Petugas medis
llustrasi: Petugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020)/ANTARA FOTO-Kompas/Heru Sri Kumoro/pool

Koran Sulindo – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan tempat-tempat yang rawan terjadi penularan COVID-19 dari orang ke orang adalah yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang dalam waktu yang lama.

“Tempat yang sangat rawan dan memungkinkan terjadinya penularan, yaitu tempat di mana orang bertemu, berkumpul dengan waktu yang cukup lama. Misalnya di kantor,” kata Yurianto, di Graha BNPB Jakarta, Minggu (28/6/2020), melalui kanal YouTube Gugus Tugas Covid-19.

Menurut Yurianto, pengelola kantor harus memperhatikan pengaturan tempat kerja dan waktu kerja karyawan agar protokol kesehatan jaga jarak bisa dilaksanakan.

Selain perkantoran, salah satu tempat yang paling rawan terjadinya penularan virus corona baru adalah di pasar tradisional. Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di daerah diminta melakukan pengaturan operasional pasar agar semua pengunjung dan penjual bisa sama-sama menjalankan protokol kesehatan.

Tempat lain yang juga rawan terjadi penularan adalah tempat makan, khususnya di rumah makan daerah perkantoran, karena banyak dikunjungi oleh karyawan pada jam makan siang secara bersamaan. Hal yang dikhawatirkan adalah di saat para pekerja tersebut pulang membawa virus dan bisa menularkan kepada anggota keluarga di rumah yang berisiko tinggi.

“Ingat apabila yang aktif bekerja kemudian terinfeksi, pulang ke rumah, di tengah keluarga sangat mungkin kontak dengan anggota keluarga, dengan anak, saudara, orang tua yang akan sangat memungkinkan terjadinya penularan,” katanya.

Masih tingginya penambahan kasus positif COVID-19 setiap harinya menggambarkan ketidakdisiplinan dan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Artinya masih ada orang yang sakit, orang yang positif COVID-19, tapi tidak isolasi diri dengan baik. Masih ada kontak tracing yang dirawat belum bisa diperiksa di laboratoriumnya, dan belum bisa isolasi diri dengan baik. Masih ada kelompok rentan yang tertular karena tidak patuh menjaga jarak, tidak menggunakan masker, dan tidak cuci tangan,” kata Yurianto. [RED]