Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

Koran Sulindo – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta sejatinya kembali pada pertarungan opini tentang kebijakan publik, politik anggaran, tata ruang kota, kehidupan sosial, serta ekonomi kerakyatan. Selanjutnya, bagaimana peran Pemda DKI melayani rakyat  soal kesehatan, pendidikan dan kebudayaan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan sambutan “Pelatihan Komunikasi dan Kampanye Pemenangan pasangan Basuki-Djarot “, di Jakarta, Sabtu (26/11).

Menurut Hasto, pertemuan ini memiliki arti penting dalam perjuangan memenangkan pasangan Basuki-Djarot. Terutama, dalam kerangka memperkuat koordinasi, memetakan isu yang bergulir, dan kembali memulihkan situasi dan kondisi setelah kasus yang sedemikian hebat dirasakan pada. 4 November lalu.

“Kerjasama antarpartai, kerjasama antara tim relawan, sikap menyadari kita berada dalam satu situasi perjuangan yang sama. Dengan kesadaran inilah kita membangun solidaritas yang terstruktur. Karena pada hakikatnya sebuah gerakan politik haruslah sistematis dan memiliki arah yang jelas,” kata Hasto.

“Memang saat ini kita sedang menghadapi situasi yang sensitif sekali dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Namun saya  ingat pesan Ibu Mega kenapa PDI Perjuangan memutuskan pilihan ke Ahok? Itulah kebhinekaan Indonesia. Basuki-Djarot mampu membangun Jakarta melalui kinerja kongkret.  Bahkan, membangun peradaban yang hidup dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Hasto berharap, jangan sampai bangsa ini terpecah belah, hanya karena persaingan politik. “Kita bisa saja memenangkan kekuasaan, tapi yang terpenting adalah jagalah persatuan bangsa ini,” kata Hsto.

Hasto melanjutkan, momentum pertemuan ini sekali lagi untuk memperkuat pola komunikasi antar Partai, antar Partai-Partai dengan relawan, dan menyelaraskan strategi isu yang kita gunakan dalam berkampanye. Selain membangun kesadaran publik tentang DKI Jakarta masa depan, bagaimana menyampaikan isu ke tengah publik.

Sementara itu, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan seluruh parpol dan relawan yang menjagokan paslon Basuki-Djarot harus bisa bekerja sama dan berjuang secara total dengan berlandaskan paslon ini sudah teruji memimpin DKI Jakarta.

“Kita ini negara demokratis. Kita bersepakat ide dan gagasan sebagai instrumen politik bukan yang lain,” katanya.

Idrus meminta relawan dan pendukung Bassuki-Djarot untuk tidak mau terpancing dalam perdebatan apa yang sedang terjadi pada Basuki Tjahaja Purnama. Namun, diminta mampu menjelaskan kenapa mendukung paslon Basuki-Djarot dan membeberkan prestasi selama memimpin DKI serta yang akan dilakukan selanjutnya. [CHA/DAS]