Ma’ruf Amin: Aspirasi Kaum Milenial Harus Didengar

Ma’ruf Amin: Aspirasi Kaum Milenial Harus Didengar

Ilustrasi: Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin memberikan sambutan di acara Festival Indonesia Bernyanyi Laskar Rakyat Jokowi di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi Nomor 46, Menteng, Jakarta, Sabtu (10/11/2018)/CHA

Koran Sulindo – Calon Wakil Presiden nomor 01 KH Ma’ruf Amin menyatakan, para generasi muda atau milenial sejatinya harus didengar idenya, bukan hanya sekadar suaranya diambil untuk kepentingan Pilpres 2019.

“Karena saya dengan kaum milenial bukan harus mengubah tampilan, tapi kita samakan visi dan misi diadopsi menjadi rencana yang kita akan kembangkan. Artinya, generasi milenial juga merasa diorangkan,” kata Kiai Ma’ruf di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Menurut Ma’ruf, dirinya selama ini tak hanya meminta para milenial untuk menyoblos pasangan Jokowi-Amin. Namun, Ma’ruf punya tersendiri mendekati milenial melalui dialog.

“Tidak hanya disuruh milih atau coblos tapi aspirasi nggak didenger. Jadi saya mendekati dari dialog di berbagai forum dan mereka nyaman. Buktinya kemarin di Kemayoran mereka datang dan ingin berpartisipasi selain memenangkan tapi menyampaikan idenya,” ujar mantan Rais Aam PBNU itu.

Diakui Ma’ruf, saat ini dirinya sedang berupaya meningkatkan elektabilitas di daerah, misalnya Jawa Barat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pendekatan ulama dan milenial. Menurut dia, segala ide butuh dinarasikan dalam berbagai bentuk agar bisa menarik perhatian.

Tepis Dirawat

Kiai Ma’ruf juga mengaku heran tersiar ada kabar bohong alias hoax bahwa dia dirawat di rumah sakit akibat stroke. Padahal, menurut Ma’ruf, dia sehat-sehat saja.

“Hari ini masih saja beritain saya dirawat di rumah sakit karena stroke. Setelah saya cek foto, itu gambar tahun 2016 lalu,” ujarnya.

Ia pun bercerita soal foto tahun 2016 yang digunakan untuk membuat kabar bohong soal kondisi kesehatannya itu. Ma’ruf menyebut foto itu diambil saat dia melakukan cek kesehatan pada 2016.

“Waktu itu check up untuk memeriksa saraf, bukan sakit, tapi memastikan aman. Tapi saya malah dibilang sakit karena stroke, itu namanya berita hoaks, makanya saya klarifikasi,” katanya.

Ma’ruf sendiri hari ini menerima relawan dan sejumlah media di kediamannya. Saat bertemu dengan relawan, Ma’ruf membahas soal pemetaan suara kalangan milenial di Jawa Barat.

“Kemudian sore ini sama kelompok milenial dari Jabar dan Tangerang. Bagaimana mereka akan mendukung capres-cawapres 01 karena Jabar dari 32 juta suara, 16 juta suara milenial. Ini bagian dari mereka untuk memetakan dan konsultasi sama saya di pilpres yang akan datang,” kata Ma’ruf. [CHA]