Koran Sulindo – Kurang dari sebulan waktu pemungutan suara untuk Pilpres 2019 yang digelar tanggal 17 April mendatang, sejumlah hasil survei masih menunjukkan keunggulan capres Joko Widodo -Maruf Amin dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Selisih elektabilitas kedua pasangan itu beragam mulai dari yang paling rendah 11,8 persen hingga yang memiliki selisih tertitinggi 25,8 persen.

Setidaknya enam lembaga survei menggelar survei yang menggelar penelitiannya sepanjang bulan Maret ini mengunggulkan Jokowi-Maruf.

Hasil survei Litbang Kompas 22 Februari-05 Maret menunjukkan Jokowi-Maruf memperoleh 49,2 persen berbanding Prabowo-Sandiaga 37,4 persen atau selisih 11,8 persen. Sedangkan responden yang menjawab tidak tahu atau rahasia 13,4 persen.

Sementara itu dari survei SMRC yang digelar 24 Februari -5 Maret menunjukkan Jokowi-Ma’ruf: 57,6 persen berbanding Prabowo-Sandiaga 31,8 persen atau selisih 25,8 persen dengan responden yang menjawab tidak tahu atau rahasia sebesar 10,6 persen.

Tak jauh berbeda, Charta Politika yang menggelar survei 1-9 Maret menyebut pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 53,6 persen berbanding dengan Prabowo-Sandi: 35,4 persen atau selisih 18,2 persen dengan responden menjawab rahasia atau tidak tahu sebesar 18,2 persen.

Hasil CSIS menunjukkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 51,4 persen berbanding Prabowo-Sandi yang meraih  33,3 persen atau selisih 18,1 persen sedangkan yang menjawab tidak tahu atau rahasia sebesar 14,1 persen dan belum menentukan pilihan sebesar 1,2 persen.

Sementara itu lembaga survei Vox Populi yang menggelar survei 5-15 Maret 2019 menunjukkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 54,1 persen sedangkan Prabowo-Sandi 33,6 persen dengan selisih suara 20,5 persen sementara yang menjawab tidak tahu atau rahasia 12,3 persen

Survei Alvara 22 Februari-2 Maret 2019 menempatkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 53 persen, Prabowo-Sandi 34,7 persen atau selisih suara 18,3 persen persen dan menjawab tidak tahu atau rahasia 11,4 persen.

Peneliti dari CSIS, Arya Fernandez mengatakan keunggulan Jokowi dipengaruhi tingkat kepuasan atas kinerja pemerintah yang cukup tinggi yakni 72,9 persen.

“Kepuasan tertinggi itu terletak pada program pembangunan dan infrastruktur dengan 79,2 persen responden menyatakan puas,” kata Arya.

Di sisi lain tingkat kepuasan yang paling rendah berada di sektor hubungan luar negeri dan ekonomi dengan tingkat kepuasan masing-masing 61,9 persen dan 61,5 persen.

Prabowo-Sandiaga unggul di Pulau Sumatera dengan tingkat elektabilitas hingga 49,6 persen, dan jauh meninggalkan Jokowi-Ma’ruf yang memperoleh 37,3 persen. “Sisanya, 1,5 persen belum menentukan pilihan dan 11,6 persen merahasiakan pilihan,” kata Arya.

Ia menyebut daerah yang lebih banyak dihuni oleh suku Melayu, sebagian besar mendukung Prabowo-Sandi. “Kelompok etnis ini suka dengan tipikal orang yang keras dan tegas, dan itu dicitrakan di kubu Prabowo-Sandi.”

Di sisi lain, Jokowi – Ma’ruf unggul di Jawa dengan elektabilitas tertinggi di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang mencapai 70 persen, sementara Prabowo-Sandiaga hanya 13,9 persen.

Sementara untuk Jawa Barat dan Banten kedua kubu hampir berimbang dengan Jokowi-Ma’ruf mencapai 47,4 persen sedikit lebih tinggi dibanding Prabowo-Sandiaga yang memperoleh 42,1 persen.[TGU