Mesir Kuno dikenal dengan tradisi mumifikasi manusia. Namun, para arkeolog juga menemukan ribuan hingga jutaan mumi hewan di berbagai situs pemakaman kuno.
Mengapa Orang Mesir Kuno Memumikan Hewan?
Mumi hewan di Mesir Kuno memiliki beberapa fungsi. Para peneliti menemukan mumi hewan yang berasal dari hewan peliharaan, bekal makanan untuk orang yang meninggal, hewan yang dianggap suci, serta mumi votif yang dipersembahkan kepada dewa.
Mumi votif menjadi bagian penting dalam menjelaskan mengapa jumlah mumi hewan di Mesir dapat mencapai angka yang sangat besar.
Praktik tersebut berkembang pesat pada Periode Akhir Mesir Kuno, sekitar abad ke-7 hingga abad ke-4 SM, dan berlanjut pada periode Ptolemaik serta Romawi.
Apa Itu Mumi Votif?
Mumi votif adalah mumi hewan yang dipersembahkan kepada dewa sebagai bagian dari praktik keagamaan. Hewan yang digunakan biasanya memiliki hubungan dengan dewa tertentu.
Kucing, misalnya, memiliki hubungan erat dengan Bastet. Ibis berkaitan dengan Thoth, sedangkan buaya memiliki hubungan dengan Sobek.
Burung pemangsa juga memiliki kaitan dengan sejumlah kultus dewa dalam agama Mesir Kuno.
Pengunjung kuil dapat memperoleh mumi hewan yang telah dipersiapkan untuk kemudian dipersembahkan.
Setelah ritual, mumi tersebut ditempatkan di area pemakaman yang berkaitan dengan kultus hewan tersebut.
Para Egyptologist menghubungkan persembahan ini dengan permohonan kepada dewa.
Sebagian penelitian menafsirkan mumi votif sebagai sarana yang menghubungkan permohonan manusia dengan dunia ilahi.
Apa Perbedaan Mumi Votif dan Hewan Suci?
Tidak semua hewan yang berkaitan dengan agama Mesir Kuno memiliki status yang sama.
Dalam praktik tertentu, individu hewan dapat dianggap sebagai manifestasi dewa selama hidupnya.
Salah satu contoh terkenal adalah banteng Apis, yang dikaitkan dengan dewa dan menerima perlakuan khusus selama hidup serta setelah mati.
Mumi votif memiliki konteks berbeda. Hewan tersebut disiapkan sebagai persembahan kepada dewa.
Kedua praktik tersebut sama-sama menghasilkan mumi hewan, tetapi fungsi ritualnya berbeda.
Kapan Mumi Hewan Mulai Dibuat dalam Jumlah Besar?
Mumifikasi hewan sudah dikenal sebelum Periode Akhir. Namun, produksi mumi hewan votif dalam jumlah besar berkembang terutama pada Periode Akhir dan terus berlangsung hingga periode Yunani-Romawi.
Penelitian radiokarbon menunjukkan bahwa setiap jenis hewan memiliki kronologi yang berbeda.
Dalam sebuah penelitian terhadap 63 mumi dan pembungkusnya, misalnya, monyet dan kambing ditemukan dalam sampel yang berasal dari sekitar 800 SM.
Sampel antelop berasal dari periode yang jauh lebih muda, sekitar 30 SM hingga abad ke-4 M.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa tradisi mumifikasi hewan berlangsung selama berabad-abad dan mengalami perubahan pada jenis hewan yang digunakan.
Bagaimana Sistem Persembahan Mumi Hewan Bekerja?
Banyak mumi hewan ditemukan di sekitar pusat pemujaan atau nekropolis yang berkaitan dengan kultus tertentu.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya sistem yang memungkinkan masyarakat memperoleh hewan yang telah dimumikan untuk keperluan persembahan.
Jumlah mumi yang sangat besar juga menunjukkan adanya kebutuhan terhadap pasokan hewan, bahan pembalseman, tenaga kerja, serta fasilitas untuk memproses dan menyimpan mumi.
Sebagian hewan kemungkinan dipelihara atau diternakkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Hewan lainnya diperoleh dari alam atau didatangkan dari lokasi lain.
Apakah Hewan Sengaja Dibunuh untuk Dijadikan Mumi?
Bukti dari pemeriksaan mumi menunjukkan bahwa sebagian hewan memang sengaja dibunuh sebelum dimumikan.
Hal tersebut terlihat pada beberapa mumi kucing.
Pemeriksaan menggunakan teknik pencitraan menemukan kucing muda yang mengalami kerusakan pada tulang leher.
Kondisinya konsisten dengan cedera fatal yang kemungkinan terjadi akibat tindakan manusia.
Usia hewan juga menjadi petunjuk penting. Banyak kucing yang digunakan untuk mumi votif masih berusia muda ketika mati.
Salah satu mumi yang diperiksa melalui pencitraan tiga dimensi diketahui berasal dari kucing berusia kurang dari 18 minggu.
Mengapa Ada Banyak Mumi Kucing di Mesir?
Mumi kucing menjadi salah satu kelompok mumi hewan yang paling terkenal di Mesir Kuno.
Jumlahnya meningkat sangat besar terutama pada Periode Akhir.
Kucing memiliki hubungan kuat dengan Bastet, dewi yang kerap digambarkan dalam bentuk perempuan berkepala kucing atau sebagai kucing.
Hubungan tersebut membuat kucing menjadi salah satu hewan penting dalam praktik persembahan votif.
Penelitian DNA terhadap mumi kucing juga memberikan bukti bahwa kucing domestik digunakan dalam praktik mumifikasi votif.
Mengapa Jutaan Ibis Dimumikan?
Selain kucing, ibis merupakan salah satu hewan yang dijadikan mumi di Mesir Kuno.
Sacred ibis (Threskiornis aethiopicus) memiliki hubungan dengan Thoth, dewa yang berkaitan dengan tulisan, pengetahuan, dan kebijaksanaan.
Di Saqqara, jumlah mumi ibis diperkirakan mencapai sekitar 1,75 juta ekor. Sementara itu, Tuna el-Gebel diperkirakan menyimpan sekitar 4 juta mumi ibis.
Mumi-mumi tersebut ditempatkan dalam katakombe yang memiliki ruang penyimpanan dalam jumlah besar.
Jumlahnya yang sangat banyak menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana masyarakat Mesir memperoleh burung tersebut.
Penelitian menggunakan analisis isotop dan DNA memberikan petunjuk mengenai asal-usulnya.
Analisis terhadap mumi ibis menunjukkan pola yang konsisten dengan burung yang memperoleh makanan dari lingkungan Lembah Nil.
Variasi tersebut mendukung kemungkinan bahwa banyak ibis berasal dari populasi liar.
Penelitian DNA terhadap mumi ibis juga menemukan keragaman genetik yang tinggi.
Hasil itu mendukung kemungkinan bahwa burung-burung tersebut berasal dari berbagai populasi, bukan seluruhnya dari satu populasi yang diternakkan secara tertutup.
Maka, pengadaan ibis kemungkinan melibatkan penangkapan burung liar.
Hewan Apa Saja yang Dimumikan di Mesir Kuno?
Tradisi mumifikasi hewan Mesir Kuno mencakup banyak spesies.
Selain kucing dan ibis, para arkeolog menemukan mumi anjing, burung pemangsa, ular, buaya, monyet, kambing, dan berbagai hewan lainnya. [BP]
Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia agar kamu bisa mengakses lebih banyak artikel terbaru dengan mudah.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I





