Hasto: Seni Lintas Generasi Hadir sebagai Antitesa Politik Hitam

Hasto: Seni Lintas Generasi Hadir sebagai Antitesa Politik Hitam

Ilustrasi: Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto, mendorong pelukis Kartika Affandi pada pameran lukisan Lintas Generasi, di Jakarta, Senin (11/2/2019)/Antaranews-Riza Harahap

Koran Sulindo – Gelar karya seni lintas generasi yang berlangsung 10-11 Februari di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, tidak hanya hadir sebagai metode kampanye baru Paslon 01, namun juga menjadi ekspresi gerakan para seniman dan budayawan nusantara mendukung kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin.

“Para seniman dan budayawan menampilkan karyanya, yang diikuti oleh gerakan para pemilik galeri dan kolektor untuk memamerkan koleksi dan karyanya, dan kemudian disumbangkan bagi kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Gerak kebudayaan ini hadir sebagai antitesa politik hitam. Mengingat, Jokowi lebih kedepankan mata hati, bela rasa dan daya cipta budaya,” kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Menurut Hasto, politik dengan hati bersih melahirkan pikiran dan tindakan bersih. Dengan demikian, dukungan para seniman dan budayawan ini memerkuat hijrah dari politik penuh intrik dan fitnah yang terus ditujukan ke Jokowi- Ma’ruf Amin.

“Sebagai korban fitnah, menjadi politik berkebudayaan yang mengedepankan daya cipta, kreativitas atas dasar mata hati yang bening, dan sekaligus membedakan dengan Tim Kampanye Prabowo-Sandi yang kering dalam kebudayaan dan ekspresi seni,” kata Hasto.

Para seniman dan budayawan mendukung gerakan tersebut antara lain; Gunawan Muhammad, Kartika Affandi, Joko Gundul, I Ketut Jaya, Nyoman Nuarta, Soeharto PR, Wage S, Vony Dewi, Sentot Widodo, Aan Gunawan, Agus Riyadi, Anton Abganial, Anton Subiyabto, Arkiv Vilmansyah, Bony Setiawan, Catur Bina Prasetyo, Darmana HS, Deddy Sufriadi, Erica Hestu W., Gusmen Heriadi, Hanafi Heri Kris, Hojatul, Huda Fauzan, I Ketut Jaya, I Nyoman Sujana Kenyem, Made Duatmika, Made Somadita, Made Kaek, Made Wiradana, Nasirun, Paul Hendro, Putu Sutawijaya, RM Mulyadi, Satya Budhi, Tisna Sanjaya, Tjokorda, Tommy M., Wisnu Auri, dan lain lain.

Dengan jalan kebudayaan, sebagai intisari politik yang berkeadaban yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan, maka Jokowi-Maruf Amin akan memimpin di depan.

“Jalan kebudayaan inilah yang menjawab mengapa kami terus diserang dengan cara-cara yang tidak berkeadaban. Sebab yang disana tidak punya program unggulan,” kata Hasto.

Wakil Sekretaris TKN Dewi Soeharto menambahkan, karya seniman anak bangsa, yang hadir sebagai wujud kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin yang menempatkan kebudayaan Indonesia sebagai jalan strategis membangun karakter dan jati diri bangsa Indonesia.

“Karya seni selalu penuh dengan ekspresi kemanusiaan, yang berangkat dari alam rasa para seniman yang mengekspresikan relasinya dengan seluruh isi alam raya, dengan Tuhan Sang Pencipta, dan sesamanya,” kata Dewi.

Pameran Seni ini merupakan pembuka dari seri pameran-pameran selanjutnya yang akan diadakan dalam bentuk pop up galeri #01 di berbagai kota guna mengapreasiasi karya para seniman dan menyambut dukungan yang diberikan para seniman, kolektor dan pemilik galeri seni. [CHA/DAS]