Ilustrasi/omahputi.com

Koran Sulindo – Maklumat dua ulama sepuh di Pasuruan memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno diperkirakan bakal memiliki dampak luas.

Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo memastikan pasangan Gus Ipul-Mbah Puti dipastikan bakal dibanjiri dukungan suara santri terutama dari Pasuruan, kawasan Tapal Kuda lain, dan Madura.

“Dampak dukungan bagi Gus Ipul-Mbak Puti pasti sangat besar, terutama di Pasuruan, kawasan Tapal Kuda lain, dan Madura,” kata Teno di Pasuruan, Selasa (29/5).

Sebeumnya diketahui ulama sepuh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, KH Nawawi Abdul Jalil  mengeluarkan maklumat kepada seluruh santri, keluarga, dan jaringan alumni Sidogiri untuk mencoblos Gus Ipul-Mbak Puti pada Pilkada Jawa Timur pada 27 Juni mendatang.

Dalam maklumatnya, KH Nawawi Abdul Jalil menuliskan agar alumni, santri dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri memilih, mencoblos, serta membantu pemenangan pasangan Gus Ipul-Mbak Puti dalam Pilgub Jatim 2018.

Selain KH Nawawi, maklumat serupa juga dikeluarkan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan, KH Idris Hamid.

KH Idris adalah putra dari almarhum KH Abdul Hamid, ulama Pasuruan yang kewaliannya telah diakui masyarakat luas.

“Memperhatikan hasil istikharah dan ijtihad ulama, dengan ini saya mengimbau kepada alumni, santri, dan simpatisan Pesantren Salafiyah untuk turut memilih dan memenangkan pasangan Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno dalam Pilgub Jatim 2018,” kata Kiai Idris Hamid.

“Semua tahu, jaringan alumni Sidogiri begitu luas dan menyebar banyak. Begitu pula alumni dan santri Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan juga tersebar di mana-mana,” kata Teno.

Menurut perkiraannya, penyebaran dua pesan dari Kiai Nawawi dan Kiai Idris Hamid itu akan semakin gencar ketika Lebaran Idul Fitri nanti.

“Karena di momen lebaran, warga pada mudik dan saling bertemu satu sama lain, serta saling bertukar informasi,” kata Teno.

Pilkada Jatim 2018 diikuti oleh dua pasangan calon yakni Khofifah Indar Parawansa berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak menantang Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa partainya memang telah lama menyiapkan Puti untuk tampil menjadi pemimpin.

Puti, kata Hasto telah melalui rangakain panjang proses penggemblengan untuk siap terjun kedalam perpolitikan Indonesia.

Kedudukannya di DPR merupakan bentuk penggodokan keahlian dalam berpolitik. Belum lagi ia mendapatkan pendidikan secara khusus dari ayahandanya, Guntur Soekarno Putra.

“Mbak Puti itu sudah dipersiapkan lama untuk menjadi pemimpin. Jadi bukan serta merta menunjuknya. Mas Tok itu memiliki catatan kecil dalam perkembangan politik mbak Puti,” kata Hasto menyebut panggilan karib Guntur Soekarnoputra.

Melihat perkembangannya, PDIP berusaha dan berupaya secara sungguh-sungguh agar kemenangan menjadi target yang riil. Apalagi, Puti mendampingi Saifullah Yusuf dan didukung partai-partai besar, PDIP, PKB, PKS dan Gerindra.

Hasto menyebut dalam kurun waktu satu bulan sisa masa kampanye merupakan masa-masa paling krusial. Ia berhara semua kader dan partai pendukung harus lebih serius.

“Saksi-saksi dalam pilgub juga harus disiapkan supaya proses pemilihan berjalan dengan baik. Mari gunakan sisa waktu ini dengan baik,” kata Hasto.(TGU)