tinggal di kediaman Taylor, sementara empat orang lainnya berlindung bersama keluarga Sheardown.

Mereka harus menjaga kerahasiaan keberadaan selama hampir tiga bulan karena tertangkapnya para diplomat tersebut dapat menimbulkan risiko keselamatan yang serius.

Tony Mendez, Perwira CIA di Balik Operation ARGO

CIA merancang upaya penyelamatan untuk membawa keenam warga AS itu meninggalkan Iran.

Salah satu tokoh utama dalam operasi ini adalah Antonio J. Mendez, yang dikenal sebagai Tony Mendez.

Mendez merupakan spesialis penyamaran dan dokumen identitas di Office of Technical Services (OTS), unit CIA yang menyediakan dukungan teknis bagi operasi intelijen.

Dia merancang identitas samaran yang memungkinkan keenam warga AS itu melakukan perjalanan sebagai anggota kru produksi film Kanada.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Mendez bekerja sama dengan John Chambers, seniman tata rias Hollywood yang dikenal melalui karyanya dalam film Planet of the Apes (1968).

Chambers membantu menyiapkan kedok produksi film agar cerita yang dibawa para diplomat memiliki latar belakang yang dapat diperiksa.

Pelaksanaan Operation ARGO juga melibatkan petugas CIA lainnya, Ed Johnson.

Dia mendampingi Mendez dalam perjalanan ke Teheran untuk membantu menyelesaikan persiapan penyelamatan.

Strategi penyamaran itu dirancang dengan mempertimbangkan pemeriksaan keamanan, dokumen perjalanan, dan kemungkinan pertanyaan mengenai tujuan keberangkatan.

Keenam orang tersebut harus mampu menjelaskan identitas serta peran masing-masing sebagai anggota kru film.

Studio Six Productions dan Film Fiktif Argo

Untuk mendukung penyamaran, CIA membentuk perusahaan produksi film fiktif bernama Studio Six Productions.

Perusahaan tersebut dibuat untuk memperkuat klaim bahwa keenam warga AS itu merupakan anggota kru film yang sedang mencari lokasi syuting di Iran.

Studio Six memiliki identitas bisnis, kantor di Hollywood, nomor telepon, kartu nama, dan materi promosi.

CIA juga menyiapkan konsep cerita serta materi visual untuk proyek film yang diberi judul Argo.

Proyek tersebut memanfaatkan materi yang berkaitan dengan Lord of Light, rencana adaptasi film berdasarkan novel fiksi ilmiah karya Roger Zelazny.

Barry Ira Geller pernah mengembangkan proyek itu, sementara ilustrasi konseptual karya Jack Kirby menjadi bagian dari materi visual yang dapat mendukung konsep produksinya.

Nama Argo diambil dari kapal dalam mitologi Yunani yang digunakan Jason dan para Argonaut dalam pencarian Bulu Domba Emas.

Judul tersebut digunakan dalam materi promosi untuk mendukung keberadaan proyek film fiktif itu.

CIA juga menyiapkan iklan dan materi pemberitaan yang diterbitkan di Variety, publikasi industri hiburan yang dikenal di Hollywood.

Keberadaan materi tersebut membantu membuat Studio Six tampak seperti perusahaan produksi film sungguhan.

Menurut catatan CIA, sejumlah produser film bahkan benar-benar mengirimkan proposal kepada Studio Six Productions.

Paspor Kanada dan Dokumen Palsu untuk Penyamaran

Keberadaan perusahaan film fiktif tidak akan cukup tanpa dokumen perjalanan yang mendukung identitas keenam warga AS tersebut.

Karena itu, persiapan Operation ARGO turut melibatkan pemerintah Kanada dan tim CIA yang menangani dokumen.

Pemerintah Kanada menyetujui penerbitan paspor Kanada bagi keenam warga AS itu untuk mendukung upaya penyelamatan.

Tim operasi juga menyiapkan dokumen perjalanan palsu, termasuk visa dan cap yang diperlukan untuk mendukung cerita perjalanan mereka.

Dokumen tersebut dikirim ke Teheran melalui jalur diplomatik Kanada.

Selain dokumen, keenam orang tersebut harus mempelajari identitas samaran, pekerjaan, dan tujuan perjalanan mereka.

Mereka juga menyesuaikan pakaian serta penampilan agar sesuai dengan karakter kru film Kanada.

Persiapan mencakup latihan menghadapi pertanyaan petugas keamanan dan imigrasi.

Mereka harus mampu menjelaskan alasan berada di Iran, proyek film yang sedang dikerjakan, serta peran masing-masing dalam produksi tersebut.

Diplomat Kanada turut membantu memberikan informasi mengenai kondisi keamanan dan prosedur pemeriksaan di bandara.

Persiapan ini menjadi bagian dari upaya memastikan rombongan dapat menjalankan identitas samaran secara konsisten selama perjalanan.

Kronologi Penyelamatan dalam Operation ARGO

Presiden AS Jimmy Carter memberikan persetujuan akhir untuk pelaksanaan operasi pada Januari 1980.

Pada 25 Januari, Tony Mendez dan Ed Johnson tiba di Teheran untuk bertemu dengan keenam warga AS dan menyelesaikan persiapan keberangkatan.

Pada 28 Januari 1980, rombongan menuju Bandara Mehrabad di Teheran.

Mereka menggunakan identitas sebagai kru produksi film Kanada yang sedang melakukan survei lokasi syuting.

Di bandara, mereka harus melewati pemeriksaan keamanan dan imigrasi ketika krisis sandera Iran masih berlangsung.

Identitas samaran, paspor Kanada, serta dokumen pendukung menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi pemeriksaan tersebut.

Menurut catatan CIA, rombongan berhasil melewati pemeriksaan dan melanjutkan perjalanan menuju pesawat Swissair.

Penerbangan mereka sempat tertunda akibat masalah mekanis pada pesawat, tetapi akhirnya dapat diberangkatkan.

Pesawat kemudian meninggalkan Iran dan membawa keenam warga AS itu menuju Zurich, Swiss.

Keberhasilan keberangkatan tersebut mengakhiri masa persembunyian mereka di Teheran.

Operation ARGO hanya menyelamatkan enam orang yang berhasil menghindari penangkapan pada November 1979.

Para sandera lain yang masih ditahan di Kedutaan Besar AS tetap berada dalam penyanderaan hingga krisis tersebut berakhir pada Januari 1981.

Keterlibatan CIA dalam penyelamatan tersebut dirahasiakan selama bertahun-tahun.

CIA baru mengungkap perannya secara resmi pada 1997, dalam rangka peringatan 50 tahun pendirian badan intelijen tersebut.

Pengungkapan itu membuat Operation ARGO dikenal luas sebagai salah satu operasi penyelamatan rahasia CIA yang terdokumentasi dalam sejarah hubungan AS dan Iran.

Diadaptasi Menjadi Film

Kisah Operation ARGO diadaptasi menjadi film berjudul Argo yang dirilis pada 2012, disutradarai sekaligus dibintangi Ben Affleck sebagai Tony Mendez.

Film tersebut meraih tiga Academy Awards, termasuk kategori Film Terbaik.

Meskipun mengambil dasar dari peristiwa nyata, film tersebut memuat sejumlah perubahan dramatik.

Tinjauan sejarah CIA mencatat adanya penyimpangan dalam penggambaran perlindungan awal para diplomat dan ketegangan pada tahap keberangkatan di bandara.

Salah satu perbedaan penting berkaitan dengan peran diplomat Inggris.

Dalam film, mereka digambarkan menolak memberikan perlindungan kepada keenam warga AS.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa diplomat Inggris sempat menampung kelompok tersebut sebelum mereka mencari tempat yang dinilai lebih aman bersama diplomat Kanada.

Penggambaran dramatis di bandara juga perlu dibedakan dari dokumentasi sejarah.

Catatan CIA menyebut adanya penundaan penerbangan akibat masalah mekanis, tetapi detail ketegangan dalam film tidak seluruhnya dapat diperlakukan sebagai fakta yang benar-benar terjadi. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia dan ikuti terus update berbagai kisah bersejarah lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I