Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Melayat Istri Panda Nababan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Melayat Istri Panda Nababan

47
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat mengucapkan belasungkawa kepada Panda Nababan dan keluarga, Kamis (13/9).

Koran Sulindo – SEJUMLAH tokoh dari berbagai kalangan sejak Kamis pagi sampai malam hari (13/9) mendatangi rumah politisi senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, di kawasan Pondokaren, Tangerang Selatan, Banten. Mereka menyampaikan rasa dukacitanya kepada Panda dan keluarga besarnya. Pada Kamis subuh, istri Panda, Riana Nababan Purba, wafat dalam usia 71 tahun.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri datang ke rumah duka sekitar pukul 16.00 WIB. Megawati datang bersama sejumlah kader PDI Perjuangan, antara lain Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Abidin Fikri, dan Ahmad Basarah.

Hasto menjelaskan, Megawati langsung mengucapkan ungkapan dukacita kepada Panda begitu dikabarkan berita duka tersebut pagi hari. “Waktu beliau mengetahui kabar ini, beliau langsung mengucapkan berita dukacita yang mendalam,” tutur Hasto.

Dalam pandangan Megawati, sebagaimana disampaikan Hasto, Panda dan sang istri sangat berjasa pada perjalanan politik Megawati, terutama saat berlangsungnya Kongres Luar Biasa PDI di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Desember 1993 silam. “Ini terkait persahabatan. Pak Panda dan keluarganya selalu mendampingi Ibu Megawati saat kongres di Asrama Haji Sukolilo, tahun 1993. Mereka kan sama-sama dalam kongres itu,” tutur Hasto.

Dalam kongres tersebut, Megawati yang ketika itu merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Jakarta Selatan terpilih menjadi Ketua Umum PDI. Namun, pemerintah di bawah kendali Presiden Soeharto tak mau mengakui hasil kongres tersebut.

Maka, beberapa pekan kemudian digelarlah Musyawarah Nasional PDI di Jakarta, 22-23 Desember 1993. Setelah itu barulah pemerintah mau mengakui Megawati sebagai Ketua Umum PDI dan kepengurusan PDI periode 1993-1998.

Namun, sejarah juga kemudian mencatat, kepemimpinan Megawati terus dirongrong pemerintah dan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58 diserbu gerombolan beringas pada 27 Juli 1996. Banyak kader PDI yang menjadi korban, termasuk yang kehilangan nyawanya. Peristiwa ini dikenal sebagai Peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996.

Persahabatan Panda dan istri dengan Megawati serta keluarga besar Bung Karno bahkan telah dimulai jauh sebelum itu.  Ini tak terlepas dari profesi Panda sebagai wartawan, yang tetap ditekuni sampai sekarang.

Sebelumnya, yang tampak hadir di rumah duka Panda antara lain Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, dan Hakim Agung Gayus Lumbuun. Juga tampak sejumlah mantan aktivis mahasiswa.

Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada hari Minggu, 16 September 2018. [PUR]