Megawati: Anak Muda harus Terlibat dalam Perpolitikan Nasional

Megawati: Anak Muda harus Terlibat dalam Perpolitikan Nasional

Ilustrasi: Ketua UmumPDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat acara pengumuman calon kepala daerah yang diusung PDIP, di DPP PDIP Jakarta, Rabu (19/2/2020)/CHA

Koran Sulindo – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan akan mendorong anak-anak muda terlibat dalam perpolitikan nasional.

“Kita-kita ini yang sudah tua, sudah fading away. Yang mesti maju itu, yang didorong itu, harus anak-anak muda,” kata Megawati, seusai pengumuman pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Gelombang I oleh DPP PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro No. 58, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2).

Menurut Megawati, regenerasi itu  bukan berarti mengusung anak atau keturunan sendiri.

“Ngapain sih. Kayak enggak ada orang. Kader partai itu ya anak kalian juga loh. Gimana ya, kalau enggak anaknya sendiri, kalau enggak istrinya sendiri. Kalau enggak, ponakannya. Saya jengkel yang seperti itu,” katanya.

Regenerasi seperti itu hanya akan menjadikan PDIP sebagai partai kumpulan keluarga.

“Jadi, anaknya si ini, ini istrinya si itu, tapi ini terakhir saya beri kesempatan seperti ini. Nanti 2024, saya berkehendak, semuanya itu anak-anak muda yang maju. Sudah, cukup lah. Jangan pula mencari-cari tempat,” kata Megawati.

Visi Misi Bersama

Sebelumnya, Megawati mengatakan para calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada Serentak 2020 akan memiliki visi misi yang disusun bersama Partai dengan tetap memperhatikan muatan lokal. Calon pasangan tidak diperbolehkan membuat visi misi sendiri.

“Saya telah memutuskan, visi misi mereka yang datang dari PDI Perjuangan, diberikan arahan yang namanya partai,” kata Megawati.

Megawati menceritakan saat mewawancarai calon kepala daerah dari Papua ia bertanya bagaimana visinya membangun wilayahnya yang baru dimekarkan, sang calon mengatakan akan memaksimalkan potensi tambang emas. Namun ketika dicecar lebih jauh, ketahuan bahwa sang calon tak memahami teknis dan cara melakukannya.

Dari pengalaman-pengalaman seperti itulah PDI Perjuangan berpandangan visi misi seharusnya bukan visi misi pribadi semata. Namun sebuah visi yang dibicarakan bersama sesuai dengan ideologi negara, kondisi wilayah, dan muatan lokal.

“Maka itu kita buatkan visi misi. Bukan hanya menjiplak saja. Kita akan panggil, dan sampaikan draft garis besarnya,” kata Megawati.

Menurut Presiden RI ke-5 tersebut, praktik sejenis bukan yang pertama kali dilakukan oleh PDI Perjuangan. Bahkan sejak founding father Soekarno, sudah dilaksanakan lewat Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

Prinsip yang sama tersebut lalu diujicobakan di Provinsi Bali, dimana mayoritas kepala daerah adalah kader PDI Perjuangan. Antara satu kepala daerah dengan kepala daerah lain saling bekerjasama.

“Hal ini saya lakukan di Bali. Pemangkunya Mas Prananda. Kami bikin pilot project di Bali. Itu contoh pembangunan jalan itu, tadinya ribut. Saya minta jadi satu dan berunding, dan diminta kasih lihat ke Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Apa hasilnya? Akhirnya bisa dibuat shortcut atau penghubung yang memendekkan jalan itu. Biayanya juga jadi lebih rendah,” kata Megawati.

PDI Perjuangan takkan hanya mengkopi ulang visi misi dari satu wilayah untuk wilayah lainnya, karena masing-masing daerah mempunyai kekhususan tersendiri.

“Tapi draft yang disiapkan ini akan mempermudah. Dan kalau didorong partai, visi misi itu bukan abal-abal. Saya lihat daerah yang visi misinya abal-abal, tak jalan di lapangan. Banyak dibikinkan oleh konsultan. Lucunya, konsultan juga tak tahu daerah itu,” kata Megawati. [sulindox@gmail.com]